@raphico._: Todo lo bueno tarda ☀️ #alcolirykoz #rapcolombiano

raphico._
raphico._
Open In TikTok:
Region: CO
Tuesday 02 December 2025 23:42:07 GMT
316894
36660
17
2890

Music

Download

Comments

jagg_444
夜 :
el sol es mi Dios y los tiempos del sol son perfectos 🌞
2025-12-03 15:52:54
232
the_goat0115
️ :
temazo
2026-01-05 02:27:12
14
jh3fer_4
Jhefer  :
2026-01-17 08:44:50
8
raphico._
raphico._ :
2025-12-02 23:42:50
20
alejandro.negrete069
Alejandro Negrete :
@¡🦇!
2026-02-14 00:18:13
0
pao5.yx
paoliwii 🧛🏻‍♀️ :
😭
2026-01-12 17:30:30
0
antomejia25
✨ANTOO✨ :
💗
2026-01-15 20:26:09
0
irwen.palacio.pre1
Irwen Palacio Preciado :
♥️♥️♥️
2026-01-15 13:04:21
0
pao5.yx
paoliwii 🧛🏻‍♀️ :
😍
2026-01-12 17:30:30
0
sabatina......3
301 S'b :
@ALCOLIRYKOZ⚔️
2026-02-06 14:45:46
0
liawong_
lia w :
❤❤❤
2025-12-20 15:15:02
0
elisa.martinez139
KEREN. :
@Jhonatan Martinez
2026-03-05 01:35:45
0
To see more videos from user @raphico._, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Duka mendalam dirasakan masyarakat di tiga distrik di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, menyusul kabar meninggalnya Aris Sanda, sopir asal Toraja yang dilaporkan menjadi korban pen*mbakan di wilayah Habema. Ungkapan duka tersebut disampaikan akun @Mini Us Tabuni melalui sebuah pernyataan yang dibagikan di salah satu grup Facebook Kabupaten Nduga. Dalam pernyataan itu, masyarakat menggambarkan kesedihan mereka atas kehilangan sosok sopir yang selama ini disebut telah banyak membantu aktivitas warga. “Hari ini kami duduk di tanah, di depan sekolah anak-anak kami di gunung. Kami bukan duduk karena upacara, kami duduk karena hati kami sakit.” “Baru kemarin kami dengar sopir kami dit*mbak di Habema.” Masyarakat menyebut Aris bukan sekadar seorang sopir bagi mereka. Meski berasal dari Toraja, Aris disebut telah dianggap sebagai bagian dari masyarakat Nduga karena selama bertahun-tahun melayani warga. “Sopir itu bukan orang Toraja saja, bukan pendatang saja. Bagi kami masyarakat kecil di Nduga, dia sudah seperti orang Nduga. Sudah berapa tahun dia layani kami, bawa makanan kami, bawa mama-mama jualan, bawa anak-anak kami dari Wamena ke Nduga dengan selamat.” Mereka mengaku kehilangan sosok yang selama ini membantu mobilitas masyarakat di wilayah pegunungan tersebut. “Sekarang dia sudah tidak ada. Kami kehilangan. Mau cari sopir seperti dia di mana lagi di gunung ini? Anak-anak sekolah menangis, mama-mama menangis, bapa-bapa tunduk kepala. Kami rasa kehilangan paling dalam.” Dalam pernyataan tersebut, masyarakat 3 distrik Kabupaten Nduga juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Aris Sanda di Toraja. “Kami sampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga almarhum Sopir Aris Sanda. Semoga Tuhan beri kekuatan buat keluarga yang ditinggalkan di Toraja sana. Doa kami dari pegunungan Nduga menyertai kalian.” Masyarakat kemudian menyampaikan seruan kepada kelompok bersenjata yang mereka sebut sebagai OPM agar tidak lagi melakukan penemb*kan terhadap para sopir. “Dengan hati yang hancur kami minta: Stop sudah, jangan sembarang t*mbak sopir.” “Sopir itu bukan musuh. Dia tidak bawa senjata. Dia bawa kehidupan untuk kami di Nduga. Kalau ada masalah, tanya dulu, lihat bukti dulu, jangan langsung t*mbak orang tidak bersalah.” Menurut pernyataan tersebut, aksi penembakan terhadap sopir tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga meninggalkan luka bagi masyarakat yang bergantung pada jasa mereka. “Setiap pel*ru yang kena sopir, yang luka itu hati kami masyarakat Nduga juga.” Masyarakat Nduga pun berharap keamanan dan kedamaian dapat kembali terwujud, khususnya bagi anak-anak sekolah dan warga yang menggunakan jalur Wamena-Nduga. “Kami masyarakat Nduga mau hidup damai, mau anak-anak sekolah aman, mau jalan Wamena-Nduga aman. Jangan tambah air mata lagi di atas tanah ini.” Pernyataan tersebut ditutup dengan pesan, “Wa, Tuhan Tolong Nduga,” Hormat Kami Masyarakat & Anak Sekolah 3 Distrik Kab. Nduga. #tanaluwuinfo
Duka mendalam dirasakan masyarakat di tiga distrik di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, menyusul kabar meninggalnya Aris Sanda, sopir asal Toraja yang dilaporkan menjadi korban pen*mbakan di wilayah Habema. Ungkapan duka tersebut disampaikan akun @Mini Us Tabuni melalui sebuah pernyataan yang dibagikan di salah satu grup Facebook Kabupaten Nduga. Dalam pernyataan itu, masyarakat menggambarkan kesedihan mereka atas kehilangan sosok sopir yang selama ini disebut telah banyak membantu aktivitas warga. “Hari ini kami duduk di tanah, di depan sekolah anak-anak kami di gunung. Kami bukan duduk karena upacara, kami duduk karena hati kami sakit.” “Baru kemarin kami dengar sopir kami dit*mbak di Habema.” Masyarakat menyebut Aris bukan sekadar seorang sopir bagi mereka. Meski berasal dari Toraja, Aris disebut telah dianggap sebagai bagian dari masyarakat Nduga karena selama bertahun-tahun melayani warga. “Sopir itu bukan orang Toraja saja, bukan pendatang saja. Bagi kami masyarakat kecil di Nduga, dia sudah seperti orang Nduga. Sudah berapa tahun dia layani kami, bawa makanan kami, bawa mama-mama jualan, bawa anak-anak kami dari Wamena ke Nduga dengan selamat.” Mereka mengaku kehilangan sosok yang selama ini membantu mobilitas masyarakat di wilayah pegunungan tersebut. “Sekarang dia sudah tidak ada. Kami kehilangan. Mau cari sopir seperti dia di mana lagi di gunung ini? Anak-anak sekolah menangis, mama-mama menangis, bapa-bapa tunduk kepala. Kami rasa kehilangan paling dalam.” Dalam pernyataan tersebut, masyarakat 3 distrik Kabupaten Nduga juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Aris Sanda di Toraja. “Kami sampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga almarhum Sopir Aris Sanda. Semoga Tuhan beri kekuatan buat keluarga yang ditinggalkan di Toraja sana. Doa kami dari pegunungan Nduga menyertai kalian.” Masyarakat kemudian menyampaikan seruan kepada kelompok bersenjata yang mereka sebut sebagai OPM agar tidak lagi melakukan penemb*kan terhadap para sopir. “Dengan hati yang hancur kami minta: Stop sudah, jangan sembarang t*mbak sopir.” “Sopir itu bukan musuh. Dia tidak bawa senjata. Dia bawa kehidupan untuk kami di Nduga. Kalau ada masalah, tanya dulu, lihat bukti dulu, jangan langsung t*mbak orang tidak bersalah.” Menurut pernyataan tersebut, aksi penembakan terhadap sopir tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga meninggalkan luka bagi masyarakat yang bergantung pada jasa mereka. “Setiap pel*ru yang kena sopir, yang luka itu hati kami masyarakat Nduga juga.” Masyarakat Nduga pun berharap keamanan dan kedamaian dapat kembali terwujud, khususnya bagi anak-anak sekolah dan warga yang menggunakan jalur Wamena-Nduga. “Kami masyarakat Nduga mau hidup damai, mau anak-anak sekolah aman, mau jalan Wamena-Nduga aman. Jangan tambah air mata lagi di atas tanah ini.” Pernyataan tersebut ditutup dengan pesan, “Wa, Tuhan Tolong Nduga,” Hormat Kami Masyarakat & Anak Sekolah 3 Distrik Kab. Nduga. #tanaluwuinfo

About