@xaigiriviunay: Túi xách nữa Mirri bag mini 2 có dây đeo chéo Lesac #tuiminideocheo #lesac #tuixachcamtay #tuimini

IAM
IAM
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 16 November 2025 15:27:52 GMT
4807
8
0
22

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @xaigiriviunay, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ketua Umum Viking Persib Club (VPC) Tobias Ginanjar mengecam penyerangan bus yang membawa rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang. Menurut Tobias, aksi terhadap pemain dan ofisial tim junior sudah berada di luar batas rivalitas dalam sepak bola. Tobias mengingatkan kembali istilah “rivalitas 2x45” yang selama ini menjadi pengingat bagi suporter untuk menjaga persaingan tetap berada di dalam pertandingan. Baginya, rivalitas seharusnya tidak dibawa ke luar tribun, apalagi sampai menyasar pemain dan ofisial klub.  “Istilah rivalitas 2x45 ada untuk jadi reminder agar tidak melakukan hal-hal konyol di luar tribun, tidak ada hubungan dengan pertandingan,” kata Tobias.  Ia menilai penyerangan terhadap rombongan Persib U-18 merupakan persoalan yang jauh lebih serius. Sebab, korban dalam kejadian tersebut bukan hanya pihak yang terlibat dalam pertandingan, melainkan pemain muda yang sedang menjalani proses pembinaan. “Kalau official dan pemain klub junior sampai diserang, itu sudah another level lagi. Rivalitasnya makin ke sini makin ke sana,” ujarnya. Tobias menegaskan kasus tersebut tidak seharusnya lagi dilihat sebatas insiden antarsuporter. Menurutnya, keselamatan pemain Elite Pro Academy (EPA) U-18 harus menjadi perhatian semua pihak karena mereka merupakan bagian dari masa depan sepak bola Indonesia.  “Ini bukan lagi soal insiden suporter, tetapi menyangkut keselamatan pemain EPA U-18 yang sedang menjalani proses pembinaan,” kata Tobias.  Ia mengingatkan bahwa para pemain muda tersebut nantinya bisa memiliki karier di klub mana pun. Karena itu, mereka seharusnya mendapatkan lingkungan yang aman untuk berkembang tanpa harus menjadi korban kekerasan akibat rivalitas suporter.  “Mereka adalah calon penerus sepak bola nasional yang bisa saja bermain di klub manapun nantinya. Sudah seharusnya semua pihak ikut menjaga dengan memberi mereka rasa aman,” ujarnya. Tobias berharap kepolisian dapat segera mengusut kejadian tersebut. Terlebih, sejumlah rekaman video dan foto terkait penyerangan telah beredar dan diharapkan dapat membantu proses identifikasi.  “Semoga dengan banyaknya bukti-bukti cuplikan video dan foto yang tersebar bisa membantu kepolisian mengambil langkah cepat untuk melakukan proses hukum kepada orang-orang yang terlibat,” katanya. Tobias berharap proses hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat dapat menjadi langkah untuk menghentikan kekerasan yang mengatasnamakan rivalitas. Ia ingin persaingan antarsuporter tetap berada dalam koridor yang sehat dan tidak mengancam keselamatan siapa pun, terlebih pemain yang masih berada dalam usia pembinaan.***#persib #tobiasginanjar #viking #Bobotoh #fypシ゚
Ketua Umum Viking Persib Club (VPC) Tobias Ginanjar mengecam penyerangan bus yang membawa rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang. Menurut Tobias, aksi terhadap pemain dan ofisial tim junior sudah berada di luar batas rivalitas dalam sepak bola. Tobias mengingatkan kembali istilah “rivalitas 2x45” yang selama ini menjadi pengingat bagi suporter untuk menjaga persaingan tetap berada di dalam pertandingan. Baginya, rivalitas seharusnya tidak dibawa ke luar tribun, apalagi sampai menyasar pemain dan ofisial klub. “Istilah rivalitas 2x45 ada untuk jadi reminder agar tidak melakukan hal-hal konyol di luar tribun, tidak ada hubungan dengan pertandingan,” kata Tobias. Ia menilai penyerangan terhadap rombongan Persib U-18 merupakan persoalan yang jauh lebih serius. Sebab, korban dalam kejadian tersebut bukan hanya pihak yang terlibat dalam pertandingan, melainkan pemain muda yang sedang menjalani proses pembinaan. “Kalau official dan pemain klub junior sampai diserang, itu sudah another level lagi. Rivalitasnya makin ke sini makin ke sana,” ujarnya. Tobias menegaskan kasus tersebut tidak seharusnya lagi dilihat sebatas insiden antarsuporter. Menurutnya, keselamatan pemain Elite Pro Academy (EPA) U-18 harus menjadi perhatian semua pihak karena mereka merupakan bagian dari masa depan sepak bola Indonesia. “Ini bukan lagi soal insiden suporter, tetapi menyangkut keselamatan pemain EPA U-18 yang sedang menjalani proses pembinaan,” kata Tobias. Ia mengingatkan bahwa para pemain muda tersebut nantinya bisa memiliki karier di klub mana pun. Karena itu, mereka seharusnya mendapatkan lingkungan yang aman untuk berkembang tanpa harus menjadi korban kekerasan akibat rivalitas suporter. “Mereka adalah calon penerus sepak bola nasional yang bisa saja bermain di klub manapun nantinya. Sudah seharusnya semua pihak ikut menjaga dengan memberi mereka rasa aman,” ujarnya. Tobias berharap kepolisian dapat segera mengusut kejadian tersebut. Terlebih, sejumlah rekaman video dan foto terkait penyerangan telah beredar dan diharapkan dapat membantu proses identifikasi. “Semoga dengan banyaknya bukti-bukti cuplikan video dan foto yang tersebar bisa membantu kepolisian mengambil langkah cepat untuk melakukan proses hukum kepada orang-orang yang terlibat,” katanya. Tobias berharap proses hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat dapat menjadi langkah untuk menghentikan kekerasan yang mengatasnamakan rivalitas. Ia ingin persaingan antarsuporter tetap berada dalam koridor yang sehat dan tidak mengancam keselamatan siapa pun, terlebih pemain yang masih berada dalam usia pembinaan.***#persib #tobiasginanjar #viking #Bobotoh #fypシ゚

About