@spotifdyfjblh: #глобальныерекомендации #песня #песни #мияги #нуапокаговоримне

music
music
Open In TikTok:
Region: LT
Sunday 23 November 2025 20:37:54 GMT
206949
30171
14
755

Music

Download

Comments

bybomin
byblik :
говори мне мияги
2026-07-15 23:26:36
0
parakize140
Parakize140 :
эхх, было бы кому рассказать обо всём
2026-07-07 22:41:09
1
yuriy.golubhcikov
Yuriy Golubhcikov :
🥰🥰🥰
2025-11-24 09:12:22
7
sofa23469
Sofa234 :
@ƃᚴᚹᛖᛋᛈᛠᚹᛟᛒ 🇷🇺 @kiskis19 🙏🙏🙏
2026-01-20 12:07:08
2
picmi0609
💋 :
@BORZiK
2025-12-25 08:59:25
1
zewpp67
zewpp :
@👁👄👁
2025-12-12 17:23:56
2
m61.11
m :
❤️❤️❤️
2025-12-12 04:13:31
1
k0tkolba_sa
✯快適☆ :
🥰
2025-12-12 15:15:27
1
love.me3077
Love me :
😢
2026-07-05 08:57:57
0
mdrjey9
#𝙩𝙧𝙖𝙫 :
🥰
2026-02-01 11:13:40
0
tima5856
tima5856 :
😍😍😍
2026-01-10 14:03:50
0
sn_4k22
"Sn_4k2" :
@хз хз хз хз хз
2025-12-12 21:25:35
4
feliskiv_ee
кудрявый кит кат :
💋
2025-12-14 16:38:10
2
To see more videos from user @spotifdyfjblh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pt 3 | POV: Isak tangis keluar dari mulut sahabatmu, disana dia memelukmu dan menumpahkan segala rasa sedihnya kerena heeseung membentaknya dan jarang mengabarinya beberapa hari ini. Kamu sebagai sahabatnya menguatkan dan berusaha membuatnya tenang. Begitu melangkah keluar apartemennya, sebuah mobil sport hitam berhenti di depanmu. Kamu tahu siapa pemiliknya. Tanpa ragu, kamu membuka pintu dan masuk, mobilnya langsung melesat begitu saja. “Sudah selesai membujuk pacarku, sayang?” suara rendah itu menyambut. Heeseung meraih tanganmu, menciumnya dengan sengaja, seolah ingin menandai. “Heeseung, ini salah. Sahabatku menangis karena kamu,” suaramu gemetar, campuran marah dan bimbang. Tapi dia hanya tersenyum sinis, jemarinya mengusap punggung tanganmu dengan tenang. “Dia menangis, tapi kau tetap datang padaku. Itu jawabannya.” Kata-katanya menusuk. Kamu ingin melepaskan tanganmu, tapi genggamannya semakin erat. Saat kamu terus mengomel, dia menghentikan mobilnya mendadak. Mencondongkan tubuhnya mendekatimu, mengamati wajahmu yang terus mengomel terkhusus pada bibirmu, matanya menelanjangimu tanpa malu, “Diamlah sebentar, princess. Suaramu terlalu indah… aku bisa ketagihan.” “Heeseung—” “Bolehkah aku mencicipinya?” bisiknya, jemarinya menyentuh bibirnya lalu jari telunjuknya menggeser pelan bibirmu. Kamu terperangah. Panas merambat dari kulit ke seluruh tubuh. “Heeseung, berhenti! aku lagi serius!” suaramu terdengar lebih seperti rintihan.
Pt 3 | POV: Isak tangis keluar dari mulut sahabatmu, disana dia memelukmu dan menumpahkan segala rasa sedihnya kerena heeseung membentaknya dan jarang mengabarinya beberapa hari ini. Kamu sebagai sahabatnya menguatkan dan berusaha membuatnya tenang. Begitu melangkah keluar apartemennya, sebuah mobil sport hitam berhenti di depanmu. Kamu tahu siapa pemiliknya. Tanpa ragu, kamu membuka pintu dan masuk, mobilnya langsung melesat begitu saja. “Sudah selesai membujuk pacarku, sayang?” suara rendah itu menyambut. Heeseung meraih tanganmu, menciumnya dengan sengaja, seolah ingin menandai. “Heeseung, ini salah. Sahabatku menangis karena kamu,” suaramu gemetar, campuran marah dan bimbang. Tapi dia hanya tersenyum sinis, jemarinya mengusap punggung tanganmu dengan tenang. “Dia menangis, tapi kau tetap datang padaku. Itu jawabannya.” Kata-katanya menusuk. Kamu ingin melepaskan tanganmu, tapi genggamannya semakin erat. Saat kamu terus mengomel, dia menghentikan mobilnya mendadak. Mencondongkan tubuhnya mendekatimu, mengamati wajahmu yang terus mengomel terkhusus pada bibirmu, matanya menelanjangimu tanpa malu, “Diamlah sebentar, princess. Suaramu terlalu indah… aku bisa ketagihan.” “Heeseung—” “Bolehkah aku mencicipinya?” bisiknya, jemarinya menyentuh bibirnya lalu jari telunjuknya menggeser pelan bibirmu. Kamu terperangah. Panas merambat dari kulit ke seluruh tubuh. “Heeseung, berhenti! aku lagi serius!” suaramu terdengar lebih seperti rintihan. "Oke princess, sepertinya kau lapar dan kita akan makan dimansionku, setelahnya aku yang akan memakanmu". Mobilnya melesat begitu saja dan jantungmu berpacu cepat. --- Sebagai sekretaris pribadinya, kamu harus ikut heeseung kemanapun termasuk dalam peluncuran besar. Malam itu di mansion, dress hitam backless membalut tubuhmu. Bahumu terbuka, kulitmu berkilau di bawah cahaya lampu kristal. Heeseung menatapmu dari tangga, matanya dingin sekaligus lapar. “Cantik.” Nadanya serak. Jemarinya menyentuh pinggangmu, menarikmu ke arahnya. “Kau tidak seperti sekretaris… terlihat seperti milikku.” Kamu merapikan dasinya, tapi justru dia yang menunduk mendekat, bibirnya hampir menyentuh telingamu. “Kau tahu aku membayangkan apa di balik gaun ini?” suaranya rendah, membuat lututmu lemas. Di red carpet, tangannya menempel di pinggangmu tanpa jeda. Kamu ingin menolak, tapi genggamannya tak memberi ruang. “Hai, Mr. Lee. Nice to meet you. Is this your girlfriend?” tanya Jake, tuan rumah malam itu. Sebelum Heeseung sempat menjawab, kamu buru-buru tersenyum, “No, I am his personal secretary.” Jake tampak kaget, sementara Heeseung menyembunyikan kekesalannya dengan senyum tipis yang justru membuat bulu kudukmu meremang. Sepertinya kamu harus membujuk, bayi besar ini nanti. --- Memasuki kantornya, kamu dan heeseung perang dingin. Heeseung mendiamimu dan berlalu melewatimu untuk duduk dikursinya. Kamu menghela nafas, inilah saatnya. “Heeseung,” panggilmu. Tak ada respon. “Heeseung~” Nada manjamu membuatnya berdehem. “Sayang,” kali ini lembut, nyaris seperti racun. Dia menoleh sekilas, matanya gelap, lalu membuang pandangan lagi. Kamu mendekat, melingkari mejanya, jemarimu menyusuri dada bidangnya. Tanpa ragu, kamu duduk di pangkuannya. Heeseung sempat kaget, tapi senyum tipis lolos dari bibirnya, membiarkanmu duduk disana lalu lanjut dengan pekerjaannya, padahal dia selalu mengamati gerak gerikmu. Kamu mendaratkan kecupan di pipinya, cepat, nakal. Lalu sekali lagi. Dan sekali lagi. Sampai akhirnya bibirmu bersentuhan dengan bibirnya. Bahaya. Heeseung langsung membalas, mencium dalam, menahan tengkukmu. Tangannya mencengkeram pinggangmu erat, menarikmu lebih dekat hingga tak ada ruang tersisa. “Cukup menggoda saya, princess?” gumamnya, bibirnya masih menyapu kulitmu. “Kalau saya mulai… kau takkan bisa kabur.” Bibirnya bergerak ke lehermu, panas dan dalam, meninggalkan jejak yang membakar kulit. Ponselmu berdering keras. Lagi, lagi, lagi. Heeseung menggeram kesal. “Angkat. Sebelum aku melemparkannya.” (+++comsec)😜💋 #heeseung #enhypen #pov #fyp #enhypenpov

About