@notfromherejuduh: @allabout.monica

🦢
🦢
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 17 December 2025 00:59:15 GMT
11901
1792
77
43

Music

Download

Comments

.kemoree
￶ Kemoree :
you should get a septummm
2025-12-17 01:59:06
12
bribri..20
bribri🩷 :
so so pretty
2025-12-17 19:17:39
1
3xoticbabii
3xoticbabii :
Baeee😩😩😩
2025-12-17 01:15:20
1
immnotreal7047
xo :
Girl 😩
2025-12-17 01:04:23
1
444thaluvofgigi
leavemealonee😇 :
ughhhh 😫
2025-12-17 02:47:52
1
secretsadmireme
secretsadmireme :
😍😍bae
2025-12-17 01:38:52
1
sharkemroy
SharkBoy 🦈 :
Dat gurl so teaaa😍🔥🔥
2025-12-17 06:10:35
4
iloveemamaa
𝐬𝐮𝐦𝐦𝐞𝐫𝐫 :
yesss judyyyy 😍😍
2025-12-17 01:15:36
1
vertelyse
don’t find me :
daddyo
2025-12-17 05:00:32
0
iiamzaria__
iiamzaria__ :
ugh😍😍😍
2025-12-17 19:52:32
1
chynajanyah
chynadoll <3 :
😍
2025-12-17 08:10:07
1
user04353318
Biancaa💕 :
😍😍😍😍
2025-12-17 01:06:49
1
ysll.bratty
Ysl.bratt :
😩😩😩😩
2025-12-17 04:57:39
1
xoxowiyah
TR 🧛🏻‍♀️🖤 :
😍😍😍🥰
2025-12-17 04:25:01
1
lugiontheroad
lugii🫦 :
😍😍😍
2025-12-17 01:23:52
1
daarealbarbb.__
daaDonn :
😍😍😍
2025-12-17 01:17:54
1
trxxpdoll._k
ᥫ᭡ :
🥰🥰
2025-12-17 01:09:24
1
pnkperkyss
cartier𝜗𝜚˚⋆ :
😍😍😍
2025-12-17 01:24:01
1
trillcobain00
trillcobain00 :
😍😍😍😍😍😍😍😍
2025-12-17 01:07:02
1
chloekapri
Chloékapri. :
😍😍😍
2025-12-17 01:09:22
1
dl0nelyllol
 :
😍😍😍😍😍😍
2025-12-17 01:11:00
1
prettystackss
1of1🫧🎀 :
😍😍😍
2025-12-17 01:39:56
1
shesoprettyy20
shesoprettyy20 :
😍😍😍
2025-12-17 03:28:58
1
notnique1
♕ :
😍😍😍😍😍
2025-12-17 01:31:47
1
To see more videos from user @notfromherejuduh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kisah nyata di balik kuda pacu legendaris Jepang, Tamamo Cross (yang juga diadaptasi ke dalam franchise Uma Musume Pretty Derby), memang sangat tragis dan menyedihkan. Penderitaan tersebut meliputi kebangkrutan peternakan, perpisahan dengan ibunya, hingga masalah kekurangan gizi. Berikut adalah rincian fakta dari kisah sedih Tamamo Cross di dunia nyata: 1. Peternakan yang Bangkrut dan Terlilit Utang Tamamo Cross lahir pada tahun 1984 di Peternakan Nishikino (Nishikino Farm). Sang pemilik peternakan, Masaaki Nishikino, terlilit utang besar demi ambisinya membangun lini keturunan kuda pacu yang terjangkau bagi para peternak lokal. Sayangnya, peternakan tersebut akhirnya dinyatakan bangkrut sebelum Tamamo Cross sempat bertanding dan menunjukkan potensinya. Akibat kebangkrutan ini, Masaaki Nishikino kehilangan segalanya, bercerai dengan istrinya, dan peternakannya ditutup. 2. Terpisah dari Sang Ibu yang Dijual Murah Karena peternakan Nishikino bangkrut total, semua asetnya harus disita dan dijual untuk membayar utang, termasuk ibu dari Tamamo Cross yang bernama Green Chateau. Green Chateau terpaksa dijual dengan harga sangat murah ke tempat lain. Perpisahan paksa ini terjadi saat Tamamo Cross masih sangat muda, sehingga ia harus kehilangan sosok ibunya dalam kondisi yang serba sulit. 3. Mengalami Kekurangan Gizi (Malnutrisi) Pada awal kehidupannya, Tamamo Cross bertubuh sangat kecil, kurus, dan ringkih. Dampak dari krisis keuangan peternakan membuatnya tidak mendapatkan asupan makanan dan nutrisi yang layak sejak kecil. Masalah malnutrisi ini membekas dalam fisiknya hingga ia tumbuh dewasa, menjadikannya kuda yang sangat pemilih dalam makanan dan memiliki masalah pencernakan/makan (eating disorder). Di dunia nyata, para perawatnya harus berjuang ekstra keras agar ia mau makan dengan benar. Ironi dan Akhir yang Mengharukan Tragedi terbesar dari kisah ini adalah Tamamo Cross merupakan tipe kuda yang lambat berkembang (late bloomer). Kemampuan aslinya baru bangkit menjelang akhir tahun 1987 dan memuncak pada tahun 1988. Ia mencetak sejarah luar biasa dengan memenangkan tiga gelar bergengsi G1 berturut-turut (Tenno Sho Spring, Takarazuka Kinen, dan Tenno Sho Autumn) serta menjadi rival abadi Oguri Cap. Namun, kesuksesan besar dan hadiah uang melimpah yang ia hasilkan sudah terlambat untuk menyelamatkan peternakan tempat ia lahir. Bahkan, ibu kandungnya, Green Chateau, dikabarkan sudah mati akibat stress dan kelelahan di tempat barunya sebelum sempat melihat anaknya menjadi juara. Mantan pemiliknya, Masaaki Nishikino, juga hidup dalam kemiskinan dan tidak pernah diizinkan masuk ke arena balap sebagai
Kisah nyata di balik kuda pacu legendaris Jepang, Tamamo Cross (yang juga diadaptasi ke dalam franchise Uma Musume Pretty Derby), memang sangat tragis dan menyedihkan. Penderitaan tersebut meliputi kebangkrutan peternakan, perpisahan dengan ibunya, hingga masalah kekurangan gizi. Berikut adalah rincian fakta dari kisah sedih Tamamo Cross di dunia nyata: 1. Peternakan yang Bangkrut dan Terlilit Utang Tamamo Cross lahir pada tahun 1984 di Peternakan Nishikino (Nishikino Farm). Sang pemilik peternakan, Masaaki Nishikino, terlilit utang besar demi ambisinya membangun lini keturunan kuda pacu yang terjangkau bagi para peternak lokal. Sayangnya, peternakan tersebut akhirnya dinyatakan bangkrut sebelum Tamamo Cross sempat bertanding dan menunjukkan potensinya. Akibat kebangkrutan ini, Masaaki Nishikino kehilangan segalanya, bercerai dengan istrinya, dan peternakannya ditutup. 2. Terpisah dari Sang Ibu yang Dijual Murah Karena peternakan Nishikino bangkrut total, semua asetnya harus disita dan dijual untuk membayar utang, termasuk ibu dari Tamamo Cross yang bernama Green Chateau. Green Chateau terpaksa dijual dengan harga sangat murah ke tempat lain. Perpisahan paksa ini terjadi saat Tamamo Cross masih sangat muda, sehingga ia harus kehilangan sosok ibunya dalam kondisi yang serba sulit. 3. Mengalami Kekurangan Gizi (Malnutrisi) Pada awal kehidupannya, Tamamo Cross bertubuh sangat kecil, kurus, dan ringkih. Dampak dari krisis keuangan peternakan membuatnya tidak mendapatkan asupan makanan dan nutrisi yang layak sejak kecil. Masalah malnutrisi ini membekas dalam fisiknya hingga ia tumbuh dewasa, menjadikannya kuda yang sangat pemilih dalam makanan dan memiliki masalah pencernakan/makan (eating disorder). Di dunia nyata, para perawatnya harus berjuang ekstra keras agar ia mau makan dengan benar. Ironi dan Akhir yang Mengharukan Tragedi terbesar dari kisah ini adalah Tamamo Cross merupakan tipe kuda yang lambat berkembang (late bloomer). Kemampuan aslinya baru bangkit menjelang akhir tahun 1987 dan memuncak pada tahun 1988. Ia mencetak sejarah luar biasa dengan memenangkan tiga gelar bergengsi G1 berturut-turut (Tenno Sho Spring, Takarazuka Kinen, dan Tenno Sho Autumn) serta menjadi rival abadi Oguri Cap. Namun, kesuksesan besar dan hadiah uang melimpah yang ia hasilkan sudah terlambat untuk menyelamatkan peternakan tempat ia lahir. Bahkan, ibu kandungnya, Green Chateau, dikabarkan sudah mati akibat stress dan kelelahan di tempat barunya sebelum sempat melihat anaknya menjadi juara. Mantan pemiliknya, Masaaki Nishikino, juga hidup dalam kemiskinan dan tidak pernah diizinkan masuk ke arena balap sebagai "pemilik ibu sang juara" saat Tamamo Cross berjaya. #fypシ #umamusume #umamusumeprettyderby #fyp #vir

About