@teachingwith_tori: My favorite November activity!! Read the book: Balloons Over Broadway 🎈 #november #activity #elementaryschool #teacher #fun

Tori Hanley
Tori Hanley
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 12 November 2025 00:01:05 GMT
38656
1363
24
388

Music

Download

Comments

caitysites
caity✨🪩🍒🎱 :
how does the air not just come out the open end of the straw? am i missing something?😂 would love to do this with my pre-k class🫶🏻
2025-11-14 20:25:20
5
bethanybartonhere
bethanybartonhere :
Ooo found it!
2025-12-05 17:57:27
0
arielmarie_0331
Ariel :
Does the type of marker matter?
2025-11-18 11:51:03
2
cam._.why
cordelia :
mine are coming out so bad. the air keeps coming out 😭
2025-11-16 02:33:45
2
naomilaineroberts
Naomi Laine Robertson :
How long did it stay inflated?
2025-11-15 23:06:46
1
mamachaffman
mamachaffman :
So cute!!!
2025-11-12 00:28:03
1
michelle.gerrit
♏ichelle⭐ :
We started ours today, some of my kids made small ones😂 we shall see
2025-11-14 02:37:46
1
c_c_c17
Courtney :
This is genius 😍
2025-11-12 01:22:55
1
jenni4rmtheblock
Jenni4rmtheclass :
What kind of markers can they use ? 😀
2025-11-12 06:20:27
1
asmeriglio24
Allison S :
I ended up doing small foil balloons this year! They r working so much better
2025-11-20 03:02:45
0
ericaduds08
EricaDuds08 :
I couldn’t seal mine fast enough so all the air came out. I ended up stuffing them with toilet paper.🫣🤷🏼‍♀️
2025-11-16 15:39:26
1
beksteachesfirst
B :
😁😁😁
2025-11-21 19:07:49
0
goldendaydreamer
Deshaun :
😂😂😂
2025-11-17 22:23:59
0
kristin9177
Kristin :
😁
2025-11-16 18:02:02
0
yvett2021
MiriAguas :
what kind of aluminum foil?
2025-11-16 06:30:20
1
To see more videos from user @teachingwith_tori, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di zaman ketika manusia berlomba memperlihatkan dirinya paling saleh, paling sibuk dalam ibadah, paling terlihat dekat dengan Tuhan, ada satu hal yang perlahan menghilang dari kehidupan batin manusia, yaitu kesadaran akan siapa dirinya di hadapan Allah. Banyak orang mengejar pengakuan spiritual, tetapi lupa memahami hakikat kehinaan dirinya sendiri. Padahal, bukan banyaknya gerakan yang membuat manusia mulia, melainkan sejauh mana hatinya mengenali bahwa dirinya hanyalah makhluk lemah yang hidup sepenuhnya dari belas kasih Tuhan. Di situlah letak sesuatu yang sering tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi sangat bernilai di sisi langit. Amal dapat terlihat oleh manusia, tetapi kesadaran diri hanya diketahui oleh hati dan Tuhan yang menciptakannya. Ada manusia yang amalnya sedikit, tetapi hatinya penuh rasa takut kehilangan Allah. Ada pula manusia yang amalnya melimpah, tetapi diam-diam jiwanya dipenuhi rasa bangga terhadap dirinya sendiri. Dunia sering tertipu oleh tampilan luar, karena manusia terbiasa menilai dari apa yang tampak. Padahal, kehancuran batin sering lahir justru dari rasa merasa suci. Dalam kehidupan sosial, manusia didorong untuk terus terlihat hebat, termasuk dalam urusan agama. Akibatnya, banyak orang sibuk membangun citra spiritual, tetapi tidak pernah benar-benar mengenal kelemahan dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan rasa fakir di hadapan Allah, pada saat itu pula ia mulai kehilangan jalan pulang menuju ketulusan. 1. Kesadaran diri adalah pintu awal menuju kemuliaan sejati Manusia yang mengenal dirinya akan sadar bahwa seluruh hidupnya hanyalah rangkaian kebutuhan yang tidak pernah selesai. Ia butuh udara untuk bernapas, butuh kesehatan untuk bergerak, butuh ketenangan untuk bertahan hidup, dan semua itu tidak pernah benar-benar berada dalam kuasanya. Kesadaran seperti ini melahirkan kerendahan hati yang tulus. Ia tidak mudah merasa lebih baik dari orang lain, karena ia tahu betapa rapuh dirinya tanpa pertolongan Allah. Kemuliaan bukan lahir dari tingginya posisi spiritual di mata manusia, tetapi dari dalam hati yang sadar bahwa dirinya hanyalah hamba yang selalu bergantung kepada Tuhannya. 2. Amal tanpa kesadaran bisa melahirkan kesombongan yang tersembunyi Tidak semua amal membawa manusia semakin dekat kepada Allah. Ada amal yang justru membuat manusia diam-diam mengagumi dirinya sendiri. Ketika seseorang mulai merasa dirinya lebih suci karena ibadahnya, lebih pantas masuk surga karena amalnya, saat itu ia sedang berjalan menuju jebakan yang sangat halus. Kesombongan spiritual adalah penyakit yang sulit dikenali karena ia sering bersembunyi di balik penampilan saleh. Manusia mungkin bisa menangis saat berdoa, tetapi belum tentu hatinya benar-benar tunduk. Dan sering kali, Allah lebih mencintai hati yang hancur karena sadar akan dosanya daripada hati yang bangga karena merasa banyak ibadahnya. 3. Rasa fakir di hadapan Allah membuat manusia lebih manusiawi Orang yang sadar bahwa dirinya fakir di hadapan Allah akan lebih lembut terhadap kesalahan orang lain. Ia tidak mudah menghina, karena ia tahu dirinya sendiri penuh kekurangan. Ia tidak mudah merendahkan, karena ia sadar betapa sering Allah menutupi aibnya. Kesadaran ini membuat manusia menjadi lebih tenang dalam bersosial. Ia tidak hidup dengan dorongan untuk selalu menang atau terlihat paling benar. Di tengah dunia yang penuh penghakiman, jiwa seperti ini menjadi tempat yang menenangkan bagi banyak orang. 4. Kemuliaan tidak selalu tampak di mata manusia Ada orang yang terkenal karena ibadahnya, tetapi belum tentu mulia di sisi Allah. Ada pula orang yang tidak dikenal siapa-siapa, tetapi langit mengenalnya dengan sangat baik. Dunia terlalu sibuk menghitung apa yang terlihat, sedangkan Allah melihat apa yang tersembunyi. Karena itu, jangan terlalu cepat mengagumi seseorang hanya karena tampilan luarnya.
Di zaman ketika manusia berlomba memperlihatkan dirinya paling saleh, paling sibuk dalam ibadah, paling terlihat dekat dengan Tuhan, ada satu hal yang perlahan menghilang dari kehidupan batin manusia, yaitu kesadaran akan siapa dirinya di hadapan Allah. Banyak orang mengejar pengakuan spiritual, tetapi lupa memahami hakikat kehinaan dirinya sendiri. Padahal, bukan banyaknya gerakan yang membuat manusia mulia, melainkan sejauh mana hatinya mengenali bahwa dirinya hanyalah makhluk lemah yang hidup sepenuhnya dari belas kasih Tuhan. Di situlah letak sesuatu yang sering tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi sangat bernilai di sisi langit. Amal dapat terlihat oleh manusia, tetapi kesadaran diri hanya diketahui oleh hati dan Tuhan yang menciptakannya. Ada manusia yang amalnya sedikit, tetapi hatinya penuh rasa takut kehilangan Allah. Ada pula manusia yang amalnya melimpah, tetapi diam-diam jiwanya dipenuhi rasa bangga terhadap dirinya sendiri. Dunia sering tertipu oleh tampilan luar, karena manusia terbiasa menilai dari apa yang tampak. Padahal, kehancuran batin sering lahir justru dari rasa merasa suci. Dalam kehidupan sosial, manusia didorong untuk terus terlihat hebat, termasuk dalam urusan agama. Akibatnya, banyak orang sibuk membangun citra spiritual, tetapi tidak pernah benar-benar mengenal kelemahan dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan rasa fakir di hadapan Allah, pada saat itu pula ia mulai kehilangan jalan pulang menuju ketulusan. 1. Kesadaran diri adalah pintu awal menuju kemuliaan sejati Manusia yang mengenal dirinya akan sadar bahwa seluruh hidupnya hanyalah rangkaian kebutuhan yang tidak pernah selesai. Ia butuh udara untuk bernapas, butuh kesehatan untuk bergerak, butuh ketenangan untuk bertahan hidup, dan semua itu tidak pernah benar-benar berada dalam kuasanya. Kesadaran seperti ini melahirkan kerendahan hati yang tulus. Ia tidak mudah merasa lebih baik dari orang lain, karena ia tahu betapa rapuh dirinya tanpa pertolongan Allah. Kemuliaan bukan lahir dari tingginya posisi spiritual di mata manusia, tetapi dari dalam hati yang sadar bahwa dirinya hanyalah hamba yang selalu bergantung kepada Tuhannya. 2. Amal tanpa kesadaran bisa melahirkan kesombongan yang tersembunyi Tidak semua amal membawa manusia semakin dekat kepada Allah. Ada amal yang justru membuat manusia diam-diam mengagumi dirinya sendiri. Ketika seseorang mulai merasa dirinya lebih suci karena ibadahnya, lebih pantas masuk surga karena amalnya, saat itu ia sedang berjalan menuju jebakan yang sangat halus. Kesombongan spiritual adalah penyakit yang sulit dikenali karena ia sering bersembunyi di balik penampilan saleh. Manusia mungkin bisa menangis saat berdoa, tetapi belum tentu hatinya benar-benar tunduk. Dan sering kali, Allah lebih mencintai hati yang hancur karena sadar akan dosanya daripada hati yang bangga karena merasa banyak ibadahnya. 3. Rasa fakir di hadapan Allah membuat manusia lebih manusiawi Orang yang sadar bahwa dirinya fakir di hadapan Allah akan lebih lembut terhadap kesalahan orang lain. Ia tidak mudah menghina, karena ia tahu dirinya sendiri penuh kekurangan. Ia tidak mudah merendahkan, karena ia sadar betapa sering Allah menutupi aibnya. Kesadaran ini membuat manusia menjadi lebih tenang dalam bersosial. Ia tidak hidup dengan dorongan untuk selalu menang atau terlihat paling benar. Di tengah dunia yang penuh penghakiman, jiwa seperti ini menjadi tempat yang menenangkan bagi banyak orang. 4. Kemuliaan tidak selalu tampak di mata manusia Ada orang yang terkenal karena ibadahnya, tetapi belum tentu mulia di sisi Allah. Ada pula orang yang tidak dikenal siapa-siapa, tetapi langit mengenalnya dengan sangat baik. Dunia terlalu sibuk menghitung apa yang terlihat, sedangkan Allah melihat apa yang tersembunyi. Karena itu, jangan terlalu cepat mengagumi seseorang hanya karena tampilan luarnya.

About