@matthardeman_: Happy Sunday yall!! ❤️ #sundaymorning #christian #churchfit #OOTD #singlechristian

Matt Hardeman!
Matt Hardeman!
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 07 December 2025 16:46:03 GMT
25837
500
31
124

Music

Download

Comments

zoey.p17
zoey.p17 :
lookin nice matt 👏🏼
2025-12-07 16:52:34
2
finalgirlsyndrome
emma :
2025-12-08 01:33:02
52
nicksoboojie
nicksoboojie :
would the GRWM be any different if your weren’t 26 and or single? 🤔
2025-12-08 21:58:27
29
vextro17
vextro17 :
Matt it is my birthday today and nothing is better than spending my birthday with God but can u please sout me out please
2025-12-07 18:05:46
2
memyselfetmoi
Vic :
Nobody complaining about the white socks yet? 🤧
2025-12-07 18:25:13
2
ellymoen
Ella Moen :
The QZ!! 😩
2025-12-26 05:57:25
0
hawaiigaymer
HawaiiGaymer :
just sent a prayer up for you 🙏🏽
2025-12-08 14:23:08
2
aaliyah_.bard
Aaliyah Bard :
I love your outfit enjoy your service 🫶🏽
2025-12-08 01:18:58
1
ashleyymariya
Ashley Mariya :
Love everything about this 🥰
2025-12-07 20:09:33
0
cynthiabolich2020
Cynthia Bolich :
Dressed nicely how did your church service go today 🙏
2025-12-07 19:23:46
1
ms.keshawn_
SHAWNEY :
🥰🥰🥰💯💯💯
2025-12-07 16:55:08
1
To see more videos from user @matthardeman_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Uang palsu senilai Rp 980 juta yang disita Polda Lampung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, diduga disiapkan untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta pada Oktober 2026. Temuan tersebut terungkap setelah penyidik menangkap Sudiyono (58), warga Sumatera Utara, yang diduga menjadi pemilik sekaligus pihak yang mengatur pengiriman uang palsu tersebut. Sudiyono ditangkap di Medan, Sumatera Utara, pada 27 Oktober 2026. Penangkapan ini merupakan pengembangan kasus penangkapan kurir bernama Azizir Wicaksono (28) di Pelabuhan Bakauheni pada 8 Oktober 2026. Kasubdit II Fiskal, Moneter, dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol Jackson Jeremia Daramenusa Tindage mengatakan, uang palsu tersebut diduga bukan sekadar untuk diedarkan dalam transaksi sehari-hari. Berdasarkan pemeriksaan terhadap para tersangka, uang itu disebut memiliki tujuan khusus, yakni untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta.
Uang palsu senilai Rp 980 juta yang disita Polda Lampung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, diduga disiapkan untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta pada Oktober 2026. Temuan tersebut terungkap setelah penyidik menangkap Sudiyono (58), warga Sumatera Utara, yang diduga menjadi pemilik sekaligus pihak yang mengatur pengiriman uang palsu tersebut. Sudiyono ditangkap di Medan, Sumatera Utara, pada 27 Oktober 2026. Penangkapan ini merupakan pengembangan kasus penangkapan kurir bernama Azizir Wicaksono (28) di Pelabuhan Bakauheni pada 8 Oktober 2026. Kasubdit II Fiskal, Moneter, dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol Jackson Jeremia Daramenusa Tindage mengatakan, uang palsu tersebut diduga bukan sekadar untuk diedarkan dalam transaksi sehari-hari. Berdasarkan pemeriksaan terhadap para tersangka, uang itu disebut memiliki tujuan khusus, yakni untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta. "Dari hasil pemeriksaan, uang digunakan untuk aksi demonstrasi di Jakarta, baik pada tahun 2025 ataupun tahun 2026 ini," ujar Jackson, Senin (2/11/2026). Jackson menjelaskan, penyidik menemukan dugaan bahwa Azizir telah dua kali mengantarkan uang palsu dari Sumatera Utara ke Jakarta. Pengiriman pertama dilakukan pada 2025. Saat itu, Azizir disebut berhasil membawa ribuan lembar uang palsu pecahan Rp 100.000 dengan nilai nominal diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Menurut hasil pemeriksaan polisi, uang tersebut dipesan seseorang untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta pada Agustus 2025. Pengiriman kedua dilakukan pada awal Oktober 2026. Namun, kali ini upaya tersebut berhasil digagalkan polisi ketika bus yang ditumpangi Azizir diperiksa di kawasan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Petugas menemukan 9.800 lembar uang yang diduga palsu pecahan Rp 100.000 dengan total nominal Rp 980 juta. Uang tersebut disimpan di dalam dus air mineral, diletakkan di atas kabin kursi nomor 28, dan dibungkus menggunakan kertas buku berwarna putih. Jackson mengatakan, uang dalam pengiriman kedua itu juga diduga direncanakan untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta pada Oktober 2026. "Jadi, yang pertama itu 2025, yang kedua itu 2026, dan berhasil kami gagalkan," katanya. Sumber: Kompas.com

About