@maryrosecanamaque: na bulok na sa drafts kaya post kna to hehehe

maryrosecanamaque
maryrosecanamaque
Open In TikTok:
Region: PH
Monday 27 October 2025 12:35:03 GMT
27737
465
9
11

Music

Download

Comments

akosiartakoaykupal
urfav_Kᴇɴ.🏳️ :
panotice! tambling ako kapag na notice mo ko
2025-10-27 12:40:21
2
user35789975420
user35789975420 :
Hey girl
2025-10-27 12:53:55
2
sukuna.6699
☠️💀 :
beautiful 😊
2025-10-27 16:04:04
2
irzan1717
irzan1717 :
😁
2025-10-27 20:21:45
1
dingdongdati.nabu
Single Tito🔥 :
galing nmn ng bhebeloves ko 🔥😋
2025-10-28 10:46:26
1
To see more videos from user @maryrosecanamaque, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Salah satu museum yang menurutku underrated padahal menyimpan banyak sejarah menarik.  Tempat ini adalah Gedung Kramat 106, dulunya rumah milik Sie Kong Lian, seorang warga Tionghoa. Sejak 1920-an, gedung ini disewa oleh pelajar di Weltevreden (Batavia), seperti STOVIA dan Rechtshoogeschool. Kala itu, namanya Commensalen Huis. Salah satu pelajarnya adalah Mohammad Yamin. Tempat ini juga menjadi tempat berkumpul para pelajar dan pemuda yang aktif dalam organisasi pergerakan. Mereka datang dari berbagai daerah, dengan organisasi yang berbeda, ada Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, dan lainnya. Bahkan, Soekarno juga sering datang ke gedung ini untuk berdiskusi dengan para pemuda tentang perjuangan dan cita-cita Indonesia. Pada 28 Oktober 1928, tempat ini digunakan sebagai tempat penutupan Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Sebuah ikrar yang mengubah sejarah Indonesia karena menyatukan para pemuda dari berbagai daerah menjadi satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.  Di kongres ini juga, W.R. Soepratman memperdengarkan lagu Indonesia Raya pertama kali. Bayangin… dari rumah kos sederhana ini, para pemuda 98 tahun lalu berani punya mimpi besar. Bukan lagi Jawa, Sumatra, Ambon, atau daerah masing-masing, tapi Indonesia. Dan hari ini, kita masih bisa datang dan melihat jejak sejarahnya. Kalo kamu lagi di Jakarta, jangan lupa berkunjung kesini ya! 📍 Museum Sumpah Pemuda Jl. Kramat Raya No.106, RT.2/RW.9, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat 💸 HTM: 3.000 (anak) & 5.000 (dewasa) #museumsumpahpemuda #heritageindonesia #explorejakarta #wisatasejarah #sejarahindonesia
Salah satu museum yang menurutku underrated padahal menyimpan banyak sejarah menarik. Tempat ini adalah Gedung Kramat 106, dulunya rumah milik Sie Kong Lian, seorang warga Tionghoa. Sejak 1920-an, gedung ini disewa oleh pelajar di Weltevreden (Batavia), seperti STOVIA dan Rechtshoogeschool. Kala itu, namanya Commensalen Huis. Salah satu pelajarnya adalah Mohammad Yamin. Tempat ini juga menjadi tempat berkumpul para pelajar dan pemuda yang aktif dalam organisasi pergerakan. Mereka datang dari berbagai daerah, dengan organisasi yang berbeda, ada Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, dan lainnya. Bahkan, Soekarno juga sering datang ke gedung ini untuk berdiskusi dengan para pemuda tentang perjuangan dan cita-cita Indonesia. Pada 28 Oktober 1928, tempat ini digunakan sebagai tempat penutupan Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Sebuah ikrar yang mengubah sejarah Indonesia karena menyatukan para pemuda dari berbagai daerah menjadi satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Di kongres ini juga, W.R. Soepratman memperdengarkan lagu Indonesia Raya pertama kali. Bayangin… dari rumah kos sederhana ini, para pemuda 98 tahun lalu berani punya mimpi besar. Bukan lagi Jawa, Sumatra, Ambon, atau daerah masing-masing, tapi Indonesia. Dan hari ini, kita masih bisa datang dan melihat jejak sejarahnya. Kalo kamu lagi di Jakarta, jangan lupa berkunjung kesini ya! 📍 Museum Sumpah Pemuda Jl. Kramat Raya No.106, RT.2/RW.9, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat 💸 HTM: 3.000 (anak) & 5.000 (dewasa) #museumsumpahpemuda #heritageindonesia #explorejakarta #wisatasejarah #sejarahindonesia

About