@anivaaay: cakeppp bgttt plisss😭😭 #curug #curugmuncar #purworejo

𝙸𝚐•𝚊𝚗𝚒𝚟𝚊𝚊𝚊𝚢🎀
𝙸𝚐•𝚊𝚗𝚒𝚟𝚊𝚊𝚊𝚢🎀
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 06 November 2025 14:59:37 GMT
23824
1857
21
338

Music

Download

Comments

si_alan0
ganteng :
maen aer bg🗿
2026-01-11 15:45:05
0
rerepaaaa_
reyvaa :
emang indah bgtt ka🥰
2025-11-29 01:59:31
5
happyymoonn
moonstarx :
ini kapan kak?
2025-11-08 10:41:43
0
rafiqois0
SUPERMENN<®°°> :
aku gak lagu lagi ke situ soalnya aku hampir mati karena hujan besar dan aku harus melewati sungai itu😭😭
2026-01-05 06:26:11
0
elykxy4
ht🦅 :
kpn tu
2025-12-30 09:32:35
0
kaaraex
kaaraex :
baru kemarin kesana
2025-12-19 11:46:32
0
sebutajadra27
NCnoIA🐉 :
di situ ada ukiran nama aku whe
2025-12-30 15:19:46
0
slanxker.sejati
Slanxkers sejati :
keren banget besty 👏👏👏
2025-11-06 22:03:56
0
pen9inapan.monggo
jee√ :
kemaren baru dari sini
2025-11-10 07:27:02
1
fbyyyj
fforfish :
kak izin sv ya
2025-12-18 12:29:11
0
stwindyati
🤏 :
fyp ku muncarrr kbh
2026-01-20 01:09:09
0
hanzs634a
𝘾𝙖𝙧𝙖𝙢𝙚𝙡𝙯 :
izin ambil
2026-01-22 06:22:08
0
dt_insaff1
DT_insaff :
mbayar po ora mlebu rono
2026-01-22 23:53:48
0
dkuyih
🌷 :
@tkaaa indah bgt😻
2026-01-09 11:27:07
0
airanabilaaaaaa
M🌹 :
@iniovo vooo
2025-12-04 07:58:40
1
sadewo9257
sadewo9257 :
👍👍👍👍❤❤❤❤
2025-11-07 06:39:09
0
fa_skakamuu
⏤͟͟͞͞𝕗𝕒𝕒𝕤𝕥𝕖𝕔✌ :
@fatimah.siti209
2026-01-25 03:05:25
0
To see more videos from user @anivaaay, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About