@user5433993286800:

LawInActionTV
LawInActionTV
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 05 November 2025 01:46:08 GMT
223
6
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @user5433993286800, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

🎵 CERITA DI BALIK LAGU Immortality — Céline Dion feat. Bee Gees (1997/1998) Kalau dengar “Immortality”, mungkin yang langsung terbayang adalah Céline Dion di era 90-an, saat namanya sedang berada di puncak popularitas. Tapi ada satu hal menarik tentang lagu ini. “Immortality” ternyata bukan lagu yang dibuat untuk Titanic. Lagu ini justru ditulis oleh tiga bersaudara Bee Gees: Barry Gibb, Robin Gibb, dan Maurice Gibb. Mereka menulis “Immortality” pada tahun 1996 untuk proyek musikal panggung Saturday Night Fever. Saat itu Bee Gees membuat sebuah demo dengan Barry Gibb sebagai vokal utama. Demo tersebut baru dirilis jauh kemudian, pada 2001. Kemudian datanglah Céline Dion. Pada 1997, Céline merekam “Immortality” untuk album kelimanya dalam bahasa Inggris, Let’s Talk About Love. Dan di sinilah kolaborasi unik itu terjadi. Bukan hanya menulis lagunya, Bee Gees juga ikut memberikan backing vocals dalam rekaman Céline. Produsernya adalah Walter Afanasieff, yang juga dikenal lewat sejumlah produksi besar Céline Dion pada era tersebut. Céline merekam vokalnya pada Juni 1997, sementara Bee Gees menambahkan vokal mereka pada Agustus 1997. Bahkan sesi rekaman Bee Gees bersama Céline kemudian ikut didokumentasikan untuk video musiknya. Album Let’s Talk About Love dirilis pada November 1997. Dan ada kebetulan besar di tahun yang sama. Pada Desember 1997, Titanic dirilis. “My Heart Will Go On” kemudian meledak luar biasa dan membuat album Let’s Talk About Love ikut terdorong menjadi salah satu album terbesar Céline. Karena itu, “Immortality” sering ikut terbawa dalam suasana era Titanic. Padahal secara sejarah, lagu ini punya cerita sendiri. “Immortality” akhirnya dirilis sebagai single pada Juni 1998 di luar Amerika Serikat. Di Inggris, lagu ini mencapai posisi No. 5. Di Jerman, lagu ini bahkan mencapai No. 2. Dan di Swiss, mencapai No. 8. Jadi perjalanan lagu ini cukup unik: Bee Gees menulisnya pada 1996 untuk proyek Saturday Night Fever → Céline Dion merekamnya pada 1997 → Bee Gees ikut mengisi backing vocals → masuk album Let’s Talk About Love → kemudian dirilis sebagai single pada 1998. 🎧 Satu lagu. Tiga nama besar. Céline Dion di depan, Bee Gees di balik penulisan dan vokalnya. Dan meskipun muncul di tengah demam Titanic... “Immortality” ternyata punya cerita yang sama sekali berbeda. Kalau kamu dulu dengar lagu ini di era 90-an, kamu lebih ingat suara Céline Dion atau justru suara Bee Gees di bagian backing vocalnya? ❤️ #Immortality #CelineDion #BeeGees #Lagu90an #CeritaDiBalikLagu
🎵 CERITA DI BALIK LAGU Immortality — Céline Dion feat. Bee Gees (1997/1998) Kalau dengar “Immortality”, mungkin yang langsung terbayang adalah Céline Dion di era 90-an, saat namanya sedang berada di puncak popularitas. Tapi ada satu hal menarik tentang lagu ini. “Immortality” ternyata bukan lagu yang dibuat untuk Titanic. Lagu ini justru ditulis oleh tiga bersaudara Bee Gees: Barry Gibb, Robin Gibb, dan Maurice Gibb. Mereka menulis “Immortality” pada tahun 1996 untuk proyek musikal panggung Saturday Night Fever. Saat itu Bee Gees membuat sebuah demo dengan Barry Gibb sebagai vokal utama. Demo tersebut baru dirilis jauh kemudian, pada 2001. Kemudian datanglah Céline Dion. Pada 1997, Céline merekam “Immortality” untuk album kelimanya dalam bahasa Inggris, Let’s Talk About Love. Dan di sinilah kolaborasi unik itu terjadi. Bukan hanya menulis lagunya, Bee Gees juga ikut memberikan backing vocals dalam rekaman Céline. Produsernya adalah Walter Afanasieff, yang juga dikenal lewat sejumlah produksi besar Céline Dion pada era tersebut. Céline merekam vokalnya pada Juni 1997, sementara Bee Gees menambahkan vokal mereka pada Agustus 1997. Bahkan sesi rekaman Bee Gees bersama Céline kemudian ikut didokumentasikan untuk video musiknya. Album Let’s Talk About Love dirilis pada November 1997. Dan ada kebetulan besar di tahun yang sama. Pada Desember 1997, Titanic dirilis. “My Heart Will Go On” kemudian meledak luar biasa dan membuat album Let’s Talk About Love ikut terdorong menjadi salah satu album terbesar Céline. Karena itu, “Immortality” sering ikut terbawa dalam suasana era Titanic. Padahal secara sejarah, lagu ini punya cerita sendiri. “Immortality” akhirnya dirilis sebagai single pada Juni 1998 di luar Amerika Serikat. Di Inggris, lagu ini mencapai posisi No. 5. Di Jerman, lagu ini bahkan mencapai No. 2. Dan di Swiss, mencapai No. 8. Jadi perjalanan lagu ini cukup unik: Bee Gees menulisnya pada 1996 untuk proyek Saturday Night Fever → Céline Dion merekamnya pada 1997 → Bee Gees ikut mengisi backing vocals → masuk album Let’s Talk About Love → kemudian dirilis sebagai single pada 1998. 🎧 Satu lagu. Tiga nama besar. Céline Dion di depan, Bee Gees di balik penulisan dan vokalnya. Dan meskipun muncul di tengah demam Titanic... “Immortality” ternyata punya cerita yang sama sekali berbeda. Kalau kamu dulu dengar lagu ini di era 90-an, kamu lebih ingat suara Céline Dion atau justru suara Bee Gees di bagian backing vocalnya? ❤️ #Immortality #CelineDion #BeeGees #Lagu90an #CeritaDiBalikLagu

About