Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@isnael.agronomo: Com essa técnica de adubação as plantas vão absorver todo esse adubo e vai crescer e desenvolver muito melhor. Vem comigo. #campo #roça #interior #banana
Agrônomo de Vera
Open In TikTok:
Region: BR
Saturday 15 November 2025 21:01:13 GMT
651715
17845
396
6318
Music
Download
No Watermark .mp4 (
21.39MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
21.25MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
nathan :
quem viu dando certo?
2025-11-15 22:30:46
3
Neuza Ramos2480 :
Mas a bananeira produz cacho só uma vez então essa aí que cortou, não produzirá mais.
2025-11-16 15:20:53
16
Voulin Rabanno... :
2025-11-15 21:52:34
54
STATUS :
O povo não presta atenção. As próximas bananeiras a produzir sao as que estão ao redor dessas que ele cortou 🤦
2026-01-22 19:33:47
2
Francisco Cunha :
mostra o resultado
2025-11-15 21:05:46
9
Luiz mauro :
Bom dia
2025-11-27 15:02:16
1
Célia , :
eu sou apaixonado no seus vídeos
2025-11-16 00:24:15
5
Sandra Santos :
Não é melhor fazer na hora da plantação? Na cova? E colocar em baixo? Já estava produzindo.
2025-11-16 03:28:45
4
Anilton José Lima589 :
muito bom
2025-11-20 11:21:26
1
Denise :
boa
2025-11-15 23:27:50
4
Naturezaepaz :
parabéns, obrigada pelo ensino
2025-12-09 05:38:47
1
José Carlos Aprile :
é pegadinha né kkkk, só pode
2025-11-21 10:11:54
1
Carlos 1968 :
kkkkkkkkkkkkkkkkkk
2025-12-01 11:20:11
1
suziaguiar452 :
parte2
2025-11-15 22:47:00
1
Jose117119 :
boa tarde amigo eu acho os seus vídeos muito interessante mas vc nunca mostra os resultados das coisas que você posta e ensina
2025-11-15 21:28:23
5
ademarrodrigues597 :
verdade mesmo falou tudo 👍👍🤣🤣🤣
2025-11-16 00:22:50
1
Jean Ribeiro :
eu sou Eng agrônomo, n seria mais eficiente fazer a adubação em solo, fracionada e 3 vezes uma de fundação e 2 de cobertura na touceira?
2025-12-05 09:41:57
2
CÃO DOIDO :
mas serve só pra esse tipo de banana
2025-11-17 23:07:02
1
Maria Conceição :
pega a dica gostei obrigado
2025-11-16 09:44:15
1
Robson César :
Eu não acredito feito dessa forma kkk
2025-11-16 02:13:12
1
Adhir :
de veras vc tem dados científicos sobre essa adubação no tronco
2025-11-15 23:59:08
1
Paulo da Silv :
🤣😂 kkk sei não em
2025-11-15 22:48:39
1
Sérgio :
oque esse super simples
2026-03-12 02:29:45
0
Alexsander Duarte :
Quanto tempo pra crescer novamente ?
2026-03-06 19:34:32
0
niuza :
boa tarde amigo
2025-11-15 21:30:05
0
To see more videos from user @isnael.agronomo, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
October revolution#communism #lenin #sovietunion #revolution #creatorsearchinsights
#islamecvideos #قرآن #ذکرِ سرکار ﷺ کی ہے بڑی برکت، دل کو ملتی ہے سکون و راحت۔ 💚#🌸🌸
#onthisday
📍Núi Thành Đẳng.28-10-2026⛰️ Mỗi bước đi là một câu chuyện, tuổi trẻ ngại gì không thực hiện. #nuithanhdang #quảngninh #trekking
New Account follow @Urooj❤Ch
POV: Enam tahun pernikahan kalian akhirnya membuahkan sesuatu yang selama ini hanya berani kamu impikan. Kamu hamil. Sunghoon menjadi orang pertama yang mengetahui kabar itu. Lelaki yang biasanya begitu tenang mendadak menangis saat melihat dua garis merah di alat tes kehamilanmu. Dia memelukmu erat, berkali-kali mencium keningmu, seolah masih sulit mempercayai bahwa kalian akhirnya akan menjadi orang tua. "Kita bakal punya anak, Sayang." Sebenarnya, enam tahun pernikahan kalian bukanlah perjalanan yang mudah. Sejak awal, keluarga Sunghoon menentang hubungan kalian. Mereka menganggapmu tidak pantas menjadi istrinya hanya karena kamu belum juga mengandung. Bahkan, mereka terang-terangan menyebutmu mandul. Kamu sudah terlalu sering menangis karena ucapan mereka. Berkali-kali kamu merasa bersalah kepada Sunghoon, merasa bahwa kamu telah merampas kesempatan lelaki itu untuk memiliki keturunan. Tapi Sunghoon tidak pernah berpikir demikian. "Aku menikahimu karena cinta, bukan karena ingin punya anak. Kalau kita memang nggak dikasih anak, nggak apa-apa. Aku masih punya kamu." Kalimat itu selalu menjadi tempatmu pulang setiap kali dunia terasa begitu kejam. Dan sekarang, ketika akhirnya kamu hamil, keluarga Sunghoon mendadak berubah. Mereka yang dahulu meremehkanmu kini memperlakukanmu dengan begitu baik. Kamu diperhatikan, dimanjakan, bahkan tak dibiarkan melakukan pekerjaan rumah sendirian. Ketika dokter mengatakan kemungkinan besar bayi kalian laki-laki, kebahagiaan mereka semakin besar. Sunghoon sendiri tidak pernah berhenti menjagamu. Dia menemanimu ke setiap pemeriksaan, mengusap perutmu sebelum tidur, dan berbicara kepada bayi kalian setiap malam. "Nak, jangan bikin Mama capek, ya. Papa sayang banget sama Mama. Kamu juga harus sayang sama Mama." "Kalau nanti anak kita lebih sayang aku daripada kamu, gimana?" "Nggak boleh. Kalian berdua harus sayang aku." Dia mengecup keningmu, lalu memelukmu erat. "Aku sayang kalian berdua." Kamu tidak pernah menyangka bahwa suatu hari nanti, kalimat itu akan menjadi sesuatu yang begitu menyakitkan untuk diingatnya. --- Hari persalinanmu tiba. Sunghoon menggenggam tanganmu sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Wajahnya terlihat begitu tegang, tetapi dia terus berusaha menenangkanmu. "Sebentar lagi, Sayang. Kita bakal ketemu anak kita." Kamu mengangguk meski rasa sakit semakin sulit ditahan. Namun, keadaan berubah ketika kondisimu mendadak memburuk. Dokter segera membawamu ke ruang tindakan, meninggalkan Sunghoon yang hanya bisa menunggu di luar dengan kedua tangan gemetar. Tak lama kemudian, dokter keluar dengan wajah serius. "Kondisi istri Anda dan bayinya sangat kritis. Kami harus segera mengambil tindakan. Ada kemungkinan hanya salah satu yang bisa diselamatkan." Sunghoon terdiam, sebelum akhirnya menggeleng kuat. "Selamatkan istri saya, Dok. Tolong, saya mohon." "Hoon, pikirkan baik-baik!" ibunya menyela. "Selamatkan bayinya! Belum tentu dia bisa hamil lagi setelah ini!" Sunghoon menoleh dengan mata memerah. "Dia istri saya! Enam tahun dia bertahan menghadapi kalian, dan sekarang kalian tega menyuruh saya membiarkan dia mati?" "Kami hanya ingin cucu!" "DAN SAYA INGIN ISTRI SAYA!" Suaranya pecah di lorong rumah sakit. "Saya nggak peduli soal anak kalau harus kehilangan dia!" Tak lama kemudian, seorang perawat memberitahukan bahwa kamu ingin menemuinya. Sunghoon segera masuk dan menggenggam tanganmu yang semakin lemah. "Sayang, aku di sini. Kamu harus bertahan, ya? Kita pulang sama-sama." Kamu menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Hoon, katanya masih ada kemungkinan kita berdua selamat. Dua puluh persen, katanya." Kamu berbohong. Kamu hanya ingin melihatnya tersenyum sekali lagi. Dan ketika Sunghoon akhirnya tersenyum sambil menangis, kamu merasa sudah cukup. "Aku sayang kamu, Hoon." "Aku juga sayang kamu. Jadi, tolong jangan tinggalin aku." Kamu mengusap pipinya untuk terakhir kali. "Maaf, ya." +KOMEN #pov #sunghoon #enhypen #foryoupage #enhypenpov
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy