@lailaminhday1904: Áo hoodie#aohoodie #aohottrend #aohoodienibong #aohoodieformrong

Chưa nổi M6
Chưa nổi M6
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 29 October 2025 11:20:24 GMT
349222
1223
39
45

Music

Download

Comments

nguyentuananh.officlial
Em Bon :
mặc ấm lắm m.n ạ đã thế còn đẹp mik đã mua
2025-10-30 00:17:36
1
khai..khai
Đức Khảii :
Áo có dây cột bịt mặt ko
2026-01-31 09:41:52
0
nhithieugia01
AnhZai thợ đụng 👨‍🔧⚡ :
áo quá ok lun chị ơi
2025-12-02 11:36:36
1
quakhute0706
🇻🇳🏆 𝙏â𝙢 Nguyễn🧸 :
1m90 nặng 91 ký mặc size gì ạ
2025-12-15 23:34:22
0
lehoamex23h
AN MC :
big size là sao bn
2025-12-08 14:28:22
0
dyd8bchkzokz
Văn Tuy 78_G1 :
1m65 nặng 50/53 mặt sai gì vậy ak
2025-12-04 11:11:57
0
dyj5m1suwy8x
Phát Huỳnh :
110kg m76 loại nào ạ
2025-12-07 06:33:27
0
ng.ngc.huy87
Đặng Ngọc Huy :
Bao nhiêu thế ek
2025-11-04 14:12:52
0
eccedentesiast_667788
ɴᴀ̀ᴏ ᴄᴜ̛ᴏ̛́ɪ ᴇᴍ ꜱᴇ̃ ᴆᴏ̂̉ɪ ᴛᴇ̂ɴ :
áo mặc chui à. ko có khóa hả
2025-10-31 05:14:50
0
me_tran_nek
Mẹ Bánh Bò🐄 :
1m47 nặng 48 thì size máy ạ
2025-12-03 14:58:48
0
dogle6
_Chiến lê_ :
M75 65 kí mặc side nào shop
2025-12-09 02:39:55
0
vuonggialong041012
VƯƠNG THIẾU GIA :
có lớp lỉ ở bên trong không ạ
2026-01-23 15:01:15
0
nraughmoobtojsiab547
Tub Pheej🇱🇦🇻🇳 :
xin giá
2026-01-24 16:23:56
0
ajiebungbu
Em chỉ xem anh là bạn thôi ⭐ :
165 72 kg sao á
2025-12-07 15:53:46
0
gio_vu.vo
Gió vu vơ 🏖️ :
áo này tốn bảo vệ lắm
2025-12-03 11:47:05
0
trung.nguyn7486
Trung Nguyễn :
đúng rồi mặc ra đường đi xe sẽ được xuyên về thời xưa ý
2025-12-03 16:43:33
0
nvn2706
EATOS :
1m71 58kg thì size gì ạ
2025-11-30 04:19:22
0
minh.hien27766
Sếp lãoĹŐŃĞ☠ :
1m64 nặng 50/52 sai gì vậy
2025-12-02 08:13:39
0
trannhhuan
Huấn bọc ghế Da :
100 cân mặc siez nào ạ
2026-01-24 23:51:35
0
cuong.camap25
Cương Nhỏ 24🐍 :
mình 1m6 1m7 96 97k mặt sai nào vậy 😅
2025-12-14 13:48:55
0
maxplus0705
Max Pluss⚡️ :
🥰
2026-01-12 18:45:15
0
dat_nzo
NguyenDat :
nhìn áo mỏng v
2025-12-03 03:06:03
0
To see more videos from user @lailaminhday1904, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

DPC PKB Kabupaten Trenggalek memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan menggelar majelis sholawatan bersama Jama’ah Lintas Jalanan Satu Tujuan (Jaljalut) Indonesia. Majelis zikir dan sholawat asuhan Gus Badar itu memeriahkan peringatan Hari Santri di pelataran Kantor DPC PKB Trenggalek. Kegiatan bernuansa religi ini mengajak jamaah mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menegaskan bahwa momentum HSN bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, peringatan ini menjadi ruang refleksi moral bagi seluruh elemen santri agar terus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. “Kegiatan pada malam hari ini, kita dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional,” kata Sukarodin di sela-sela acara. Jaljalut Indonesia Jadi Magnet Majelis Jaljalut Indonesia yang tampil dalam acara ini menjalankan gerakan syiar keagamaan dari Pondok Pesantren Attaqwa, Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Di bawah asuhan Gus Badar (Muchamad Badaruddin Abdulloh), majelis zikir ini dikenal karena konsisten merangkul pemuda, anak jalanan, hingga kelompok marginal dari berbagai latar belakang. Mereka mengajak berbagai kalangan bersholawat bersama. Sukarodin mengungkapkan bahwa DPC PKB Trenggalek berencana menjadikan sholawatan bersama Jaljalut Indonesia sebagai agenda rutin setiap peringatan Hari Santri. “Untuk sholawatan Hari Santri masih perdana, hari ini adalah yang pertama. Dan sekali lagi ini menjadi agenda rutin nanti setiap Hari Santri,” ujarnya. Resolusi Jihad, Santri Harus Menjadi Agen Perubahan Sukarodin mengingatkan kembali sejarah Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober. Peringatan tersebut merujuk pada Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari pada 1945. Ia meminta kader PKB di semua tingkatan, mulai DPC, DPAC, hingga ranting, meneladani semangat perjuangan tersebut. Ia juga mendorong para kader menjadi pelopor solusi di tengah masyarakat. “Yang terpenting saat ini, selain mengingat hal dimaksud, tentu santri ini mesti kemudian menjadi pelopor perbaikan, sebagai agen perubahan. PKB melalui kader-kadernya di seluruh jajaran dari DPC sampai DPAC sampai Ranting akan menjadi agen perubahan,” terangnya. Hubungan PKB dan Santri Dalam Filosofi Jawa Sukarodin menggambarkan kedekatan kultural dan historis PKB dengan kaum santri melalui perumpamaan dalam tradisi Jawa. “Hubungan antara PKB dan santri saya kira sama dengan suru. Suru itu wolak-walik ora padha rupane, tapi lek digigit padha rasane,” kelakar Sukarodin. Ia juga menggunakan perumpamaan amben atau ranjang kayu dan longan atau kolong di bawah ranjang. Menurutnya, kedua bagian tersebut memiliki hubungan erat dan tidak dapat dipisahkan. “Maknanya antara amben sama longan itu ndak bisa dipisahkan sebetulnya. Sehingga kami para santri tentu hukumnya wajib memperingati Hari Santri,” paparnya. Santri Melek Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri Menutup pernyataannya, Sukarodin mengingatkan para santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Ia mendorong santri memanfaatkan kemajuan digital untuk memperluas jangkauan dakwah tanpa meninggalkan tradisi keagamaan. “Harapan Hari Santri tahun ini ya kita tentu merenung, kemudian sekali lagi kita mesti enggeh (tanggap) dengan perubahan zaman. Namun demikian, adanya berbagai perkembangan teknologi yang ada, yang terpenting satu: tidak meninggalkan identitas santri,” pungkasnya.(CIA) #HariSantri2026 #DCPKBTrenggalek #JaljalutIndonesia #BeritaTrenggalek #BiozTV
DPC PKB Kabupaten Trenggalek memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan menggelar majelis sholawatan bersama Jama’ah Lintas Jalanan Satu Tujuan (Jaljalut) Indonesia. Majelis zikir dan sholawat asuhan Gus Badar itu memeriahkan peringatan Hari Santri di pelataran Kantor DPC PKB Trenggalek. Kegiatan bernuansa religi ini mengajak jamaah mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menegaskan bahwa momentum HSN bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, peringatan ini menjadi ruang refleksi moral bagi seluruh elemen santri agar terus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. “Kegiatan pada malam hari ini, kita dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional,” kata Sukarodin di sela-sela acara. Jaljalut Indonesia Jadi Magnet Majelis Jaljalut Indonesia yang tampil dalam acara ini menjalankan gerakan syiar keagamaan dari Pondok Pesantren Attaqwa, Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Di bawah asuhan Gus Badar (Muchamad Badaruddin Abdulloh), majelis zikir ini dikenal karena konsisten merangkul pemuda, anak jalanan, hingga kelompok marginal dari berbagai latar belakang. Mereka mengajak berbagai kalangan bersholawat bersama. Sukarodin mengungkapkan bahwa DPC PKB Trenggalek berencana menjadikan sholawatan bersama Jaljalut Indonesia sebagai agenda rutin setiap peringatan Hari Santri. “Untuk sholawatan Hari Santri masih perdana, hari ini adalah yang pertama. Dan sekali lagi ini menjadi agenda rutin nanti setiap Hari Santri,” ujarnya. Resolusi Jihad, Santri Harus Menjadi Agen Perubahan Sukarodin mengingatkan kembali sejarah Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober. Peringatan tersebut merujuk pada Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari pada 1945. Ia meminta kader PKB di semua tingkatan, mulai DPC, DPAC, hingga ranting, meneladani semangat perjuangan tersebut. Ia juga mendorong para kader menjadi pelopor solusi di tengah masyarakat. “Yang terpenting saat ini, selain mengingat hal dimaksud, tentu santri ini mesti kemudian menjadi pelopor perbaikan, sebagai agen perubahan. PKB melalui kader-kadernya di seluruh jajaran dari DPC sampai DPAC sampai Ranting akan menjadi agen perubahan,” terangnya. Hubungan PKB dan Santri Dalam Filosofi Jawa Sukarodin menggambarkan kedekatan kultural dan historis PKB dengan kaum santri melalui perumpamaan dalam tradisi Jawa. “Hubungan antara PKB dan santri saya kira sama dengan suru. Suru itu wolak-walik ora padha rupane, tapi lek digigit padha rasane,” kelakar Sukarodin. Ia juga menggunakan perumpamaan amben atau ranjang kayu dan longan atau kolong di bawah ranjang. Menurutnya, kedua bagian tersebut memiliki hubungan erat dan tidak dapat dipisahkan. “Maknanya antara amben sama longan itu ndak bisa dipisahkan sebetulnya. Sehingga kami para santri tentu hukumnya wajib memperingati Hari Santri,” paparnya. Santri Melek Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri Menutup pernyataannya, Sukarodin mengingatkan para santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Ia mendorong santri memanfaatkan kemajuan digital untuk memperluas jangkauan dakwah tanpa meninggalkan tradisi keagamaan. “Harapan Hari Santri tahun ini ya kita tentu merenung, kemudian sekali lagi kita mesti enggeh (tanggap) dengan perubahan zaman. Namun demikian, adanya berbagai perkembangan teknologi yang ada, yang terpenting satu: tidak meninggalkan identitas santri,” pungkasnya.(CIA) #HariSantri2026 #DCPKBTrenggalek #JaljalutIndonesia #BeritaTrenggalek #BiozTV

About