@sfo.1s: #ميكي_ماوس #القدس #كدنزا #الشرق #الروضه

S
S
Open In TikTok:
Region: SA
Monday 03 November 2025 22:33:14 GMT
57643
1469
31
537

Music

Download

Comments

gmc_518
5.3★ :
2026-04-04 08:32:39
0
5_fau
🇸🇦🇸🇦. :
هاذا المحتوى الصح ماشالله
2025-12-09 18:58:33
1
pjx.q
S3o 🦂. :
الروضه وين؟؟
2025-11-06 23:06:08
3
fa_fa440
ام فارس :
ذا بحارتنا وربي
2026-01-11 16:12:27
1
mmmmmmmmmmmmmmmmmm2743
Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm :
يارب يرجعون
2025-12-08 14:26:05
0
i1w_21
🎩. Abu hamad :
شوفوا الستوري
2025-12-30 20:18:16
0
l78xm
🎓サローム🇨🇨 :
2025-12-31 20:11:53
2
.dsm2
Mjeed :
هذا شارع سعود الكبير ؟
2025-12-09 20:07:45
2
w.ku7
البريطاني🇬🇧💕 :
ما شاء الله 🥺💕
2025-11-07 11:57:40
0
al.906__
m7nk :
لذي درجه حارتنا مشهور و ميكي
2026-02-21 00:31:00
0
vcxzu79
2018 :
مكي موسى
2025-11-05 15:08:04
1
g3o816
ᵇᵃᵗᵃˡ :
2025-12-24 09:27:37
0
.rr6a8
بنيت الدخل :
🤫🤫
2026-01-11 16:22:55
1
c.g_o
ابو رنه 🔔 :
2025-11-04 02:05:29
1
.vlrn4
N5S494 :
ذا
2026-05-13 18:42:50
0
wwz_z
M :
مافي نياكل؟؟؟؟؟
2025-11-29 10:15:37
0
n_2v5
Heart. :
😉😉😉
2025-12-30 14:23:35
0
sms9250
Sms :
🥰🥰🥰
2026-03-02 17:33:26
0
krb__8
3 3 3 :
سوو لايك لي الفيديو الي حاطه بي الاستوري مو الاستوري تكفون فزعه
2025-12-28 15:54:48
0
ku.7l
ابو خالد :
رجعنا ٢٠١٧؟
2025-12-07 19:09:27
3
kj.4.7
ابو فيصل :
رجع بعد ما جربع ب الدوريات 😂😂
2025-12-16 19:56:58
0
To see more videos from user @sfo.1s, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pov : 1  Liburan yang seharusnya jadi momen paling menyenangkan dalam hidupmu malah berubah jadi hari paling sial. ‎ ‎Rencananya kamu akan menyusul teman-teman yang sudah lebih dulu menginap di sebuah villa tepi pantai. ‎ ‎Karena pesawatmu terlambat, kamu memilih naik taksi dari kota. ‎ ‎
pov : 1 Liburan yang seharusnya jadi momen paling menyenangkan dalam hidupmu malah berubah jadi hari paling sial. ‎ ‎Rencananya kamu akan menyusul teman-teman yang sudah lebih dulu menginap di sebuah villa tepi pantai. ‎ ‎Karena pesawatmu terlambat, kamu memilih naik taksi dari kota. ‎ ‎"Pak, ke Villa Laut Biru ya." ‎ ‎"Iya, Mbak. Duduk aja yang nyaman." ‎ ‎Awalnya semua baik-baik saja. Jalanan semakin sepi, gedung-gedung berganti sawah dan pepohonan. Kamu bahkan sempat memakai headset sambil menikmati pemandangan. ‎Sampai... ‎ ‎"Kok jalannya makin sempit ya, Pak?" ‎ ‎"Sebentar lagi, Mbak." ‎ ‎Lima belas menit kemudian, taksi berhenti tepat di depan gapura kayu bertuliskan ‎ ‎"Selamat Datang di Desa Harapan." ‎ ‎Kamu mengernyit. ‎ ‎"...Pak, ini bukan villa." ‎ ‎Sopir itu ikut bingung, lalu mengecek peta di ponselnya. ‎ ‎"Lho... aduh, salah masuk rute ternyata." ‎Kamu langsung memijat pelipis. ‎ ‎"Terus gimana?" ‎ ‎"Bapak udah gak bisa lanjut, bensin tinggal dikit. Mbak coba pesan taksi online aja dari sini." ‎ ‎"...Serius?" ‎ ‎ ‎"Iya." ‎ ‎Kamu menghela napas panjang lalu membuka ponsel. ‎ ‎1%. ‎ ‎Mata langsung membelalak. ‎ ‎"Jangan bercanda deh..." ‎ ‎Beberapa detik kemudian... ‎ ‎Mati. ‎ ‎"..." ‎ ‎Kamu menatap layar hitam itu dengan pasrah. ‎ ‎"Hari ini kenapa sih..." ‎ ‎ ‎ ‎Setelah sopir taksi pergi, kamu berdiri sendirian di pinggir jalan sambil menatap ponsel yang baru saja mati. ‎ ‎"Luar biasa..." ‎ ‎Kamu tertawa hambar. ‎ ‎"Liburan paling goblok yang pernah gue rencanain." ‎ ‎Di depanmu hanya ada jalan desa yang tenang. Angin membawa aroma sawah dan suara ombak yang samar dari kejauhan. ‎ ‎Pandanganmu berhenti pada sebuah warung kecil beratap seng. ‎ ‎"Semoga boleh minjem HP." ‎ ‎Kamu menyeret koper ke sana. ‎ ‎"Permisi, Bu... boleh minjem HP sebentar? HPsaya lowbat." ‎ ‎Pemilik warung yang sedang menuang kopi mendongak. ‎ ‎Tatapannya langsung membeku. ‎Gelas di tangannya hampir jatuh. ‎ ‎"...Lho." ‎ ‎"Ibu?" ‎ ‎"IH YA AMPUN!" ‎ ‎Suara itu menggema sampai ke rumah-rumah sekitar. ‎ ‎"ARTIS DATANG!" ‎ ‎Kamu langsung panik. ‎ ‎"B-Bukan, Bu—" ‎ ‎Belum selesai bicara, beberapa ibu keluar dari rumah sambil melepas celemek. ‎ ‎Anak-anak yang sedang main bola ikut berlari. Bahkan bapak-bapak yang sedang duduk di pos ronda langsung berdiri. ‎ ‎"Mana artisnya?" ‎ ‎"Ya Allah, cantik banget!" ‎ ‎"Aslinya lebih putih!" ‎ ‎"Foto dulu, Mbak!" ‎ ‎Dalam hitungan detik, kamu sudah dikelilingi warga. ‎Seseorang menarik pelan lenganmu. ‎ ‎"Mbak, selfie satu ya." ‎ ‎Yang lain langsung menyela. ‎ ‎"Eh antre, Bu!" ‎"Saya dulu!" ‎"Kak, senyum dong!" ‎"Kak, lihat sini!" ‎Puluhan ponsel terangkat ke arahmu. ‎Cekrek. ‎Cekrek. ‎Cekrek. ‎Lampu flash menyala dari segala arah. ‎Kamu sampai tidak tahu harus melihat kamera yang mana. ‎ ‎"Ih... Bu, saya bukan artis." ‎ ‎"Artis mah pasti bilang gitu." ‎ ‎"Iya, biar rendah hati." ‎ ‎"Tapi cantiknya bukan main." ‎ ‎Seorang nenek bahkan menggenggam kedua tanganmu. ‎ ‎"Nak, cucu nenek juga cantik, nanti kenalin ya." ‎ ‎Kamu hanya bisa tertawa canggung. ‎ ‎"Iya, Nek..." ‎ ‎Di tengah keramaian itu, tanpa seorang pun menyadari, seorang pria berjaket hitam mengambil tasmu yang tergeletak di bangku warung. ‎Ia berjalan cepat. ‎Semakin jauh. ‎ ‎Sampai akhirnya seorang anak kecil berteriak. ‎ ‎ ‎ ‎"KAK! TASNYA DIBAWA ORANG!" ‎ ‎Kamu yang sedang berdiri di depan warung kecil spontan menoleh. ‎ ‎Matamu langsung membelalak. ‎ ‎"Hah?!" ‎ ‎Benar saja. ‎ ‎Seorang pria asing sudah berlari sambil membawa tas selempangmu. ‎ ‎"WOI!" ‎ ‎Tanpa pikir panjang kamu langsung mengejarnya. ‎ ‎"BALIKIN TAS GUE!" ‎ ‎Pencuri itu malah mempercepat langkah. ‎ ‎ ‎ ‎Kamu terus berlari menyusuri jalan desa yang sedikit menurun. Warga yang melihat kejadian itu langsung berteriak memberi tahu orang-orang di sekitar. ‎ ‎"Maling!" ‎ ‎"Tolong! Ada maling!" ‎ ‎Kamu mengulurkan tangan, merasa tinggal sedikit lagi bisa meraih tasmu. ‎ ‎"Dikit lagi..." ‎ ‎Krek! ‎ ‎Hak sepatu sebelah kanan patah. ‎ ‎Tubuhmu kehilangan keseimbangan. ‎"AA!!!" ‎Byur! ‎ ‎Tubuhmu tercebur ke parit kecil di pinggir jalan. ‎#fyp #enhypen #au

About