@podcastnuevomile: REVIEW DEL EL DOCUMENTAL DE DIDDY PT1 #nuevomilenio

NUEVO MILENIO
NUEVO MILENIO
Open In TikTok:
Region: CA
Sunday 14 December 2025 04:25:22 GMT
11831268
716204
2582
26708

Music

Download

Comments

ewdram0
Eram :
tenia el volumen alto, estaba en un funeral 😡😡😡😡
2025-12-14 04:49:56
101233
gemail.comdiazmiguel
löpëz :
tu villano favorito aaa ah ah ah ah 🗣️
2025-12-14 07:29:54
41158
yooungboy
Osu :
el audio del inicio no es de diddy, es de yes king
2025-12-14 19:57:47
29951
lsjfks
🐢🐢 :
DIFUNDE EL EVANGELIO: (Salmo 34:18) "El señor está cerca de los que tienen el corazón roto". Dios siempre estará cerca de ti cuando más lo necesites y en tu nivel más bajo. No te rindas. No importa lo difícil que se ponga la vida, Dios tiene un plan para ti y te prometo que te curará, solo pon todo en sus manos. El rapto va a suceder, ya sea hoy, mañana o siglos a partir de ahora. Se está acercando, las profecías de la Biblia cobran vida. Arrepiéntete y cree, Jesús es el Mesías. Te perdonará, te aceptará. Acepta a todos sus hijos. Cree en él, arrepiéntete, perdona a tus vecinos. Ama a todos, incluso si hicieran cosas que no estamos de acuerdo con, Jesús querría que los perdonaras, como él también. Perdona a todos y cada uno. No es demasiado tarde para arrepentirse. No estoy forzando mi religión, solo quiero verlos a todos en el cielo.En el nombre de Jesús decimos
2025-12-26 03:45:07
1346
rodrigoe59
Rodrigo :
bro solo di que no te invitaron
2026-02-01 09:35:27
1090
__veronicat__
Veronicat :
Ya había olvidado ese audio
2025-12-14 04:56:26
10368
esmymtz97
Esmeralda Martinez :
Vendo agua! Un like por botella.
2025-12-15 05:37:43
8168
tengocancer11
revivan a iggy⚡ :
que fue eso..
2026-01-30 15:40:27
1666
erika.villegas314
Erika Villegas :
ddidy mando a matar a Tupac y notorius porque ellos estaban cogiendo demasiada fuerza en la música!
2025-12-14 10:55:07
2106
sayuriiixx
🪷 Sayuri 🪷 :
wey avisen estaba en misa de 8 de la mañana
2026-02-06 14:46:12
1545
carloxx_j
carloss 〔𒉭〕 :
Donde se pueden ver los videos ajjajsjsjsjd
2026-02-04 01:53:40
63
cristhianjquintana
CristhianQ :
viendo esto 5 am un domingo
2025-12-14 09:58:56
5658
jenniferzambrano729
▕⃝⃤ JennickZ ▕⃝⃤ :
El audio del inicio
2025-12-25 22:39:00
878
jesusga
Jesus Ga :
Yo cuando escuché el audio por primera vez
2025-12-15 01:12:25
620
jaixer_
Jaixer💎 :
lo escucharon en plena reunión familiar
2025-12-25 21:49:04
402
judivas131520
judi :
Era necesario ese audio del ah ah 😰
2026-02-04 12:50:29
34
angel.gabriel.hin6
?Angel: :
wey estaba con mi mamá
2026-02-07 17:27:53
17
n3ne_fnnnf
"Dani~❕🌐🫧❔ :
Gracias audífonos 💀
2025-12-26 03:59:08
126
elmar1010
[Mar] :
Pum chiki chiki pum, pum 🫦💅🏻:
2026-02-02 08:10:23
8
80emer_son90
♰Emerson♰ :
DIFUNDE EL EVANGELIO: (Salmo 34:18) "El señor está cerca de los que tienen el corazón roto". Dios siempre estará cerca de ti cuando más lo necesites y en tu nivel más bajo. No te rindas. No importa lo difícil que se ponga la vida, Dios tiene un plan para ti y te prometo que te curará, solo pon todo en sus manos. El rapto va a suceder, ya sea hoy, mañana o siglos a partir de ahora. Se está acercando, las profecías de la Biblia cobran vida. Arrepiéntete y cree, Jesús es el Mesías. Te perdonará, te aceptará. Acepta a todos sus hijos. Cree en él, arrepiéntete, perdona a tus vecinos. Ama a todos, incluso si hicieran cosas que no estamos de acuerdo con, Jesús querría que los perdonaras, como él también. Perdona a todos y cada uno. No es demasiado tarde para arrepentirse. No estoy forzando mi religión, solo quiero verlos a todos en el cielo.
2025-12-21 05:40:48
454
kayliox5.6
Cay :
era necesario el audio?
2026-01-31 14:51:19
10
jaimeteclado3
náutica :
El inicio
2025-12-26 17:05:34
121
toki.cotiize
Toki Cotiize :
Dios me cuide y proteja a 50🥺
2025-12-21 02:01:13
673
thx._art
thx._art :
que sonidos mas raros del principio 🙂‍↔️🙂‍↔️
2025-12-14 09:40:25
414
cocoari09
nani navarro09 :
Jajajajaja wey estaba con mis suegros en la mesa 😭😭😭 que pena
2026-01-04 15:15:07
14
To see more videos from user @podcastnuevomile, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Ruang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas:
Ruang publik kita sedang riuh. Rupiah melemah menyentuh angka Rp17.800, dan kepanikan massal langsung mendominasi linimasa. Banyak yang mengeluh harga barang impor naik, lalu pesimisme pun menular. Mari kita tarik napas sebentar. Alih-alih ikut panik, mari kita gunakan Judo Strategy: kita pakai energi kepanikan dan guncangan ini, lalu kita balikkan menjadi momentum peluang yang paling menguntungkan. Tadi pagi di DPR, Presiden Prabowo sudah memberikan jangkar validasi yang sangat jelas: "Indonesia harus lepas dari cap negara konsumen." Beliau sedang memosisikan diri sebagai visioner yang membongkar jalan makroekonomi kita. Jika kita mau berpikir kritis dan analitis, kurs Rp17.800 ini sejatinya adalah "karpet merah" bagi kita untuk meraup Dollar. Mari kita bedah pakai data perbandingan cuan nyata (Kurs Rp15.000 vs Rp17.800): 📦 1. Briket Arang Batok Kelapa (Pasar Timur Tengah & Eropa) Harga jual di mata bule tetap $1.30/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp6.500/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih meroket jadi Rp10.140/kg! Poin Mind-Blowing: Sekali kirim 1 kontainer mini (18 ton), kalian dapat bonus cuan gratis Rp65,5 Juta murni karena selisih kurs! 📦 2. Minyak Nilam (Bahan Baku Parfum Eropa) Harga jual tetap $60/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp200.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih melonjak ke Rp368.000/kg! Poin Mind-Blowing: Jual barang yang sama ke orang yang sama. Kirim 100 kg saja, otomatis kantongin tambahan bonus Rp16,8 Juta tanpa perlu capek nego harga. 📦 3. Vanili Kering Premium (Pasar Global) Harga jual tetap $160/kg. Saat Kurs Rp15.000: Untung bersih Rp600.000/kg. Saat Kurs Rp17.800: Untung bersih tembus Rp1.048.000/kg! Poin Mind-Blowing: Margin keuntungan bersih tembus di atas Rp1 Juta per kilogram! Ada bonus gratis Rp448 ribu per kilo yang langsung masuk ke rekening kalian. Secara diplomatis, ini adalah realita yang harus kita hadapi. Negara sudah memberikan visi, membukakan jalan makroekonomi, dan meretas peluang agar kita bisa mandiri. Sangat disayangkan jika karpet merah sudah digelar lebar-lebar, namun energi anak mudanya malah habis untuk mengeluhkan keranjang checkout barang impor.

About