@lili_sia25: #CapCut #اغاني_تركية_مشهورة #قوالب_كاب_كات_جاهزه_للتصميم__🌴♥ #شاشة_سوداء🖤🔇🥀🎻🎼 #CapCut

🦋🫀𝑴𝒊𝒄𝒉𝒂🦋🫀
🦋🫀𝑴𝒊𝒄𝒉𝒂🦋🫀
Open In TikTok:
Region: DZ
Thursday 04 December 2025 23:57:40 GMT
45957
677
5
73

Music

Download

Comments

ry7kfcx
ِ𝗠َِ𝖺𝗂َِ𝗌ِ𝗂𝖾✮. :
مسلسل اخواتي 😭💖💖.
2026-06-11 17:32:46
0
ahag861
نـفسـᬼ🖤⑅⃝ـᬼـية حقـᬼ🐊⑅⃝ـᬼـير :
😊😊☺️☺️
2026-03-31 12:08:52
4
nour.adob
🧜🏻‍♀️حورية البحر 🦋 :
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2026-05-28 13:17:11
2
lover.of.tranquili66
Lover of tranquility •••♡ :
🥰
2026-07-31 18:33:54
1
oum.haroun635
🌷 :
🥰🥰🥰
2026-06-29 19:11:40
0
To see more videos from user @lili_sia25, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

📰 ANEUK GAMPONG | PIDIE JAYA Sejumlah siswa SDN 28 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, harus menyeberangi aliran Krueng Cubo setiap hari demi pergi dan pulang sekolah. Ketiadaan jembatan penghubung membuat perjalanan mereka berisiko, terutama ketika arus sungai deras atau debit air meningkat. Mengutip laporan Aceh Online yang terbit pada 12 Oktober 2026, Ketua Umum PD Pelajar Islam Indonesia (PII) Pidie Jaya, Yusril Mubarak, menyebutkan bahwa para siswa tetap menggunakan jalur sungai karena akses alternatif dinilai terlalu jauh dan membutuhkan waktu lebih lama. Sementara itu, fasilitas utama sekolah berada di seberang sungai. Sebagian besar siswa yang menghadapi kondisi ini masih berusia sekolah dasar. Mereka harus melewati aliran sungai yang terkadang deras dan berpotensi meluap. Bahkan, seragam sejumlah siswa kerap basah sebelum kegiatan belajar dimulai. Beberapa waktu lalu, Aneuk Gampong juga pernah mengunggah video yang memperlihatkan anak-anak SDN 28 Bandar Baru menyeberangi sungai saat pulang sekolah. Video tersebut diunggah dengan judul “Ketika Sungai Menjadi Jalan Pulang Siswa SD Negeri 28 Bandar Baru”. Ketua Umum PD PII Pidie Jaya, Yusril Mubarak, menilai kondisi tersebut memprihatinkan karena anak-anak harus menghadapi risiko keselamatan demi mendapatkan pendidikan. “Pendidikan seharusnya menjadi tangga mobilitas sosial, bukan arena adu nyali yang mengancam nyawa,” ungkapnya, sebagaimana dikutip Aceh Online. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya meninjau langsung kondisi di Krueng Cubo dan menyiapkan solusi konkret, termasuk penanganan darurat agar para siswa dapat bersekolah dengan aman. Hingga berita tersebut diterbitkan, Aceh Online menyebutkan belum memperoleh keterangan dari Pemkab Pidie Jaya terkait rencana penanganan akses penyeberangan tersebut. Selengkapnya: Aceh Online Yuk, berkomentar dengan bijak dan sopan!
📰 ANEUK GAMPONG | PIDIE JAYA Sejumlah siswa SDN 28 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, harus menyeberangi aliran Krueng Cubo setiap hari demi pergi dan pulang sekolah. Ketiadaan jembatan penghubung membuat perjalanan mereka berisiko, terutama ketika arus sungai deras atau debit air meningkat. Mengutip laporan Aceh Online yang terbit pada 12 Oktober 2026, Ketua Umum PD Pelajar Islam Indonesia (PII) Pidie Jaya, Yusril Mubarak, menyebutkan bahwa para siswa tetap menggunakan jalur sungai karena akses alternatif dinilai terlalu jauh dan membutuhkan waktu lebih lama. Sementara itu, fasilitas utama sekolah berada di seberang sungai. Sebagian besar siswa yang menghadapi kondisi ini masih berusia sekolah dasar. Mereka harus melewati aliran sungai yang terkadang deras dan berpotensi meluap. Bahkan, seragam sejumlah siswa kerap basah sebelum kegiatan belajar dimulai. Beberapa waktu lalu, Aneuk Gampong juga pernah mengunggah video yang memperlihatkan anak-anak SDN 28 Bandar Baru menyeberangi sungai saat pulang sekolah. Video tersebut diunggah dengan judul “Ketika Sungai Menjadi Jalan Pulang Siswa SD Negeri 28 Bandar Baru”. Ketua Umum PD PII Pidie Jaya, Yusril Mubarak, menilai kondisi tersebut memprihatinkan karena anak-anak harus menghadapi risiko keselamatan demi mendapatkan pendidikan. “Pendidikan seharusnya menjadi tangga mobilitas sosial, bukan arena adu nyali yang mengancam nyawa,” ungkapnya, sebagaimana dikutip Aceh Online. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya meninjau langsung kondisi di Krueng Cubo dan menyiapkan solusi konkret, termasuk penanganan darurat agar para siswa dapat bersekolah dengan aman. Hingga berita tersebut diterbitkan, Aceh Online menyebutkan belum memperoleh keterangan dari Pemkab Pidie Jaya terkait rencana penanganan akses penyeberangan tersebut. Selengkapnya: Aceh Online Yuk, berkomentar dengan bijak dan sopan!

About