@conmeongungoc0110:

nhu y
nhu y
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 25 November 2025 07:39:15 GMT
5434
169
2
47

Music

Download

Comments

lekimthanh_tiktok
Lê Kim Thành- pickion :
Đôi Tên ad
2025-11-25 08:20:36
1
To see more videos from user @conmeongungoc0110, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

JUNGWONARA pt.15 || Minggu pagi itu, Jungwon sudah berdiri di depan gerbang rumah Nara. Belum sempat ia menyentuh bel, pintu depan sudah terbuka lebar. Muncul Pak Hendra, di belakangnya, Bu Sarah menyusul sambil membawa botol air mineral besar.
JUNGWONARA pt.15 || Minggu pagi itu, Jungwon sudah berdiri di depan gerbang rumah Nara. Belum sempat ia menyentuh bel, pintu depan sudah terbuka lebar. Muncul Pak Hendra, di belakangnya, Bu Sarah menyusul sambil membawa botol air mineral besar. "Oalah! Sang Arsitek Masa Depan sudah datang!" seru Pak Hendra. Jungwon langsung membungkuk hormat, menyalami tangan Pak Hendra dan Bu Sarah. "Pagi, Om, Tante. Mau berangkat ke GOR juga?" "Iya, Won! Kami mau jadi tim pemandu sorak paling berisik buat si Niki," sahut Bu Sarah sambil tersenyum lebar, matanya menyelidik penampilan Jungwon yang sangat rapi. "Duh, Jungwon... kamu makin hari kok makin rajin ya jemput Nara?" ia tiba-tiba mendekat. "Sudah jadian?" Jungwon tertawa canggung, "Belum," sahutnya pelan, hampir berbisik. "Gas aja gas!" ucap Pak Hendra semangat. Tiba-tiba, Pak RT yang sedang menyapu jalan di depan rumahnya menghentikan aktivitasnya. Ia menumpukan tangannya di gagang sapu, menatap pemandangan itu dengan dahi berkerut penuh rasa ingin tahu. "Pak Hendra! Itu siapa? Kok kayaknya tiap hari ada di depan pagar?" tanya Pak RT dengan nada interogasi khas aparat desa. "Siapanya Nara itu? Calon mantu atau supir pribadi yang baru?" Pak Hendra tertawa terbahak-bahak sampai perutnya terguncang. Ia merangkul bahu Jungwon dengan bangga. "Ini namanya Jungwon, Pak RT! Dia asisten teknis... eh, maksudnya dia teman spesialnya Nara. Calon pengawas proyek masa depan keluarga kami!" Jungwon hanya bisa tersenyum simpul, meskipun telinganya sudah berubah warna menjadi merah padam akibat "publikasi" mendadak dari Pak Hendra. "Oalah... pantesan rajin!" timpal Pak RT sambil tertawa, lalu kembali menyapu. Di saat Jungwon sedang berusaha menetralkan degub jantungnya, pintu rumah kembali terbuka. Sosok Nara muncul dengan langkah ragu-ragu. Begitu melihat Nara, napas Jungwon seolah tertahan di tenggorokan. Nara mengenakan short pants hitam yang memamerkan kaki jenjangnya, namun yang paling mencolok adalah atasannya. Sebuah hoodie berwarna kuning terang dengan gambar sablon wajah Niki yang sedang menggigit medali kemenangan tahun lalu tepat di bagian dada. "Duh, mampus... aku kayak anak ayam hilang," gumam Nara pelan sambil berusaha menutupi wajah Niki yang tampak sangat sombong di hoodie itu dengan tangannya. Bu Sarah langsung tertawa geli. "Nah! Itu dia si anak bebek karet kebanggaan keluarga! Lucu kan, Won? Itu Niki yang suruh, katanya biar satu GOR tahu kalau Nara itu kakaknya sang juara." Jungwon mematung. Matanya menatap Nara dari ujung kepala sampai ujung kaki. Alih-alih merasa aneh, Jungwon justru merasa ada sesuatu yang berdesir hebat di dadanya. Nara terlihat sangat cerah, dan... menggemaskan. "Lucu," bisik Jungwon jujur. "Cocok banget sama Nara." Nara mendongak, matanya membelalak. "Jangan ikut-ikutan ngerjain aku ya! Ini aku terpaksa pake baju ini karena diancam Niki nggak mau ikut tanding kalau aku nggak pake!" Jungwon mendekat, berdiri tepat di depan Nara. Ia sedikit menunduk agar bisa menatap mata Nara secara langsung. "Aku nggak ngerjain, Nara. Kamu beneran kelihatan... cerah. Secara visual, komposisi warnanya sangat stabil." "Halah! Komposisi apa sih!" Nara memukul lengan Jungwon pelan, berusaha menutupi wajahnya yang sudah memanas. "Ayo berangkat! Keburu Niki lumutan nunggu suporter VIP-nya!" seru Pak Hendra sambil menyalakan motor Nara. Bu Sarah naik ke boncengan Pak Hendra, tak lupa memberikan kedipan mata ke arah Nara. "Hati-hati ya di jalan! Jungwon, titip si bebek karet ya!" Begitu motor orang tuanya melesat pergi, suasana mendadak sunyi. Hanya tersisa Jungwon dan Nara di depan pagar. Jungwon meraih helm, lalu memakaikannya ke kepala Nara dengan gerakan yang sangat lembut. Tangannya sempat menyentuh dagu Nara saat mengaitkan pengunci helm, membuat Nara menahan napas. — LANJUT DI KOMEN #jungwon #enhypen @Lili @♥︎J̌âÿ^_^ɓìĺL♥︎ @𝖔𝖓𝖑𝖞𝖘𝖊𝖑 @@￴￴￴￴￴immaisss_19 @tavv @아이니ainii🐈🥀 @bleuclair_ @jaychanyeol

About