@theandreafox: So, here’s my 5c worth on the current state of affairs for us in the teaching profession in Australia. Take a listen before you judge and push back about us striking on Tuesday. Yes, it’s inconvenient but as a group of professionals, you feel as though your voice has not been heard, the issues have not been addressed, then have to take more drastic steps. We aren’t just doing it for the money. It’s literally about recognizing the exhausting, thankless but ever so rewarding job we do and ensuring that we as teachers can feel safe and supported in our job. I’m striking beacuse I want to continue to fight for better, safer working conditions, more funding, better resources for our students and be paid equal to our fellow teachers, so we can continue to do the job we love to support the children who are the future of this country. #teacherlife #union #teacherstrike #workingmom

Andrea Fox 🇦🇺
Andrea Fox 🇦🇺
Open In TikTok:
Region: AU
Saturday 22 November 2025 12:08:06 GMT
1305
46
7
21

Music

Download

Comments

aimylou23
OneDayAtaTime :
I think ppl think marking happens by itself 🤷‍♀️
2025-11-22 23:54:45
4
thicc.threads.au
Thicc Threads | Plus Size Sass :
I take my hat off to teachers in this climate. While my regular job has horrendous conditions, you couldn’t pay me enough to be a teacher. You guys deserve better, not just in pay, but in conditions!
2025-11-22 22:49:05
3
czechdownunder
czechdownunder🇨🇿🇦🇺 :
And you have to read the 24th assessment with the same diligence as the 1st. Made even harder if all 24 assignments are on the same topic. Imagine reading one page in a novel 24 times before you move on.
2025-11-23 02:08:01
2
mandyyoda
mandyyoda26 :
all teachers deserve better. also you taught me at school
2025-11-28 05:21:38
1
rosie_8788
rosie_8788 🇦🇺🇦🇺🇦🇺 :
They are only actually paid for 5 hours a day according to payslips
2025-11-23 04:49:04
2
To see more videos from user @theandreafox, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Penataan Museum Sri Aji Jayabaya terus di- kebut. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri saat ini tengah menyiapkan ruang etnografika yang nantinya menampilkan berbagai objek pemajuan kebuday- aan (OPK) di Kediri. Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabu- paten Kediri Eko Priatno Triwarso mengatakan, saat ini penyusunan konsep etno- grafika masih berjalan. Setelah penyusunan detail engineering design (DED) selesai, pena- taan ruang ditargetkan mulai dieksekusi pada akhir Oktober. Menurut Eko, penataan et- nografika tidak bisa dilakukan sekaligus. Setidaknya terdapat tiga tahapan yang harus di- siapkan. Salah satunya me- nentukan pembagian ruang agar berbagai objek yang akan ditampilkan dapat ditempat- kan sesuai konsep. Dalam ruang tersebut nan- tinya terdapat 10 OPK. Hal itu mengacu pada Un- dang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Ke- budayaan. OPK tersebut an- tara lain tradisi, upacara adat, pengetahuan tradisional, permainan rakyat, olahraga tradisional, serta kesenian Salah satu materi yang in- gin ditampilkan adalah se- jarah perkembangan pondok pesantren di Kediri. Menurut Eko, keberadaan pesantren menjadi bagian penting da- ri perjalanan sejarah daerah yang dikenal sebagai Kota Seribu Pesantren ini. Ia menyebut, perkembang- an pesantren di Kediri dapat dilihat dalam tiga periode. Salah satunya pada sekitar abad ke-17, ketika Pondok Pesantren Banjarmlati di- sebut sebagai salah satu pesantren tua di Kediri. Periode berikutnya muncul setelah Perang Diponegoro. Sejumlah laskar kemudian berkembang menjadi jaringan pesantren maupun permuki- man baru seperti yang terlihat di Desa Ngino Kecamatan Plemahan dan Desa Tamba- krejo Kecamatan Gurah. Se- mentara periode selanjutnya berkembang pada sekitar 1930- an dengan munculnya pesan- tren seperti Lirboyo. #kediri #radarkediri #fyp #kediri24jam #viral #jawapos #tiktokberita
Penataan Museum Sri Aji Jayabaya terus di- kebut. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri saat ini tengah menyiapkan ruang etnografika yang nantinya menampilkan berbagai objek pemajuan kebuday- aan (OPK) di Kediri. Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabu- paten Kediri Eko Priatno Triwarso mengatakan, saat ini penyusunan konsep etno- grafika masih berjalan. Setelah penyusunan detail engineering design (DED) selesai, pena- taan ruang ditargetkan mulai dieksekusi pada akhir Oktober. Menurut Eko, penataan et- nografika tidak bisa dilakukan sekaligus. Setidaknya terdapat tiga tahapan yang harus di- siapkan. Salah satunya me- nentukan pembagian ruang agar berbagai objek yang akan ditampilkan dapat ditempat- kan sesuai konsep. Dalam ruang tersebut nan- tinya terdapat 10 OPK. Hal itu mengacu pada Un- dang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Ke- budayaan. OPK tersebut an- tara lain tradisi, upacara adat, pengetahuan tradisional, permainan rakyat, olahraga tradisional, serta kesenian Salah satu materi yang in- gin ditampilkan adalah se- jarah perkembangan pondok pesantren di Kediri. Menurut Eko, keberadaan pesantren menjadi bagian penting da- ri perjalanan sejarah daerah yang dikenal sebagai Kota Seribu Pesantren ini. Ia menyebut, perkembang- an pesantren di Kediri dapat dilihat dalam tiga periode. Salah satunya pada sekitar abad ke-17, ketika Pondok Pesantren Banjarmlati di- sebut sebagai salah satu pesantren tua di Kediri. Periode berikutnya muncul setelah Perang Diponegoro. Sejumlah laskar kemudian berkembang menjadi jaringan pesantren maupun permuki- man baru seperti yang terlihat di Desa Ngino Kecamatan Plemahan dan Desa Tamba- krejo Kecamatan Gurah. Se- mentara periode selanjutnya berkembang pada sekitar 1930- an dengan munculnya pesan- tren seperti Lirboyo. #kediri #radarkediri #fyp #kediri24jam #viral #jawapos #tiktokberita

About