@alohalexia: Candy cane sugar scrub! This DIY body scrub makes a perfect homemade Christmas gift idea 🎁 🎅 My Christmas Sugar Scrub Recipe Ebook is officially live! Check the link in my bio for more fun holiday recipes 🫶🎄 #homemadechristmasgifts #bodyscrub #christmasgiftideas #christmastok #diychristmasgifts

Alexia Maria
Alexia Maria
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 20 November 2025 17:05:00 GMT
204749
14848
50
326

Music

Download

Comments

coastalcalmsoapandbody
Coastal Calm Soap and Body :
the food will mold.
2025-11-28 13:49:41
4
zoey57421
✝️Zoey ✝️ :
What is the melted stuff
2025-11-21 01:01:48
34
carriekruegerlover
carriekruegerlover :
is it edible?
2025-11-22 08:00:15
10
kandi_r4nts
kandi_r4nts :
I think you forgot the sugar.
2025-11-23 18:08:34
4
nd4303
Nicole Dunn :
Why does it have strawberries?
2025-12-12 01:09:07
2
rottedheart_
rottedheart_ :
2025-11-30 00:24:59
3
emmagura2
𝑬𝒎𝒎𝒂 :
please make a peppermint body scrub ❤
2025-11-30 11:35:23
0
tivesoap
Tivé Soap Co :
Where did you get the containers ?
2025-12-03 17:52:41
0
laurenbaldwin41
LoBaldwin :
Can you list all of the ingredients to this I HAVE to make IT!!! 🥰🥰
2025-12-01 20:58:10
1
imsojulia_67
Julia :
Omg what is the recipe!!
2025-11-20 20:36:13
12
cboyce883
Cboyce88 :
What do you do w the chunks of strawberry lol
2025-11-30 22:19:25
1
itrulyamblessed
itrulyamblessed :
That looks magical girl and is that first ingredient regular salt or epsom salt as I want to try making these scrubs
2025-12-03 16:30:06
0
m.a.r.m.a
🤡 Mar :
where do you get the base from
2025-11-23 22:22:16
4
burning1spice
Nagi⚽️🌀🧩 :
I FREAKING LOVE YOUr VIDEOS
2025-11-21 00:40:07
9
aranzadealmeida
💝historias de la LRDFW 💝 :
My fyp 🌷🌷🌷
2026-03-06 18:00:47
0
carmen_helena
Add To Cart CARMEN :
Firstttttt 🥰
2025-11-20 17:25:10
1
thedailyammie
thedailyammie :
Ooh love this one!!
2025-11-20 18:57:01
2
teethteecher
TeeTee :
So you have your containers linked?
2025-11-28 00:27:27
0
lee_naa712
Lee_naa❤️ :
What size is the container?
2025-11-29 21:56:06
0
sexyxandy0
sexycandy :
why the freeze dried strawberry doe
2026-03-16 20:40:56
0
annalisequirk
annalisequirk :
How long would the scrubs last? 🎄 🫶🏼
2025-11-26 16:22:04
0
mytravelvlog0
mytravelvlog0 :
The freeze dried strawberries are genius!
2025-11-25 14:45:51
0
tzlr05
TZLR :
🥰
2025-11-26 18:35:22
0
nnnnnaaaaaa90
💖 :
😁😁😁
2025-11-21 05:10:39
0
To see more videos from user @alohalexia, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Renungan 19-6-26 : *DUKACITA YANG MENDATANGKAN KESELAMATAN* Matius 5:4 *“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.”*      Apakah maksud Tuhan dengan pernyataan ini? Tentu kita harus melihat teks asli dari ayat ini dan meninjau etimologinya, asal-usul katanya. Dengan menggali dan menemukan etimologi atau asal-usul kata, kita akan lebih akurat dalam memahami maksud teks tersebut. Kata *“dukacita”* dalam ayat ini adalah penthountes, yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan mourn. Dalam bahasa Indonesia dikatakan “berdukacita,” tetapi teks aslinya lebih ekstrem, bukan hanya berdukacita, melainkan meratap. Ada kata-kata yang artinya sejajar dengan ini yang digunakan di ayat lain selain Matius 5:4, yakni Matius 9:15; Markus 16:10; Lukas 6:25; Yakobus 4:9; 1 Korintus 5:2; 2 Korintus 12:21; dan Wahyu 18:11. Kata penthountes berasal dari kata pentheo, yaitu meratap atas suatu keadaan yang menyedihkan. Ini menunjukkan dukacita yang sangat dalam; seperti dalam Markus 16:10, digunakan untuk meratapi orang yang meninggal.      Kita harus mengerti bahwa kehidupan orang percaya bukanlah kehidupan yang selalu diliputi gelak tawa kegembiraan jiwani. *Dunia memiliki gelak tawa dan sukacita jiwani, tetapi tentu gelak tawa dan ratap mereka berada dalam wilayah atau orientasi yang berbeda dengan kita.* Di dalam ayat ini kita melihat satu dukacita yang mendatangkan keuntungan. Orang-orang yang tidak mengerti dukacita jenis ini akan hanyut dalam gelak tawa dunia. Dalam Injil Lukas 6:25, Tuhan berkata, *“Celakalah kamu yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar; celakalah kamu yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.”* Tentu yang dimaksud Tuhan Yesus adalah gelak tawa duniawi. Jadi, ketika Tuhan berbicara tentang dukacita dan kemudian berkata bahwa akan ada penghiburan, jenis dukacita ini adalah dukacita yang tidak dikenal oleh dunia, dan jenis penghiburan ini pun penghiburan yang tidak dikenal oleh dunia. Gelak tawa dan ratap atau dukacita kita berada di kawasan yang berbeda, benar-benar berbeda.      Sejatinya, kalimat *“berbahagialah orang yang berdukacita”* merupakan kalimat yang aneh atau janggal, suatu paradoks yang membingungkan. Dukacita pasti dijauhi oleh manusia, tetapi di sini diperkenalkan sebagai sesuatu yang menguntungkan karena akan mendatangkan penghiburan. Jadi, kita tidak boleh salah mengartikan “dukacita,” karena dalam hal ini bukan dukacita dalam pengertian umum; dan tentu penghiburan di sini juga bukan penghiburan dalam arti umum.      Coba kita perhatikan komunitas-komunitas Kristen yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jasmani. Jika berbicara tentang pendewasaan atau dukacita, orientasinya tetap perkara-perkara jasmani: sedang susah, sedang ditipu, bisnis tidak maju, atau dikhianati teman. Mereka berpikir bahwa Tuhan mengizinkan dukacita, lalu nanti Tuhan menghibur dengan memberi teman baru, jodoh baru, atau rezeki lebih banyak. Padahal, bukan itu maksud ayat ini. Bukan dukacita dan penghiburan dalam kawasan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan jasmani.      Di ayat lain Paulus mengatakan, *“Jadi, walaupun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku, aku tidak menyesalkannya. Memang aku pernah menyesalkannya ketika melihat bahwa surat itu menyedihkan hatimu, tetapi hanya seketika lamanya. Namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat.”* Di sini kita melihat adanya jenis dukacita yang berbeda. *“Sebab dukacitamu itu menurut kehendak Allah, sehingga kamu tidak sedikit pun dirugikan oleh kami. Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.”*      Mendengar kata *“dukacita”* saja, kita sudah cenderung menolak, tidak menyukai, dan memandangnya negatif. *Tidak ada orang yang menyukai dukacita.  create: chd #renunganhariankristen #motivasirohani #creatorsearchinsight
Renungan 19-6-26 : *DUKACITA YANG MENDATANGKAN KESELAMATAN* Matius 5:4 *“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.”* Apakah maksud Tuhan dengan pernyataan ini? Tentu kita harus melihat teks asli dari ayat ini dan meninjau etimologinya, asal-usul katanya. Dengan menggali dan menemukan etimologi atau asal-usul kata, kita akan lebih akurat dalam memahami maksud teks tersebut. Kata *“dukacita”* dalam ayat ini adalah penthountes, yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan mourn. Dalam bahasa Indonesia dikatakan “berdukacita,” tetapi teks aslinya lebih ekstrem, bukan hanya berdukacita, melainkan meratap. Ada kata-kata yang artinya sejajar dengan ini yang digunakan di ayat lain selain Matius 5:4, yakni Matius 9:15; Markus 16:10; Lukas 6:25; Yakobus 4:9; 1 Korintus 5:2; 2 Korintus 12:21; dan Wahyu 18:11. Kata penthountes berasal dari kata pentheo, yaitu meratap atas suatu keadaan yang menyedihkan. Ini menunjukkan dukacita yang sangat dalam; seperti dalam Markus 16:10, digunakan untuk meratapi orang yang meninggal. Kita harus mengerti bahwa kehidupan orang percaya bukanlah kehidupan yang selalu diliputi gelak tawa kegembiraan jiwani. *Dunia memiliki gelak tawa dan sukacita jiwani, tetapi tentu gelak tawa dan ratap mereka berada dalam wilayah atau orientasi yang berbeda dengan kita.* Di dalam ayat ini kita melihat satu dukacita yang mendatangkan keuntungan. Orang-orang yang tidak mengerti dukacita jenis ini akan hanyut dalam gelak tawa dunia. Dalam Injil Lukas 6:25, Tuhan berkata, *“Celakalah kamu yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar; celakalah kamu yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.”* Tentu yang dimaksud Tuhan Yesus adalah gelak tawa duniawi. Jadi, ketika Tuhan berbicara tentang dukacita dan kemudian berkata bahwa akan ada penghiburan, jenis dukacita ini adalah dukacita yang tidak dikenal oleh dunia, dan jenis penghiburan ini pun penghiburan yang tidak dikenal oleh dunia. Gelak tawa dan ratap atau dukacita kita berada di kawasan yang berbeda, benar-benar berbeda. Sejatinya, kalimat *“berbahagialah orang yang berdukacita”* merupakan kalimat yang aneh atau janggal, suatu paradoks yang membingungkan. Dukacita pasti dijauhi oleh manusia, tetapi di sini diperkenalkan sebagai sesuatu yang menguntungkan karena akan mendatangkan penghiburan. Jadi, kita tidak boleh salah mengartikan “dukacita,” karena dalam hal ini bukan dukacita dalam pengertian umum; dan tentu penghiburan di sini juga bukan penghiburan dalam arti umum. Coba kita perhatikan komunitas-komunitas Kristen yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jasmani. Jika berbicara tentang pendewasaan atau dukacita, orientasinya tetap perkara-perkara jasmani: sedang susah, sedang ditipu, bisnis tidak maju, atau dikhianati teman. Mereka berpikir bahwa Tuhan mengizinkan dukacita, lalu nanti Tuhan menghibur dengan memberi teman baru, jodoh baru, atau rezeki lebih banyak. Padahal, bukan itu maksud ayat ini. Bukan dukacita dan penghiburan dalam kawasan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan jasmani. Di ayat lain Paulus mengatakan, *“Jadi, walaupun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku, aku tidak menyesalkannya. Memang aku pernah menyesalkannya ketika melihat bahwa surat itu menyedihkan hatimu, tetapi hanya seketika lamanya. Namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat.”* Di sini kita melihat adanya jenis dukacita yang berbeda. *“Sebab dukacitamu itu menurut kehendak Allah, sehingga kamu tidak sedikit pun dirugikan oleh kami. Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.”* Mendengar kata *“dukacita”* saja, kita sudah cenderung menolak, tidak menyukai, dan memandangnya negatif. *Tidak ada orang yang menyukai dukacita. create: chd #renunganhariankristen #motivasirohani #creatorsearchinsight

About