@sportscenternext: The bike disconnected 🤣 (via @Medazelli☔️) #funny #goofy #espnsocial

SportsCenter NEXT
SportsCenter NEXT
Open In TikTok:
Region: US
Friday 28 November 2025 22:45:35 GMT
859160
26941
118
20254

Music

Download

Comments

b.b.eyungin2x1
🅱️.🅱️.E yungin :
They Bluetooth device is connected successfully 😭😭
2025-11-29 19:21:20
218
user617059904004409
user6170599040044 :
unicycle holding a bike front end. innovation
2025-11-30 21:39:30
2
kmon3y6
Kev :
It disconnected then connect again
2025-11-29 22:19:58
34
tomasgallegos50
tomasgallegos50 :
skillz!!😎
2025-11-30 05:42:37
1
theonlyunknown213
**IWILLRUN** :
But the not connected to anything
2025-12-01 00:23:16
1
thesmellofvictory
King Crawley :
That’s a boneless bike
2025-11-30 15:09:40
20
dwaynedavis236
D-DUBB :
Yoooo ‼️🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2025-11-30 00:10:29
2
dragunz1824
ckrappie masta :
lol
2025-11-29 19:07:39
1
notaswag2021
Notaswag2021 :
Definitely USB Bluetooth adapter connected to USB 1.0.
2025-11-29 22:44:24
3
levifoggie
Levi Foggie :
ok
2025-12-01 02:02:31
1
appleuser52524969
appleuser52524969 :
😂😂😂 Hopefully he doesn’t loose WiFi..lol
2025-11-30 03:11:31
3
1s00m
Matt h :
That's funny
2025-11-29 14:45:32
2
timgiles2
Tim Giles :
Bro 😱
2025-11-29 00:19:37
3
mr_potato_top
Mr_Potato :
ESPN REPOSTED 😭😭
2025-12-01 09:26:00
0
rick.rioux
Rick Rioux :
Bro God loves this Child ❤❤❤❤❤❤
2025-11-30 21:11:35
2
keke8065
Keith :
2025-11-29 21:16:15
5
primeordialpunchbowl
Primordial Punchbowl 🏳️‍⚧️ ❌ :
The frame is still on layaway.
2025-12-01 01:28:54
1
bugsyofjerzeee
Huzzz‼️ :
2026-01-02 18:20:24
0
daantje_0523
Daantje_0523 :
no people hes just hobby biking
2026-01-02 16:14:40
0
coolskeleton66
THE GREAT PAPYRUS :
bike at home:
2026-03-21 11:48:19
0
mr.sayso56
Mr Sayso :
if the government was a bike 😅😅
2026-01-19 17:38:46
0
mosey.poiised
C U D I :
Wireless bike
2026-03-22 17:45:22
0
To see more videos from user @sportscenternext, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About