@offxjy:

offxjy
offxjy
Open In TikTok:
Region: KR
Wednesday 03 December 2025 14:58:45 GMT
233454
32866
200
4858

Music

Download

Comments

kdjsnd12
kdjsnd12 :
妈妈
2025-12-05 08:41:40
13
cubeca1
? Wonton ? :
I have a queen sized bed but no queen in it😔
2026-01-09 05:28:19
9
musfirra19
It’s_MIRAaa🐾•_• :
2026-01-18 02:36:37
3
randomhuman1479
! :
GASP SO PRETTYYY
2026-01-23 09:34:12
4
user5329683536790
보리 :
머리색 먼가여??
2026-01-12 04:50:11
1
imnott_nagiii
𝐇𝐨𝐫𝐥𝐢𝐜𝐤𝐚𝐢𝐬🕷️_ :
2026-02-01 02:08:44
4
milya7890
milya :
이런 얼굴이면 매일 거울 보는 것도 행복할 것 같아 😭
2026-02-12 09:21:11
1
neo.vel2
Neő :
i thought Da Vinci stopped painting?
2026-01-11 10:36:05
3
zakami73
. :
2026-01-05 13:44:36
8
g_wagen11
g_wagen11 :
옆에 두고 싶은 개쩌는 언냐..
2025-12-04 04:58:45
7
vallplus
vall'ier :
2026-02-10 03:20:37
3
biakarsi
Biakarsi ⭐️ :
Why u making eye contact with me I’m shy
2026-01-15 15:29:31
1
ordinarymanq
ordinarymanq :
god ,please give me 1 like this
2025-12-12 16:35:39
7
idoorayhaan1
NAME°🎭 :
2026-01-18 11:28:01
2
oopsydaisieswinkwonk
oopsydaisieswinkwonk :
2025-12-16 12:30:44
3
syah11113
￴￴￴￴￴￴￴ :
2026-01-06 07:42:53
4
neko_san321
~NEKO~ :
2026-01-06 02:31:59
7
c_moi_wesh2253t
c moi wesh🇦🇱 :
2026-02-08 17:48:25
1
eh.wavez
ur fav catboy :
so pretty 🔥
2026-01-29 21:03:35
1
allora269
allora269 :
the only way i can make a difference with the way the game works in the game and how much fun is involved in it is by playing the games that you play and playing the
2026-01-22 05:47:29
1
_323742
☆ :
姐姐好美
2026-01-09 16:35:11
1
viann_557
viann :
hai my bias🥰🥰🥰
2025-12-06 04:12:48
4
appleuser73348263
appleuser73348263 :
너무이버요
2025-12-04 12:43:52
3
iliya1819
Iliya :
Where are you from?
2026-01-28 19:19:05
1
username281020827
L :
U da real art
2026-01-04 07:25:43
2
To see more videos from user @offxjy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jet Tempur F-16 Paksa Mendarat Pesawat Asing di Pekanbaru Dalam Skenario Latihan Force Down Sebuah pesawat asing terdeteksi memasuki wilayah udara Indonesia tanpa mengantongi izin penerbangan.  Situasi itu memicu pengerahan jet tempur F-16 untuk melakukan intersepsi hingga pesawat tersebut dipaksa mendarat. Namun, pendaratan paksa atau force down bukan akhir dari operasi. Begitu pesawat menyentuh landasan, tahapan penegakan hukum dan pemeriksaan oleh sejumlah instansi harus segera dilakukan. Rangkaian situasi tersebut menjadi skenario latihan penanganan pasca-force down yang digelar Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin di apron pangkalan, Pekanbaru. Latihan ini menggambarkan bagaimana sebuah dugaan pelanggaran wilayah udara ditangani sejak pesawat terdeteksi, diintersepsi, diidentifikasi, hingga dipaksa mendarat dan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur. Dalam skenario latihan, pesawat tidak dikenal atau Low and Slow Aircraft (LASA X) terpantau bergerak di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I menuju wilayah udara Indonesia. Pemantauan Kosek I mendapati pesawat tersebut memasuki kawasan Selat Malaka tanpa dilengkapi Surat Clearance (SC) dan Flight Clearance (FC).  Kondisi itu membuat pesawat dikategorikan sebagai pesawat tidak dikenal yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Merespons temuan tersebut, Pangko­sek I memerintahkan Skadron Udara 16 mengerahkan pesawat tempur melalui mekanisme scramble.  Proses intersepsi dilakukan dengan dukungan Ground Control Intercept (GCI) untuk mendekati sekaligus memastikan identitas pesawat yang dicurigai melanggar aturan penerbangan. Setelah identifikasi visual dilakukan, pesawat F-16 Skadron Udara 16 diperintahkan melaksanakan force down. Begitu pesawat berhasil dipaksa mendarat, penanganan berlanjut ke tahap berikutnya. Asops Kosek I berkoordinasi dengan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin untuk menjalankan prosedur penegakan hukum pasca-force down. Pada tahap inilah koordinasi lintas instansi menjadi penting. Penanganan tidak hanya melibatkan unsur TNI AU, tetapi juga instansi terkait di bidang kebandarudaraan, karantina, imigrasi, kesehatan, dan bea cukai. Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris mengatakan, latihan yang digelar pada Rabu (21/10/2026) tersebut dirancang untuk menguji kesiapan personel dalam menghadapi pelanggaran wilayah udara oleh pesawat asing, termasuk memastikan prosedur setelah pesawat dipaksa mendarat berjalan sesuai ketentuan. “Latihan ini bertujuan melatihkan unsur TNI AU, khususnya Lanud Roesmin Nurjadin, dalam menangani pelanggaran wilayah udara oleh pesawat asing. Selain itu, latihan ini juga melibatkan unsur kementerian dan lembaga terkait untuk menguji mekanisme penanganan pesawat asing setelah dilakukan pemaksaan mendarat (force down),” jelasnya. Menurut Abdul Haris, latihan tersebut sekaligus menguji Rencana Operasi Penegakan Hukum Pasca-Force Down dan prosedur tetap yang berlaku di Komando Daerah TNI AU I (Kodau I) beserta jajaran pangkalan di bawahnya. Ia menegaskan, setiap tahapan harus dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, mengingat penanganan pesawat asing membutuhkan keterlibatan berbagai unsur sesuai kewenangan masing-masing. #latihan #pesawattempur #tniau
Jet Tempur F-16 Paksa Mendarat Pesawat Asing di Pekanbaru Dalam Skenario Latihan Force Down Sebuah pesawat asing terdeteksi memasuki wilayah udara Indonesia tanpa mengantongi izin penerbangan. Situasi itu memicu pengerahan jet tempur F-16 untuk melakukan intersepsi hingga pesawat tersebut dipaksa mendarat. Namun, pendaratan paksa atau force down bukan akhir dari operasi. Begitu pesawat menyentuh landasan, tahapan penegakan hukum dan pemeriksaan oleh sejumlah instansi harus segera dilakukan. Rangkaian situasi tersebut menjadi skenario latihan penanganan pasca-force down yang digelar Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin di apron pangkalan, Pekanbaru. Latihan ini menggambarkan bagaimana sebuah dugaan pelanggaran wilayah udara ditangani sejak pesawat terdeteksi, diintersepsi, diidentifikasi, hingga dipaksa mendarat dan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur. Dalam skenario latihan, pesawat tidak dikenal atau Low and Slow Aircraft (LASA X) terpantau bergerak di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I menuju wilayah udara Indonesia. Pemantauan Kosek I mendapati pesawat tersebut memasuki kawasan Selat Malaka tanpa dilengkapi Surat Clearance (SC) dan Flight Clearance (FC). Kondisi itu membuat pesawat dikategorikan sebagai pesawat tidak dikenal yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Merespons temuan tersebut, Pangko­sek I memerintahkan Skadron Udara 16 mengerahkan pesawat tempur melalui mekanisme scramble. Proses intersepsi dilakukan dengan dukungan Ground Control Intercept (GCI) untuk mendekati sekaligus memastikan identitas pesawat yang dicurigai melanggar aturan penerbangan. Setelah identifikasi visual dilakukan, pesawat F-16 Skadron Udara 16 diperintahkan melaksanakan force down. Begitu pesawat berhasil dipaksa mendarat, penanganan berlanjut ke tahap berikutnya. Asops Kosek I berkoordinasi dengan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin untuk menjalankan prosedur penegakan hukum pasca-force down. Pada tahap inilah koordinasi lintas instansi menjadi penting. Penanganan tidak hanya melibatkan unsur TNI AU, tetapi juga instansi terkait di bidang kebandarudaraan, karantina, imigrasi, kesehatan, dan bea cukai. Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris mengatakan, latihan yang digelar pada Rabu (21/10/2026) tersebut dirancang untuk menguji kesiapan personel dalam menghadapi pelanggaran wilayah udara oleh pesawat asing, termasuk memastikan prosedur setelah pesawat dipaksa mendarat berjalan sesuai ketentuan. “Latihan ini bertujuan melatihkan unsur TNI AU, khususnya Lanud Roesmin Nurjadin, dalam menangani pelanggaran wilayah udara oleh pesawat asing. Selain itu, latihan ini juga melibatkan unsur kementerian dan lembaga terkait untuk menguji mekanisme penanganan pesawat asing setelah dilakukan pemaksaan mendarat (force down),” jelasnya. Menurut Abdul Haris, latihan tersebut sekaligus menguji Rencana Operasi Penegakan Hukum Pasca-Force Down dan prosedur tetap yang berlaku di Komando Daerah TNI AU I (Kodau I) beserta jajaran pangkalan di bawahnya. Ia menegaskan, setiap tahapan harus dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, mengingat penanganan pesawat asing membutuhkan keterlibatan berbagai unsur sesuai kewenangan masing-masing. #latihan #pesawattempur #tniau

About