@podcastsembangohhyeahh: Teaser Luahan isi hati @i.iu dalam Episode baru jam 11pm malam ni.Jangan judge dulu ! Video penuh di YT Sembang Ohh Yeahh #sembangohhyeahh #ayuhotfm #fyp #podcastmalaysia #Podcast

SembangOhhYeahh
SembangOhhYeahh
Open In TikTok:
Region: MY
Saturday 29 November 2025 14:05:49 GMT
92637
2855
19
205

Music

Download

Comments

chiang_tt
Chiang Chiang :
Cepat cepat start start nk tgk
2025-11-30 14:49:08
1
jypluss
🍅 :
Hm
2025-11-29 14:13:14
0
hafiz86idah
Hafiz86idah93 :
🥰
2025-12-04 01:15:50
1
quiet_scars
quietscars :
What is this @i.iu 👀😂
2025-11-29 22:57:02
1
mohdsyah_g3
Ujang utara :
😳
2025-12-03 23:33:02
0
bellanorsambridalmua
Bellanorsambridal&spa :
😍😍😍
2025-12-05 04:17:49
0
uwaisalqarni791
ﺕ :
😁😁😁
2026-01-09 08:22:04
0
blossombuttt
Nee :
😂😂😂
2025-12-03 16:10:37
0
starshine116677
Starshine :
❤️❤️❤️
2026-01-11 22:23:28
0
noppall09
noppall09 :
nk video orii
2025-11-30 11:28:10
0
yellowflawer
atk :
please jemput princemeed datang podcast bang
2025-11-30 13:58:53
10
mirr.mey
mey🐿️ :
baruaa apenii
2025-11-30 06:23:20
0
haslinahasan90
haslinahasan :
😁
2025-12-05 11:09:27
0
abangz33
saiful :
🤣
2025-12-18 17:06:13
0
aziz.zainal1
Aziz Zainal :
😁😁😁
2025-12-23 07:10:29
0
To see more videos from user @podcastsembangohhyeahh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About