@sang_pembelajar5ejati: Proses kesucian diri.. Ingin pahami arti sesungguhnya kesucian, maka konsep nilai-nilai kesucian harus dilepaskan, pengabdian pada perjuangan nilai-nilai kesucian juga harus ditinggalkan.. Kesucian harus dinyatakan dalam satuan proses yang utuh teralami langsung dalam pengalaman mengalami baik-buruk dalam kehidupan itu sendiri.. Karena untuk mengagumi kesucian semesta secara utuh yang diperlukan adalah kerendahan hati.. Serendah sisi kekelaman semesta itu sendiri... Karena kesucian sesungguhnya tersarikan dengan menelusuri sisi kekotoran lumpur kehidupan... Dengan.. Menerima... Memasuki... Menelusuri... Mengamati... Membiasakan diri... Menyatu... Menjadikan diri ini sebagai sang pengagum kekotoran... Untuk dapat dipahami hingga ke hakikat kekotoran itu sendiri.. Hanya dengan demikian rahasia semesta di serahkan dengan utuh... Terkuak dengan alamiah... Tanpa ada sisi yang timpang tersembunyi.. Bukan karena kepintaran... Tapi karena keserahan diri... Semesta menghargai dirimu... Dan menyerah semua rahasianya kepadamu.. Bukan karena ketinggian ilmu... Dengan hipokrit hanya mengagumi langit dan kesucian saja.. Tapi benar-benar dalam kerendahan hati bersedia mengalami dalam kekotoran... Memahami sampai ke alam neraka.. Memahami sifat kenerakaan yang melekat dalam diri setiap orang.. Dan melihat rahasia semesta secara utuh dan langsung... Dimana dari sari kekotoran lumpur itu, keindahan dan kesucian teratai ternyatakan dari kelamiah prosesnya... Terpahami bagaimana kekotoran lumpur melalui proses sifat suci dibatang tubuh pohan teratai menerima kekotoran lumpur dan kemudian dari kekotoran lumpur ditransformasikan menyembulkan bunga suci teratai yang indah.. Demikian ketika setiap orang, ketika telah dapat mengakses sifat-sifat kesejatian batin kesadarannya, dengan kesejatian batin tubuh diri nya, menyelam kedalam diri, dengan kontras kesejatian batinnya, menemukan begitu banyak kekotoran, dan kebusukan diri sendiri, dan kemudian kekotoran dan kebusukan itu secara alamiah oleh kesadarannya sendiri, teramati dan terpelajari, terpahami proses pembentukannya, oleh ajaran dari pengalaman mengalami penderitaan akibat kekotoran dan kebusukan diri, dan kemudian disadari dan terpahami adanya kapasitas dan kemampuan kesadaran dirinya sendiri, mampu membalikkan prosesnya, hingga kekotoran dan kebusukan dirinya mengalami proses penguraian, pelepas dan pembebasan.. Kemudian dapat berpraktek sendiri, dan dapat mengunakan dan menfungsikan kapasitas dan kemampuan kesadaran mencerna pengalaman mengalami kekotoran dan kebusukan diri sendiri dalam kehidupan nyata sehari-hari, dan bisa membalikkan setiap proses kekotoran dan kebusukan yang telah menderitakan hidupnya, praktek menguraikan kekotoran dan kebusukan dirinya sendiri kemudian menghasilkan suara kemampuan yang konsisten, setiap kenegatifan yang berpotensi membusukan diri yang baru, yang muncul seiring perjalanan hidup pergulatan hidup dalam kefanaan duniawi dapat secara konsisten dapat diuraikan, diubah menjadi pengalaman mengalami memperkaya pengalaman jiwa menghasilkan pengetahuan kehidupan yang mengkaryakan keindah hidup selanjutnya, itulah praktek kesucian diri yang nyata.. P Itulah proses kesucian diri.. Bukan kesucian yang menolak dan memusuhi kekotoran. Dan siapa yang telah mampu menerima kenegatifan dunia... Dan tidak menjadi Pengabdi nilai-nilai kesucian berjuang melawan kenegatifan dunia lagi.. Tidak menolak dan melawannya lagi.. Dan telah berkemampuan mengubah... Racun kehidupan menjadi obatkehidupan.. Ia sang pengagum dan pelaksana kesucian semesta sejati... #kesadaran #Spiritual #kesuciandiri #kekotorandiri #kebusukan
Sang Pembelajar
Region: ID
Saturday 22 November 2025 12:31:39 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @sang_pembelajar5ejati, please go to the Tikwm
homepage.