Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@abdoulaye.diallo0689:
Abdoulaye Diallo🇬🇳🇬🇳🤟💯
Open In TikTok:
Region: SN
Tuesday 18 November 2025 16:15:20 GMT
332
37
4
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.62MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.62MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
gueza Reva 224 :
💚💚💚
2025-11-21 13:18:59
1
Baye Sylla :
😂😂😂
2025-11-18 22:02:14
1
sayedoudiallo :
😂
2025-12-28 22:49:15
1
Bémzo ❤️🫂🥀 :
😂😂😂
2025-11-18 16:36:48
1
To see more videos from user @abdoulaye.diallo0689, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
yağmur yuksel dance💃💃💃 #kancicekleridizi #yagmur #yağmur #yağmuryüksel #yagmuryuksel @tiktok creators @TikTok @DilanBaran💞 @DilanBaran💞 @DilanBaran💞
love me harder || #editaudio #lovemeharder #theweeknd #arianagrande || love me harder edit audio, the weeknd and ariana grande edit
THE World Cup-winning goal. 🇪🇸 #FIFAWorldCup
@Danielg.grifo empresa é democracia? #clipfygrifo #clipfyleague #danielgrifo #engenhariacivil #democracia
#pov "Harus banget ya gandengan terus sama Jay di depan aku?" Suara Sunghoon memecah keheningan sesaat setelah kamu menutup pintu mobil dan memasang sabuk pengaman. Kamu menoleh—cowok itu masih fokus menatap jalan di depannya, kedua tangannya menggenggam kemudi dengan santai. Kamu mengembuskan napas pelan. "Jay itu pacarku, Hoon." Sunghoon akhirnya menoleh—tatapannya singkat, tapi cukup lama untuk membuatmu menyadari ada sesuatu di balik matanya yang tak biasa. "Aku tau, tapi aku nggak suka." Keningmu berkerut mencoba mencerna kalimat yang terdengar begitu gamblang tapi terasa begitu rumit. "Sunghoon, kamu sadar nggak sih kamu lagi ngomong apa?" "Sadar, lagipula tadi kamu nggak lihat?" Gumamnya pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri. "Aku bahkan nggak pegang tangan Cassie duluan." Kalimat itu membuatmu terdiam. ~~~ Semua ini berawal dari mobil Jay yang mogok tepat setelah kalian selesai menjalani double date malam itu. "Kayaknya mobilnya beneran mogok." Jay mengusap tengkuknya sambil menatap kap mobil yang mengepulkan asap tipis ke udara malam. "Kok bisa mogok?" tanyamu. "Nggak tau, tadi masih normal." Sunghoon yang sejak tadi bersandar santai di mobilnya sendiri, akhirnya melangkah mendekat. "Coba gue lihat." Dia membuka kap mesin, membungkuk, memeriksa beberapa komponen dengan gerakan yang terlatih. Beberapa menit berlalu dalam hening sambil menunggu, tapi kesimpulannya sama. Mobil Jay benar-benar tidak bisa dipakai malam itu. Jay menghela napas panjang sebelum menoleh ke arah Sunghoon. "Hoon. Gue titip Y/n, ya?" Sunghoon mengangguk singkat, tanpa keraguan. "Oke, aman." Jay lalu menatapmu, tangannya terangkat dan mengusap puncak kepalamu pelan. "Kamu nggak apa-apa pulang sama Sunghoon?" "Iya, nggak apa-apa kok." Dia tersenyum kecil, lalu tanpa basa-basi dia mencium puncak kepalamu singkat. "Nanti chat aku kalau udah sampai." "Iya." Akhirnya kalian pun berpisah—Jay tinggal di pinggir jalan bersama mobil mogoknya, menunggu derek sambil melambaikan tangan ke arahmu. ~~~ Perjalanan dipenuhi obrolan ringan—lebih banyak Cassie yang berbicara daripada kalian berdua. Sunghoon hanya sesekali menjawab dengan satu-dua kata, suaranya datar di balik kemudi. Sampai akhirnya mobil berhenti di depan rumah Cassie. "Hati-hati ya, babe." Cassie mencium pipi Sunghoon singkat sebelum menutup pintu mobil dan berjalan menghilang di balik pagar rumahnya. Kini tinggal kamu dan Sunghoon, dan kamu masih nyaman duduk di kursi belakang. Sunghoon tidak langsung tancap gas—dia menunggu, seperti sadar ada yang berubah di udara. "Y/n, pindah depan." Kamu melihat ke luar jendela—rumahmu tidak jauh lagi dari sini, mungkin hanya sepuluh menit perjalanan. "Tanggung, rumahku bentar lagi juga sampai." Sunghoon menoleh sekilas, dan matanya menangkap matamu lewat kaca spion. "Aku bukan supir kamu." Kamu memutar bola mata—meski mengomel dalam hati, tetap saja kamu membuka pintu dan pindah ke kursi penumpang. Sabuk pengaman terkunci dengan bunyi 'klik' yang terdengar tegas di malam yang sunyi, dan Sunghoon akhirnya menarik tuas persneling setelah itu. ~~~ Kamu tidak pernah tahu sejak kapan semuanya berubah. Sejak kapan teman praktikum yang dulu hanya sekadar teman satu laboratorium, berubah menjadi tempat pulang. Sejak kapan nama pertama yang muncul di benakmu saat kamu butuh bantuan bukan lagi pacarmu, melainkan...Sunghoon. ~~~ Kamu mengenal Cassie jauh sebelum mengenal siapa pun di kampus ini. Sejak duduk di bangku SMA, kalian hampir tidak pernah terpisah. Lulus SMA, jalan kalian memang berbeda—Cassie memilih Fakultas Hukum, sedangkan kamu mengejar impianmu menjadi mahasiswi Teknik Mesin. Meski berbeda fakultas, kebiasaan kalian bareng masih terus berlanjut seperti dulu. Sampai akhirnya Cassie mengenalkanmu pada seseorang—Jay. Ketua BEM kampus yang hampir semua mahasiswa kenal. Awalnya kamu mengira laki-laki seperti Jay akan sulit diajak bicara—terlalu sibuk, terlalu populer, terlalu di atas awan. +comsec #sunghoon #parksunghoon #enhypen
THE World Cup-winning goal. 🇪🇸 #FIFAWorldCup
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy