@dokgo_chorong: 무당 업계의 단두대 매치 #웹툰 #웹툰리뷰 #웹툰추천 #네이버웹툰 #샤MONEY즘 #webtoon #manhwa

dokgo_chorong
dokgo_chorong
Open In TikTok:
Region: KR
Tuesday 04 November 2025 03:02:42 GMT
4039201
17960
282
617

Music

Download

Comments

mamalovesdurian
타잔악개 :
이렇게보니까 주인공 진짜 나빠보인닼ㅋㅋㅋㅋㅋ 원래 착한 재능충 고딩임
2025-11-04 03:14:16
1347
user7401193297818
외게이다(?) :
금장보살?X 김치에 보쌈?O
2026-02-10 06:39:57
385
user6134838295153
제리네 :
어차피 정식 광고인데 제목을 미리 띄워주시는 건 어떨까요 매번 답답해요 ㅠㅠ 이미 흥미 느껴서 바로 달려가고 싶은데 제목은 안 나오고... 태그는 무슨 팝업창에 가려져서 눈치 못 챌 때가 꽤 있거든요
2026-02-02 01:25:57
73
usercu7f1h5l3b
아앗 :
아니 그레서 스토리가 주식으로 싸우는거야 마법으로 싸우는거야 뭐야 ㅆ1ㅂ
2026-02-01 04:16:34
34
hi_bruh61
쓰나미 오레오 잔차 주인장 :
하지훈 아니노
2026-02-03 15:01:47
3
suho37829
수호 :
금장보살 진짜 착하긴 했지..
2026-02-08 11:55:54
3
imnotgay745
건팍 후게자 게지주 :
이거 진짜 ㄱ재밌음
2025-11-06 10:27:55
40
dream.plli
silver🥄🥈 :
누구 부른거임;;
2026-02-08 03:18:45
2
newskorea_16
𝕭𝖊𝖘𝖙💫 :
그래서 누가 이기고
2025-12-01 16:56:39
0
user69182546274462
. :
재밌나용??
2026-02-12 08:28:45
0
user7743454839105
👻 :
이거 재밌음? 작두 보는중인데
2026-02-18 07:10:54
2
estpsos
삭제 계정 :
제목
2026-02-03 03:04:07
0
gonbak0100
Gonbak :
막상이러면서 잘생긴 애들만 밀어줌
2026-02-19 00:18:52
3
genchang2
간장누나 :
저정도면 죽는거아닌가 저 몸무게면
2026-02-04 00:00:44
7
niddong_calladdong
♥︎ :
아니 주인공 개나쁘네.. 그냥 주식 올리면 좋은거잖아 왜 구지 누군가의 불운을 위해 행동하는거지 주인공은?
2026-02-06 01:06:03
1
tlqkftlqkf_181818
오끼그이상의민주 :
웹툰 한번 봐보려는데 샤money즘 재밌나요?
2026-03-02 10:45:26
0
jibandoc_official
ㄱㅣㄴㅂㅏㅁ :
제목이?
2025-11-04 21:44:24
13
userbal0660s3z
🫈 :
금장보살X금장보쌈O
2025-12-07 04:51:56
10
useregf6shwibi
. :
작가이름이 뭔가요?
2026-02-17 05:09:36
1
qkrtjgmlilove
통깡이사랑하는남자 :
이름좀
2026-02-15 11:41:27
0
user76511603669465
. :
제목?
2026-02-02 12:16:22
0
user7601454156832
👾에러👾 :
이순신은 반칙
2026-02-02 06:45:33
0
To see more videos from user @dokgo_chorong, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

✨Makna dalam kalimat ini adalah, bentuk kebutaan yang paling berbahaya bukan kehilangan penglihatan, melainkan keyakinan bahwa satu sudut pandang adalah satu-satunya kenyataan, 📌Ini jenis kebutaan yang tidak terasa, tidak sakit, dan sering dianggap sebagai kecerdasan atau prinsip hidup. Fenomena ini terlihat jelas di keseharian, informasi datang deras, potongan fakta bertebaran, opini beradu di mana-mana.  📌Dalam kondisi seperti ini, pikiran cenderung memilih satu versi yang terasa paling masuk akal, paling nyaman, lalu berhenti di sana, sejak titik itu, semua hal lain yang tidak sejalan dianggap salah, lemah, atau tidak layak didengar. 📌Masalahnya bukan pada perbedaan pendapat, masalah muncul saat sudut pandang berubah menjadi identitas, ketika pandangan dianggap sebagai diri, maka setiap perbedaan terasa seperti serangan pribadi, dari sini, emosi bekerja lebih cepat daripada logika. 📌 Reaksi muncul sebelum pemahaman sempat tumbuh. Secara psikologis, otak memang menyukai kepastian, kepastian memberi rasa aman, namun kepastian yang tidak pernah diuji perlahan mengeraskan cara berpikir, apa pun yang tidak cocok dengan kerangka lama otomatis ditolak, bukan karena salah, tetapi karena terasa mengganggu. 📌 Inilah titik di mana kebutaan bekerja tanpa disadari, Di sisi lain, realitas tidak pernah berdiri dari satu arah saja, sebuah kejadian bisa benar dari satu sudut, dan tetap masuk akal dari sudut yang berlawanan.  Dalam salah satu contohnya filsafat dan sains, banyak kebenaran lahir justru dari tabrakan perspektif, bukan dari keseragaman, dunia bergerak karena adanya gesekan pandangan, bukan karena semua sepakat. 📌Fenomena sosial hari ini memperjelas hal itu, polarisasi, label cepat, penghakiman instan, semua tumbuh subur di ruang yang sempit secara sudut pandang, banyak orang merasa paling benar, bukan karena telah memahami lebih dalam, tetapi karena jarang melihat dari arah lain. 📌Menariknya, semakin keras seseorang mempertahankan satu perspektif, semakin sempit ruang batinnya, bukan karena kurang informasi, tetapi karena terlalu yakin.  Keyakinan yang tidak memberi ruang bagi kemungkinan lain akhirnya berubah menjadi penjara pikiran. 📌Kebijaksanaan sering kali bukan soal tahu lebih banyak, melainkan berani menyadari bahwa realitas jauh lebih luas daripada apa yang terlihat dari posisi sekarang, ada lapisan, ada konteks, ada pengalaman hidup yang tidak bisa diukur hanya dengan satu cara pandang. 📌Pada akhirnya, kebutaan jenis ini tidak membuat gelap, justru terasa terang, yakin, dan penuh pembenaran, namun di balik itu, ada satu hal yang perlahan menghilang: kemampuan untuk memahami, bukan sekadar menilai. 📌Dan mungkin di situlah ironi terbesar berada, saat merasa paling melihat, justru di saat itulah penglihatan menjadi paling terbatas. Salam SegerWaras ✨ #SalamSegerWaras #positivevibes #IlmuHikmah #SpiritualJourney #QuantumRuhani
✨Makna dalam kalimat ini adalah, bentuk kebutaan yang paling berbahaya bukan kehilangan penglihatan, melainkan keyakinan bahwa satu sudut pandang adalah satu-satunya kenyataan, 📌Ini jenis kebutaan yang tidak terasa, tidak sakit, dan sering dianggap sebagai kecerdasan atau prinsip hidup. Fenomena ini terlihat jelas di keseharian, informasi datang deras, potongan fakta bertebaran, opini beradu di mana-mana. 📌Dalam kondisi seperti ini, pikiran cenderung memilih satu versi yang terasa paling masuk akal, paling nyaman, lalu berhenti di sana, sejak titik itu, semua hal lain yang tidak sejalan dianggap salah, lemah, atau tidak layak didengar. 📌Masalahnya bukan pada perbedaan pendapat, masalah muncul saat sudut pandang berubah menjadi identitas, ketika pandangan dianggap sebagai diri, maka setiap perbedaan terasa seperti serangan pribadi, dari sini, emosi bekerja lebih cepat daripada logika. 📌 Reaksi muncul sebelum pemahaman sempat tumbuh. Secara psikologis, otak memang menyukai kepastian, kepastian memberi rasa aman, namun kepastian yang tidak pernah diuji perlahan mengeraskan cara berpikir, apa pun yang tidak cocok dengan kerangka lama otomatis ditolak, bukan karena salah, tetapi karena terasa mengganggu. 📌 Inilah titik di mana kebutaan bekerja tanpa disadari, Di sisi lain, realitas tidak pernah berdiri dari satu arah saja, sebuah kejadian bisa benar dari satu sudut, dan tetap masuk akal dari sudut yang berlawanan. Dalam salah satu contohnya filsafat dan sains, banyak kebenaran lahir justru dari tabrakan perspektif, bukan dari keseragaman, dunia bergerak karena adanya gesekan pandangan, bukan karena semua sepakat. 📌Fenomena sosial hari ini memperjelas hal itu, polarisasi, label cepat, penghakiman instan, semua tumbuh subur di ruang yang sempit secara sudut pandang, banyak orang merasa paling benar, bukan karena telah memahami lebih dalam, tetapi karena jarang melihat dari arah lain. 📌Menariknya, semakin keras seseorang mempertahankan satu perspektif, semakin sempit ruang batinnya, bukan karena kurang informasi, tetapi karena terlalu yakin. Keyakinan yang tidak memberi ruang bagi kemungkinan lain akhirnya berubah menjadi penjara pikiran. 📌Kebijaksanaan sering kali bukan soal tahu lebih banyak, melainkan berani menyadari bahwa realitas jauh lebih luas daripada apa yang terlihat dari posisi sekarang, ada lapisan, ada konteks, ada pengalaman hidup yang tidak bisa diukur hanya dengan satu cara pandang. 📌Pada akhirnya, kebutaan jenis ini tidak membuat gelap, justru terasa terang, yakin, dan penuh pembenaran, namun di balik itu, ada satu hal yang perlahan menghilang: kemampuan untuk memahami, bukan sekadar menilai. 📌Dan mungkin di situlah ironi terbesar berada, saat merasa paling melihat, justru di saat itulah penglihatan menjadi paling terbatas. Salam SegerWaras ✨ #SalamSegerWaras #positivevibes #IlmuHikmah #SpiritualJourney #QuantumRuhani

About