@gaviota_222: ya caí en los filtros 😱😅#gavi #🐌 #perreo #nattinatasha @Natti Natasha #farina @FARIANA

Gaviota
Gaviota
Open In TikTok:
Region: BO
Thursday 30 October 2025 02:20:07 GMT
19031
1740
76
28

Music

Download

Comments

ronaldo.cuajera
Ronaldo Cuajera :
👍👍🥰🥰🥰
2026-04-26 02:10:37
0
rodrii6249
Rodrii😎🇦🇷 :
hermosa 🥰🥰🥰
2025-10-30 03:00:29
3
alvarez8379
saimon :
linda bailas linda🥰🥰🥰
2025-10-30 02:34:12
2
fredy_daniel
❀🪽Fredy_Daniel🪽🦓 :
perfect!🥰👍
2025-10-30 19:39:20
1
wilmerwilsonpita1987
Wilmer W Pitta Huanca :
😍🥰🌹Muy hermosa🌹😍🥰
2025-11-06 12:28:40
1
joelinguarachi
sandy :
mi nena hermosa 😘
2025-11-17 22:40:25
0
jhory045
macro 20 :
hla
2025-10-30 18:03:34
1
abet.estrada
💯 SERGIO 🇧🇴 :
ola princesa ❤❤❤
2025-10-30 02:25:15
2
acquario28
خوان افالوس :
sei bellissima 🌹❤🥰
2025-10-30 07:57:59
1
alviswili
Wilians alvis :
:el mirarte ya es obsecion pero la ganas de kerer ablarte ya es ambicion
2025-10-31 13:55:30
1
user2115215795950
user2115215795950 :
eres la mujer más hermosa
2025-11-19 12:26:27
0
a.g.jupiter
A.G.Jupiter :
que chiquita más presisosa
2025-11-04 15:39:13
0
roy.09a
🇧🇴 R.A.🇦🇷🎙️🇧🇷 :
eres muy hermosa 😍🥰
2025-11-04 02:44:59
0
locote.lacost
@ariel.martinezca4 :
preciosa mujer
2025-11-03 18:05:59
0
santino.marella
Santino Marella :
mi krush
2025-10-30 05:00:52
0
tiopascual7
tiopascual :
esta chikita😁😁😁es la onda😁😁😁😂😂😂
2025-10-30 02:22:31
0
juancarlostorrico75
♑Juan Carlos ♑👁️👁️💵🔯 :
tranquila niña 😅
2025-11-15 03:57:23
1
alfredojosegarciagarcia
Alfredo José 😎🤗🧑🏻‍🍳🍳🤍 :
hermosa estás 🥰🥰 @Gaviota 🥰🥰
2025-10-30 17:04:39
1
huguitocaz54
Hugo 71🦅🦅 :
❤❤❤
2025-10-30 19:36:51
1
roberth9818
༒☬𝕽𝖔𝖇𝖊𝖗𝖙𝖍☬༒ :
🥰😘
2025-10-30 02:22:05
1
minu6663
minu :
💙💙💙
2025-10-30 02:26:38
1
royaltyguni
Dux Realis volt⚡ 🫀🐜cool Guni :
👍
2025-10-30 03:41:38
1
hideji42
⚡hideji💫💥🍻💘(MJ)🐺🦁👄🍷 :
🥰🥰🥰
2025-10-30 02:34:00
1
alex.murayari5
xander murray 9777 :
❤❤❤
2026-01-25 04:56:27
0
To see more videos from user @gaviota_222, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Keonho adalah alasan utama mengapa bel istirahat siang yang berbunyi nyaring ini tidak terdengar membahagiakan bagimu.  Saat seisi kelas bersorak lega, kamu justru harus memulai kebiasaan tugas menyebalkan yang dia perintahkan. Demi mencegah serpihan chat virtual itu ditempel di mading sekolah, kamu terpaksa melangkah ke area kantin yang riuh untuk membelikannya makanan. Dari kejauhan, kamu bisa melihat Keonho sudah duduk manis di meja tengah kantin yang luas. Dia sengaja mengosongkan area di sekitarnya, menunggumu layaknya seorang raja yang menanti pelayan. Saat kamu sedang mengantre di depan kedai mi ayam dan sengaja menoleh ke arahnya, Keonho langsung menyadari pandanganmu. Cowok itu tidak berkedip. Dia justru memajukan tubuhnya, menopang dagu dengan kedua tangan di atas meja, lalu melemparkan senyuman manis yang super tengil. Matanya berkilat jenaka, seolah sedang mengejek fakta bahwa kamu akhirnya tunduk pada perintahnya. Melihat senyuman menyebalkan itu, rasa ingin menjahilinya langsung bergejolak di dadamu. Saat mangkuk mi ayam hangat pesanan Keonho selesai disiapkan, kamu mengambil botol sambal cair di sudut meja. Tanpa ragu, kamu menuangkan sambal merah itu banyak-banyak—hampir setengah botol—hingga kuah mi tersebut berubah warna menjadi merah pekat yang membakar.
POV : Keonho adalah alasan utama mengapa bel istirahat siang yang berbunyi nyaring ini tidak terdengar membahagiakan bagimu. Saat seisi kelas bersorak lega, kamu justru harus memulai kebiasaan tugas menyebalkan yang dia perintahkan. Demi mencegah serpihan chat virtual itu ditempel di mading sekolah, kamu terpaksa melangkah ke area kantin yang riuh untuk membelikannya makanan. Dari kejauhan, kamu bisa melihat Keonho sudah duduk manis di meja tengah kantin yang luas. Dia sengaja mengosongkan area di sekitarnya, menunggumu layaknya seorang raja yang menanti pelayan. Saat kamu sedang mengantre di depan kedai mi ayam dan sengaja menoleh ke arahnya, Keonho langsung menyadari pandanganmu. Cowok itu tidak berkedip. Dia justru memajukan tubuhnya, menopang dagu dengan kedua tangan di atas meja, lalu melemparkan senyuman manis yang super tengil. Matanya berkilat jenaka, seolah sedang mengejek fakta bahwa kamu akhirnya tunduk pada perintahnya. Melihat senyuman menyebalkan itu, rasa ingin menjahilinya langsung bergejolak di dadamu. Saat mangkuk mi ayam hangat pesanan Keonho selesai disiapkan, kamu mengambil botol sambal cair di sudut meja. Tanpa ragu, kamu menuangkan sambal merah itu banyak-banyak—hampir setengah botol—hingga kuah mi tersebut berubah warna menjadi merah pekat yang membakar. "Ini pesanan kamu," katamu datar saat meletakkan mangkuk mi itu di hadapan Keonho. Kamu berdiri di tepi meja dengan tangan terlipat di dada, siap menyaksikan wajah tampangnya memerah kepedasan. Keonho melirik mangkuk mi yang kuahnya sewarna darah itu, lalu mendongak menatapmu. Alisnya terangkat sebelah. Alih-alih marah atau curiga, dia justru terkekeh pelan—sebuah kekehan renyah yang terdengar sangat santai seolah isi mangkuk itu hanyalah lelucon kecil. "Merah banget? Lo sengaja ya mau bikin gue sakit perut?" tanya Keonho tengil. Tanpa diduga, Keonho mengambil sumpit. Dengan gerakan tenang, dia menyuap mi super pedas itu ke dalam mulutnya tanpa ragu sedikit pun. Kamu menahan napas, bersiap melihatnya tersedak atau panik mencari air minum. Namun, Keonho mengunyahnya dengan ekspresi wajah yang datar. Tidak ada air mata, tidak ada batuk. Dia menelan mi itu, lalu menatapmu lagi dengan binar jenaka yang semakin pekat. "Asal lo tahu dah, pacar virtual lo ini paling suka makanan pedes," bisik Keonho, lalu tersenyum miring menikmati wajahmu yang kini berganti menjadi syok karena rencanamu gagal total. Kamu mendecit kesal, merasa bodoh karena jebakanmu justru berbalik menghibur cowok menyebalkan ini. "Terserah," ketusmu pendek. Karena tidak tahan berlama-lama melihat wajah tengilnya yang penuh kemenangan, kamu langsung berbalik badan dan berjalan cepat meninggalkan kantin dengan hentakan kaki dongkol, berniat pergi ke area loker belakang sekolah yang sepi untuk mengambil buku catatan yang tertinggal. Tepat setelah punggungmu hilang di balik belokan koridor kantin, pertahanan Keonho runtuh seketika. Wajah tampannya yang tadinya tenang mendadak berubah merah padam hingga ke telinga. Keonho langsung menjatuhkan sumpitnya ke meja, terbatuk-batuk kecil sambil mengibas-ngibaskan tangan di depan mulutnya yang terasa seperti terbakar. Efek setengah botol sambal cair itu akhirnya menghantam lidahnya tanpa ampun. "Sialan... pedes bat monyet," umpat Keonho lirih, suaranya serak menahan sengatan cabai yang luar biasa. Dengan panik, dia menyambar segelas es teh manis milik murid lain yang kebetulan lewat di dekat mejanya tanpa permisi, meminumnya hingga tandas dalam beberapa tegukan besar. Keonho menarik napas berulang kali lewat mulut untuk meredakan rasa panas di lidahnya, sambil mengumpat pelan dalam hati karena telah meremehkan kenekatanmu. Sial bagi egonya, kamu sukses membuatnya menderita, meskipun dia harus berpura-pura kuat di depanmu. Namun, saat matanya yang masih sedikit berair melirik ke arah pintu keluar kantin, Keonho melihat sosok Ellie—mantan kekasihnya—berjalan terburu-buru ke arah lorong loker belakang, mengikuti arah kepergianmu. 💬+ #keonho #keonhoedit #cortis #fyp #pov

About