Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@crazydeals: Freunde bald ist es soweit, es erwarten euch krasse packs. Seit gespannt!! Ich halte euch auf dem laufenden. Und bis dahin Bitte alle folgen 🫶🏻 #retouren #amazon #tiktoklive #viral #foryourepage
CrazyDeals
Open In TikTok:
Region: DE
Monday 08 December 2025 09:48:32 GMT
3829
39
1
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
Yaren.s :
Hoffentlich bald 😍😍😍
2025-12-08 10:51:08
2
To see more videos from user @crazydeals, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
เปรโต๊ะมันเลยล่ะ #เปรโต๊ะลอซู
김연아(Yuna Kim), 우아한 여왕의 품격, 여전히 설레는 미모 #김연아 #kimyuna #yunakim #유방암 #wkorea
Diez botes y nos plantamos en Barcelona con el @trionda. #VamosEspaña | #tiktokfootballacademy | #deportesentiktok | #CopaMundialFIFA
Perdebatan sengit terjadi antara Wakil Ketua BEM UI, Fatimah, dan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari soal polemik KIP Kuliah dan mahasiswa yang disebut tak sanggup membayar daftar ulang. Ketegangan memuncak ketika Qodari menuntut data konkret: "Angkanya berapa? Jangan muter-muter. Kalau nggak punya angka, nggak usah bicara terlalu jauh." Fatimah menyodorkan realita di lapangan: di UI hanya ratusan mahasiswa yang mendapat KIP dari total lebih dari 10.000, dan keringanan bagi yang kesulitan justru banyak ditopang crowdfunding alumni—bukan pemerintah. Namun ia tak memiliki angka pasti saat ditanya soal jumlah "kursi kosong". Di sinilah Qodari membalik dengan data. Ia menyebut dari 627 ribu yang mendaftar kuliah, sekitar 60 ribu tercatat sebagai kursi kosong. Tapi ia merinci: 42 ribu di antaranya gugur karena tak memenuhi syarat nilai, dan hanya 18 ribu yang benar-benar tak daftar ulang. Itu pun, katanya, belum tentu karena tak mampu—bisa jadi karena memilih kampus lain, masuk sekolah kedinasan, atau memang tak lolos kualifikasi KIPK. Angka 18 ribu itu, menurutnya, hanya sekitar 2 persen dari total pendaftar. Di sinilah publik terbelah. Sebagian menilai Qodari unggul karena berpijak pada data yang rinci, bukan asumsi. Namun sebagian lain membela BEM UI: bahwa di balik angka 2 persen itu tetap ada ribuan calon mahasiswa nyata yang mungkin kehilangan kesempatan kuliah. Menurut kalian, mana yang lebih penting—akurasi data atau keberpihakan pada realita di lapangan? Suarakan pendapat kalian di kolom komentar 👇 #BEMUI #MAHASISWA #KULIAH #PENDIDIKAN #DEBAT
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy