@trytizkar: قطعة من تاريخ المنطقة ، اضافة مميزة لمجموعتك . . #الثميري_المعيقلية #سوق_الزل #الرياض #الرياض_الآن #قديمك_نديمك

تذكار - Tizkar
تذكار - Tizkar
Open In TikTok:
Region: SA
Monday 27 October 2025 17:15:33 GMT
1129
25
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @trytizkar, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

🏛️ 𝐓𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐊𝐞𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐒𝐞𝐦𝐩𝐢𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐏𝐢𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 “Semakin kecil pikirannya, semakin besar pula kesombongannya.” — Sering dinisbatkan kepada Aesop 📜 𝐊𝐨𝐧𝐭𝐞𝐤𝐬 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡  Aesop dikenal sebagai tokoh yang namanya sangat erat dengan 𝐟𝐚𝐛𝐞𝐥, yaitu cerita pendek yang menggunakan manusia, hewan, atau tokoh sederhana untuk menyampaikan pelajaran tentang kehidupan. Namun, sosok Aesop sendiri cukup misterius. Sumber-sumber kuno menggambarkannya sebagai seorang pencerita yang hidup sekitar abad ke-6 SM, tetapi detail kehidupannya bercampur dengan legenda. Bahkan para ahli tidak dapat memastikan bahwa seluruh fabel yang sekarang disebut Fabel Aesop benar-benar ditulis oleh Aesop sendiri.  Yang menarik, tradisi fabel memang sejak awal digunakan untuk 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐫𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐭𝐞𝐫𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩 𝐩𝐞𝐫𝐢𝐥𝐚𝐤𝐮 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮𝐢 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚. Karena menggunakan hewan dan tokoh sederhana, sebuah kritik bisa disampaikan tanpa harus menunjuk langsung kepada seseorang.  🧠 𝐌𝐚𝐤𝐧𝐚 𝐐𝐮𝐨𝐭𝐞 Quote ini berbicara tentang sesuatu yang sering kita temui: 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭 𝐬𝐞𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮, 𝐭𝐞𝐫𝐤𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐲𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐩𝐮𝐥𝐚 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐢𝐚 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐢 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚𝐧𝐲𝐚. Orang yang benar-benar memahami luasnya pengetahuan biasanya sadar bahwa masih banyak hal yang belum ia ketahui. Sebaliknya, orang yang hanya melihat sesuatu dari satu sudut pandang bisa merasa bahwa sudut pandangnya adalah satu-satunya kebenaran. Di situlah kesombongan muncul. Bukan karena seseorang memiliki pengetahuan, tetapi karena 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭 𝐝𝐢𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐜𝐮𝐤𝐮𝐩 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐤𝐢𝐦𝐢 𝐬𝐞𝐠𝐚𝐥𝐚 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮. Kita bisa melihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang membaca satu artikel lalu merasa memahami seluruh persoalan. Mendengar satu cerita lalu langsung mengambil kesimpulan. Melihat seseorang melakukan satu kesalahan lalu merasa sudah mengetahui seluruh karakter orang tersebut. Atau memiliki sedikit pengalaman lalu menganggap pengalaman itu berlaku untuk semua orang. Padahal, semakin luas seseorang berpikir, semakin ia menyadari bahwa kehidupan jauh lebih rumit daripada apa yang terlihat di permukaan. 🔎 𝐓𝐚𝐩𝐢 𝐚𝐝𝐚 𝐡𝐚𝐥 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐫𝐢. Kadang kesombongan justru muncul dalam bentuk: “Pendapat saya pasti benar.” “Saya sudah tahu semuanya.” “Orang lain tidak mungkin lebih tahu daripada saya.” “Kalau saya tidak mengerti, berarti itu tidak masuk akal.” Sikap seperti ini membuat seseorang berhenti belajar. Karena untuk belajar, kita harus terlebih dahulu mengakui bahwa 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐢. Itulah sebabnya kerendahan hati intelektual sangat penting. Bukan berarti kita harus meragukan semua yang kita ketahui. Tetapi kita harus memiliki keberanian untuk mengatakan: “𝐌𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡.” “𝐌𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚𝐧𝐲𝐚.” “𝐌𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐮𝐝𝐮𝐭 𝐩𝐚𝐧𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢.” Dan justru dari situlah pikiran mulai berkembang. Pada akhirnya… Orang yang benar-benar pintar tidak selalu merasa perlu menunjukkan bahwa dirinya pintar. Ia lebih tertarik untuk 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢. Karena semakin luas pikiran seseorang, semakin besar pula kesadarannya bahwa dunia tidak sesederhana yang ia kira. 𝐊𝐞𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢. 𝐊𝐞𝐫𝐞𝐧𝐝𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧. — #obscuravoid#verbaobscura#aesop#filsafatpemikiran#selfreflection
🏛️ 𝐓𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐊𝐞𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐒𝐞𝐦𝐩𝐢𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐏𝐢𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 “Semakin kecil pikirannya, semakin besar pula kesombongannya.” — Sering dinisbatkan kepada Aesop 📜 𝐊𝐨𝐧𝐭𝐞𝐤𝐬 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 Aesop dikenal sebagai tokoh yang namanya sangat erat dengan 𝐟𝐚𝐛𝐞𝐥, yaitu cerita pendek yang menggunakan manusia, hewan, atau tokoh sederhana untuk menyampaikan pelajaran tentang kehidupan. Namun, sosok Aesop sendiri cukup misterius. Sumber-sumber kuno menggambarkannya sebagai seorang pencerita yang hidup sekitar abad ke-6 SM, tetapi detail kehidupannya bercampur dengan legenda. Bahkan para ahli tidak dapat memastikan bahwa seluruh fabel yang sekarang disebut Fabel Aesop benar-benar ditulis oleh Aesop sendiri. Yang menarik, tradisi fabel memang sejak awal digunakan untuk 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐫𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐭𝐞𝐫𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩 𝐩𝐞𝐫𝐢𝐥𝐚𝐤𝐮 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮𝐢 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚. Karena menggunakan hewan dan tokoh sederhana, sebuah kritik bisa disampaikan tanpa harus menunjuk langsung kepada seseorang. 🧠 𝐌𝐚𝐤𝐧𝐚 𝐐𝐮𝐨𝐭𝐞 Quote ini berbicara tentang sesuatu yang sering kita temui: 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭 𝐬𝐞𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮, 𝐭𝐞𝐫𝐤𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐲𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐩𝐮𝐥𝐚 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐢𝐚 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐢 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚𝐧𝐲𝐚. Orang yang benar-benar memahami luasnya pengetahuan biasanya sadar bahwa masih banyak hal yang belum ia ketahui. Sebaliknya, orang yang hanya melihat sesuatu dari satu sudut pandang bisa merasa bahwa sudut pandangnya adalah satu-satunya kebenaran. Di situlah kesombongan muncul. Bukan karena seseorang memiliki pengetahuan, tetapi karena 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐤𝐢𝐭 𝐝𝐢𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐜𝐮𝐤𝐮𝐩 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐤𝐢𝐦𝐢 𝐬𝐞𝐠𝐚𝐥𝐚 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮. Kita bisa melihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang membaca satu artikel lalu merasa memahami seluruh persoalan. Mendengar satu cerita lalu langsung mengambil kesimpulan. Melihat seseorang melakukan satu kesalahan lalu merasa sudah mengetahui seluruh karakter orang tersebut. Atau memiliki sedikit pengalaman lalu menganggap pengalaman itu berlaku untuk semua orang. Padahal, semakin luas seseorang berpikir, semakin ia menyadari bahwa kehidupan jauh lebih rumit daripada apa yang terlihat di permukaan. 🔎 𝐓𝐚𝐩𝐢 𝐚𝐝𝐚 𝐡𝐚𝐥 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐫𝐢. Kadang kesombongan justru muncul dalam bentuk: “Pendapat saya pasti benar.” “Saya sudah tahu semuanya.” “Orang lain tidak mungkin lebih tahu daripada saya.” “Kalau saya tidak mengerti, berarti itu tidak masuk akal.” Sikap seperti ini membuat seseorang berhenti belajar. Karena untuk belajar, kita harus terlebih dahulu mengakui bahwa 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐢. Itulah sebabnya kerendahan hati intelektual sangat penting. Bukan berarti kita harus meragukan semua yang kita ketahui. Tetapi kita harus memiliki keberanian untuk mengatakan: “𝐌𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡.” “𝐌𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚𝐧𝐲𝐚.” “𝐌𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐮𝐝𝐮𝐭 𝐩𝐚𝐧𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢.” Dan justru dari situlah pikiran mulai berkembang. Pada akhirnya… Orang yang benar-benar pintar tidak selalu merasa perlu menunjukkan bahwa dirinya pintar. Ia lebih tertarik untuk 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢. Karena semakin luas pikiran seseorang, semakin besar pula kesadarannya bahwa dunia tidak sesederhana yang ia kira. 𝐊𝐞𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢. 𝐊𝐞𝐫𝐞𝐧𝐝𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧. — #obscuravoid#verbaobscura#aesop#filsafatpemikiran#selfreflection

About