@riviulv1: Sạc Anker zolo 70w #riviulv1 #unbox #review #ankervietnam #ankerzolo70w

Rì viu Lv1
Rì viu Lv1
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 15 December 2025 09:38:35 GMT
2021
10
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @riviulv1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#POV = Joshua as a divorced father  bagian 8 Joshua baru saja membeli stok bahan masakan dari swalayan. Dia membawa dua plastik penuh itu dan membuka pintu belakang mobilnya. Di kursi penumpang belakang, mata Joshua menangkap keberadaan boneka teddy bear Sheila bahkan sebelum menaruh plastik belanjaannya. 'Duh, Sheila... teddy bear nya ketinggalan.' Joshua menaruh plastik belanjaannya di kursi itu dan meraih boneka Sheila. 'Mana Sheila ga bisa tidur kalau ga meluk bonekanya...' Pria itu masuk ke kursi pengemudi dan memangku boneka Sheila. Dia membuka ponselnya, mencari kontak Arumi.
#POV = Joshua as a divorced father bagian 8 Joshua baru saja membeli stok bahan masakan dari swalayan. Dia membawa dua plastik penuh itu dan membuka pintu belakang mobilnya. Di kursi penumpang belakang, mata Joshua menangkap keberadaan boneka teddy bear Sheila bahkan sebelum menaruh plastik belanjaannya. 'Duh, Sheila... teddy bear nya ketinggalan.' Joshua menaruh plastik belanjaannya di kursi itu dan meraih boneka Sheila. 'Mana Sheila ga bisa tidur kalau ga meluk bonekanya...' Pria itu masuk ke kursi pengemudi dan memangku boneka Sheila. Dia membuka ponselnya, mencari kontak Arumi. "Malam, Rum." "Boneka Sheila ketinggalan," "Dia ada nyariin nggak?" "Aku antar ya, takut dia ga bisa tidur." Joshua menarik nafas. Dia menunggu balasan Arumi beberapa menit tapi tak kunjung ada balasan. Ia meraih setir mobil dan mengendarai mobilnya menjauh dari swalayan menuju rumah Arumi. Walau menurut Joshua, ini cukup canggung. Karena ia baru saja pergi dari sana tadi sore. Namun ntah bagaimana, Joshua selalu dengan kesadaran penuh memilih untuk datang kembali ke tempat Arumi. Joshua menekan bel. "Arumi, It's Jo." Keadaan teras rumah Arumi cukup redup, lampu diatasnya beberapa kali hidup-mati. Joshua melirik ke atas, memperhatikan lampu itu. Ntah kenapa dia merasa bahwa hubungannya memiliki nasib yang sama dengan lampu itu. Dipaksakan untuk terus menyala. Pintu terbuka. "Jo? What are you doing here?" Joshua menatap Arumi dan tersenyum. "Dimana Sheila?" "Sheila lagi video call sama ibu." "Oh, ini, bonekanya Sheila..." "Eh? Harusnya kamu ga perlu repot-repot kesini Jo..." "Gapapa, Rum, kebetulan tadi aku dari sini langsung mampir ke swalayan. Baru habis itu aku sadar bonekanya Sheila tinggal." "Makasih ya, Jo." "Anytime, Rum." Joshua menyodorkan boneka itu kepada Arumi. Ketika tangan mereka hanya dibatasi boneka itu, lampu teras yang dari tadi berusaha untuk terus nyala, akhirnya mati. Suasana berubah gelap mendadak. Arumi tidak berteriak, namun tangannya reflek menggenggam tangan Joshua karena shock. "It's okay, Rum." Joshua meremas tangan Arumi dan mencari netra Arumi di kegelapan itu. "Eh, sorry Jo, aku ga tau lampunya bakal mati..." "It's all fine Arumi, kebetulan aku disini, biar aku gantiin lampunya ya." "Aku gaada bola lampu baru." "Aku ada." "Gausah deh, Jo. Besok aku ganti gapapa." "Aku ganti malam ini bisa." "Jo," "Rum, it's for your safety too." "Aku ga mau nyusahin kamu. Aman kok Jo, udah malam juga. Mending kamu balik, besok kamu ngantor, kan?" "Aku ga merasa terganggu kok. Besok aku libur, liburin diri." Joshua terkekeh dan melangkah menuju mobilnya, mengambil satu dari tiga bola lampu yang rencananya ia pasang di rumahnya. Arumi tersenyum kecil dan melihat ke belakang. Sheila berjalan membawa handphone milik wanita itu di tangannya. "Udah selesai telfon nenek, sayang?" "Udah, Mami. Besok kita kesana kan, mami?" "Iya, besok kita jenguk nenek ya, semoga nenek boleh pulang besok." "Iya! Sheila mau main bareng nenek!" Arumi tertawa gemas dan berlutut untuk menyamakan tingginya dengan Sheila. Wanita itu mengelus puncak kepala Sheila. Wajah Sheila begitu mirip dengannya, begitu juga dengan ibunya. Begitu mirip. Sheila tersenyum, karena Arumi yang terdiam menatap wajahnya. "Love you, mami." "Love you too, Sheila." Sheila mengintip dari balik bahu Arumi. Meneliti sosok tinggi yang berdiri di kegelapan teras di belakang sang ibu. "PAPI! YEAY!" Sheila sontak bersorak gembira dan memeluk Joshua. "Hai, Sheila, kangen ya? Padahal kita kan baru ketemu tadi sore, sayang..." "Papi emang ngangenin!" "Hahaha, Papi mau ganti lampu teras dulu ya, Sheila pasti kegelapan." "Okay Papi, be careful." Joshua mengambil alat untuk mengganti bola lampu dan menggantinya dengan yang baru secara lihai. *sambung di komen #pov #joshuahong #seventeen

About