@ddymtecnology4: Honor Play10, presentado en septiembre de 2025, es un teléfono inteligente de gama económica que funciona con Android 15 Go Edition. Entre sus principales características se destacan su amplia pantalla, una batería de gran capacidad y un procesador MediaTek. Pantalla y diseño Pantalla: 6.74 pulgadas con resolución HD+ de 720 x 1600 píxeles, ideal para el consumo de contenido. Dimensiones y peso: 167.7 x 77.7 x 8.55 mm y 189 gramos. Diseño: Presenta un diseño de esquinas redondeadas y un sensor de huella dactilar lateral para un desbloqueo seguro y rápido. Colores: Está disponible en tres colores: Cian Océano, Morado Estrellado y Negro Medianoche. Resistencia: Cuenta con una protección básica de ingreso IP52. Rendimiento y almacenamiento Procesador: Incorpora un chipset MediaTek Helio G81 de ocho núcleos, diseñado para un rendimiento ágil en tareas cotidianas. Memoria RAM y almacenamiento: Se ofrece en dos configuraciones: 3 GB de RAM con 64 GB de almacenamiento y 4 GB de RAM con 128 GB de almacenamiento. Almacenamiento expandible: El almacenamiento interno se puede ampliar mediante tarjetas microSD de hasta 1 TB. Sistema operativo: Ejecuta Android 15 (Go edition), una versión optimizada para dispositivos con especificaciones más modestas. Cámara Cámara trasera: Incluye una cámara principal de 13 MP con apertura f/2.2 para capturar imágenes claras. Cámara frontal: Viene con una cámara frontal de 5 MP ubicada en un notch en forma de gota de agua. Video: Ambas cámaras soportan grabación de video a 1080p. Batería Capacidad: Cuenta con una batería de 5000 mAh (valor típico), proporcionando una larga duración. Carga: La carga se realiza a través de un puerto USB-C 2.0 con soporte para una carga básica de 10W. Conectividad y audio Conectividad: Soporta Wi-Fi 5 (ac) y Bluetooth 5.1. Audio: Preserva el conector para auriculares de 3.5 mm y cuenta con receptor de radio FM. Extras: No incluye soporte para NFC. #LIVEIncentiveProgram #KeepItRealKeepItLIVE #PaidPartnership

ddymtecnology4🇻🇪
ddymtecnology4🇻🇪
Open In TikTok:
Region: VE
Thursday 30 October 2025 02:46:40 GMT
15293
252
13
68

Music

Download

Comments

isrrael.briceo7
I'srrael B'riceño :
😍😍el mio es el azul turquesa 😍😍
2026-04-12 00:17:46
5
.fercx7
✰𝐅𝐞𝐫𝐧𝐚𝐧𝐝𝐚✰ :
yo tengo el morado y es muy bueno 😁
2026-05-23 01:09:20
1
vichy_maus
☆⋆。𐙚 VICTORIA :@★•🫧 :
yo el morado
2026-03-08 19:44:30
5
jhonalvis.10
★Valeria★ :
yo tengo el negro
2026-01-21 19:19:48
4
jisel200520
Jisel :
el azul
2026-04-21 17:15:47
1
jhonalvis.10
★Valeria★ :
y es como un iPhone
2026-01-21 19:19:58
3
liriannyslopez4
Liri🎀 :
🌺
2025-11-06 17:24:18
1
luisfsv22
luisfs :
🥰
2025-11-25 22:30:48
1
To see more videos from user @ddymtecnology4, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About