@fadilahnur1206: Kalau ngomongin sejarah pemikiran kiri di Indonesia, tiga nama ini nggak bisa dilewatkan: Tan Malaka, Sutan Sjahrir, dan D.N. Aidit. Ketiganya memang beda latar dan gaya perjuangan, tapi sama-sama berangkat dari semangat yang mirip: ingin masyarakat yang adil, bebas dari penindasan, dan sejahtera secara sosial. Tan Malaka bisa dibilang mewakili sosok kiri yang paling revolusioner. Dalam pemikirannya, terutama lewat buku Madilog, singkatan dari Materialisme, Dialektika, dan Logika. Dia menekankan pentingnya berpikir rasional dan ilmiah untuk melawan penjajahan dan kebodohan. Bagi Tan Malaka, kemerdekaan sejati nggak cukup cuma lepas dari Belanda, tapi juga harus bebas dari ketergantungan ekonomi dan mental kolonial. Ia ingin rakyat punya kesadaran kritis dan berani membangun sistemnya sendiri. Sementara itu, Sutan Sjahrir mengambil jalan yang lebih lembut, tapi tetap berakar pada semangat kiri. Ia dikenal sebagai tokoh sosialisme demokratis. Artinya, Sjahrir percaya bahwa perubahan sosial itu penting, tapi harus dilakukan lewat cara-cara yang manusiawi dan menghormati kebebasan individu. Buatnya, kemerdekaan tidak cuma soal mengganti penguasa, tapi tentang menciptakan sistem yang adil bagi semua. Ia menolak diktator, baik yang datang dari luar maupun dari dalam bangsa sendiri. Lain lagi dengan D.N. Aidit, yang membawa gagasan kiri ke level organisasi politik lewat Partai Komunis Indonesia (PKI). Aidit percaya bahwa perjuangan kelas adalah inti dari ketidakadilan, dan karena itu, buruh serta tani harus bersatu melawan penindasan ekonomi. Ia berusaha menjadikan PKI sebagai kekuatan massa yang terorganisir, dekat dengan rakyat, dan punya pengaruh nyata dalam kebijakan negara. Walau sama-sama bicara soal keadilan dan kesetaraan, ketiganya berbeda dalam cara dan konteks perjuangan. Tan Malaka lebih memilih jalur revolusi dan pendidikan rakyat. Sjahrir lewat politik demokratis dan etika kemanusiaan. Sedangkan Aidit lewat gerakan partai massa dan ideologi Marxis-Leninis. Tapi pada akhirnya, ketiganya punya benang merah yang sama: mereka ingin Indonesia yang bukan hanya merdeka secara politik, tapi juga merdeka secara sosial dan ekonomi, di mana manusia bisa hidup setara dan bermartabat. Referensi: Antaranews. “Tan Malaka dan Pikiran Revolusionernya.” Megapolitan Antara News. Diakses 11 November 2025. https://megapolitan.antaranews.com/berita/331946/tan-malaka. Universitas Negeri Surabaya. “Sutan Sjahrir: Sosialis dan Demokrasi di Indonesia.” Ejournal Unesa – Avatara: e-Journal Pendidikan Sejarah, Vol. 8 No. 3 (2020). Diakses 11 November 2025. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/32806. Universitas Sebelas Maret. “Peran D.N. Aidit dalam Proses Kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) Tahun 1948 sampai Tahun 1965 dan Relevansinya sebagai Pengembangan Materi Sejarah Indonesia Wajib Kelas XII SMA.” Digilib UNS. Diakses 11 November 2025. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/81159/Peran-DN-Aidit-dalam-Proses-Kebangkitan-Partai-Komunis-Indonesia-PKI-Tahun-1948-Sampai-Tahun-1965-dan-Relevansinya-Sebagai-Pengembangan-Materi-Sejarah-Indonesia-Wajib-Kelas-XII-SMA. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Pemikiran Sosialisme Demokratis Sutan Sjahrir dalam Konteks Sosial-Politik Indonesia.” Digilib UIN Sunan Kalijaga. Diakses 11 November 2025. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/52575/. #leftwingpolitics #tanmalaka #sutansjahrir #aidit #sosialisme
user91061072940
Region: ID
Tuesday 11 November 2025 03:31:48 GMT
Music
Download
Comments
Faris :D | digital marketer :
keren nih
2025-11-11 03:52:54
1
fatur•[sba] :
🥰
2026-01-03 00:03:55
0
To see more videos from user @fadilahnur1206, please go to the Tikwm
homepage.