@fwg.annh: Túi Morata chất lượng ✨ #morata #tuixach #tuiuniex #tuideocheo

⟡♡ 𝙼𝚎́𝚝 𝚜𝚊́𝚞 𝚋𝚊 ⋆˙⟡
⟡♡ 𝙼𝚎́𝚝 𝚜𝚊́𝚞 𝚋𝚊 ⋆˙⟡
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 12 November 2025 16:53:40 GMT
639
8
3
0

Music

Download

Comments

phuong.hebi
𝑷𝒉𝒖𝒐𝒏𝒈 𝑯𝒆𝒃𝒊 :
Xinh nha
2025-11-13 02:09:19
0
mimiunboxne_0604
ᯓ 𝚖𝚒𝚖𝚒 𝚞𝚗𝚋𝚘𝚡 ⋆˚࿔ :
xinh quá nè
2025-11-13 05:29:09
0
_morata.brand_
Morata Brand :
🥰🥰🥰
2025-11-24 04:58:17
0
To see more videos from user @fwg.annh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lubuk Larangan Tanjung Belit: Kearifan Lokal yang Jaga Sungai Tetap Lestari di Tengah Ancaman PETI dan Limbah Di tengah persoalan kerusakan lingkungan akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan limbah pabrik yang mengancam kelestarian sungai di sejumlah wilayah, masyarakat Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, masih mempertahankan kearifan lokal untuk menjaga sungai dan sumber daya ikan. Kearifan lokal tersebut diwujudkan melalui tradisi lubuk larangan, yang telah dijaga masyarakat secara turun-temurun selama puluhan tahun. Salah satunya Lubuk Larangan RT 04 Suko Menanti. Pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, lubuk larangan tersebut resmi dibuka. Ratusan warga dari berbagai daerah ikut turun ke Sungai Batang Asam untuk menangkap ikan secara bersama-sama. Warga menggunakan alat tangkap tradisional seperti jala dan panah ikan. Berbagai jenis ikan berhasil diperoleh, di antaranya ikan maser, lampam, baung dan sejumlah jenis ikan lainnya. Rio Tanjung Belit Mahyudin didampingi Ketua RT 04 Samsur mengatakan, sebelum Lubuk Larangan RT 04 dibuka, lubuk larangan RT 03 dan lubuk larangan pemuda juga telah dibuka. “Betul, hari ini RT 04 membuka lubuk larangan. Sebelumnya RT 03 dan lubuk larangan pemuda sudah dibuka. Sekarang giliran RT 04,” ujarnya. Lebih dari sekadar tradisi menangkap ikan, lubuk larangan menjadi bentuk kesepakatan masyarakat untuk memberi kesempatan ikan berkembang biak sekaligus menjaga ekosistem sungai. Di Dusun Tanjung Belit, hampir setiap RT memiliki lubuk larangan yang telah dikelola masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Selama masa larangan, masyarakat tidak mengambil ikan secara sembarangan. Setelah waktunya tiba, lubuk dibuka dan hasilnya dapat dinikmati bersama. “Ini merupakan tradisi kearifan lokal yang sudah turun-temurun di Dusun Tanjung Belit. Kami juga menjaga kelestarian sungai agar bebas dari pencemaran,” kata Mahyudin. Tradisi tersebut tidak hanya diikuti masyarakat Tanjung Belit. Warga dari luar daerah seperti Dharmasraya, Limbur dan daerah Bungo lainnya turut datang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Laporan: Azhar #bungotoday
Lubuk Larangan Tanjung Belit: Kearifan Lokal yang Jaga Sungai Tetap Lestari di Tengah Ancaman PETI dan Limbah Di tengah persoalan kerusakan lingkungan akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan limbah pabrik yang mengancam kelestarian sungai di sejumlah wilayah, masyarakat Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, masih mempertahankan kearifan lokal untuk menjaga sungai dan sumber daya ikan. Kearifan lokal tersebut diwujudkan melalui tradisi lubuk larangan, yang telah dijaga masyarakat secara turun-temurun selama puluhan tahun. Salah satunya Lubuk Larangan RT 04 Suko Menanti. Pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, lubuk larangan tersebut resmi dibuka. Ratusan warga dari berbagai daerah ikut turun ke Sungai Batang Asam untuk menangkap ikan secara bersama-sama. Warga menggunakan alat tangkap tradisional seperti jala dan panah ikan. Berbagai jenis ikan berhasil diperoleh, di antaranya ikan maser, lampam, baung dan sejumlah jenis ikan lainnya. Rio Tanjung Belit Mahyudin didampingi Ketua RT 04 Samsur mengatakan, sebelum Lubuk Larangan RT 04 dibuka, lubuk larangan RT 03 dan lubuk larangan pemuda juga telah dibuka. “Betul, hari ini RT 04 membuka lubuk larangan. Sebelumnya RT 03 dan lubuk larangan pemuda sudah dibuka. Sekarang giliran RT 04,” ujarnya. Lebih dari sekadar tradisi menangkap ikan, lubuk larangan menjadi bentuk kesepakatan masyarakat untuk memberi kesempatan ikan berkembang biak sekaligus menjaga ekosistem sungai. Di Dusun Tanjung Belit, hampir setiap RT memiliki lubuk larangan yang telah dikelola masyarakat sejak puluhan tahun lalu. Selama masa larangan, masyarakat tidak mengambil ikan secara sembarangan. Setelah waktunya tiba, lubuk dibuka dan hasilnya dapat dinikmati bersama. “Ini merupakan tradisi kearifan lokal yang sudah turun-temurun di Dusun Tanjung Belit. Kami juga menjaga kelestarian sungai agar bebas dari pencemaran,” kata Mahyudin. Tradisi tersebut tidak hanya diikuti masyarakat Tanjung Belit. Warga dari luar daerah seperti Dharmasraya, Limbur dan daerah Bungo lainnya turut datang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Laporan: Azhar #bungotoday

About