@biancagreenee_: the beginning of summer 🤎🧡🧚🏼🧚🏼 can it please never end #australia #Summer #wa

Bianca Greene
Bianca Greene
Open In TikTok:
Region: AU
Saturday 20 December 2025 00:48:12 GMT
22862
952
17
24

Music

Download

Comments

livhills_
Liv Hills :
This is the point 🤌🏽
2025-12-20 05:30:48
3
stellawildyyy
stella.wildberger :
can’t stop watching this
2025-12-20 08:40:13
2
eleshagenovese
leesh :
Saying i miss u would be an understatement
2025-12-20 14:25:15
2
adventurousdd1
adventurousdd :
beeeeeautiful 🤩
2026-02-25 06:49:33
0
katesmitth2
Kate :
I love summer
2025-12-20 00:53:28
2
oliviafricke_
oliviafricke_ :
Obsessed
2025-12-20 01:42:03
2
eleshagenovese
leesh :
I just love you
2025-12-20 14:25:22
2
giancarlobruno768
Giancarlo Bruno768 :
😁
2025-12-20 14:13:05
2
polloxmjm1g
pollorob :
💓
2025-12-22 15:10:38
1
polloxmjm1g
pollorob :
🥰
2025-12-22 15:10:38
1
geraldw.wilson20
Gerald W. Wilson :
💗
2025-12-20 22:51:31
0
_claudiajones_
Claudia :
😍😍
2025-12-21 04:08:50
0
elvis3066
Fréddy 🤭🤗 :
😍
2026-01-12 14:39:12
0
To see more videos from user @biancagreenee_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Riuh sorak warga memecah suasana Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/6/2026). Setelah enam tahun tak digelar, Festival Rempug Tarung Adu Tomat akhirnya kembali hadir dan langsung menyedot perhatian ratusan masyarakat yang memadati arena sejak pagi. Dentuman kendang, alunan gamelan, suara terompet Sunda, hingga lantunan sinden menjadi pembuka sebuah tradisi yang tak sekadar menyuguhkan hiburan. Di balik lemparan ribuan tomat busuk, tersimpan kisah perjuangan petani, nilai budaya, sekaligus harapan baru bagi masyarakat Lembang. Prosesi diawali dengan Tari Ngajayak yang dibawakan tujuh penari perempuan berselendang putih. Mereka membawa nampan berisi topeng, zirah, dan perisai bambu sebagai bagian dari ritual simbolis sebelum diserahkan kepada 14 peserta yang berperan sebagai
Riuh sorak warga memecah suasana Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (26/6/2026). Setelah enam tahun tak digelar, Festival Rempug Tarung Adu Tomat akhirnya kembali hadir dan langsung menyedot perhatian ratusan masyarakat yang memadati arena sejak pagi. Dentuman kendang, alunan gamelan, suara terompet Sunda, hingga lantunan sinden menjadi pembuka sebuah tradisi yang tak sekadar menyuguhkan hiburan. Di balik lemparan ribuan tomat busuk, tersimpan kisah perjuangan petani, nilai budaya, sekaligus harapan baru bagi masyarakat Lembang. Prosesi diawali dengan Tari Ngajayak yang dibawakan tujuh penari perempuan berselendang putih. Mereka membawa nampan berisi topeng, zirah, dan perisai bambu sebagai bagian dari ritual simbolis sebelum diserahkan kepada 14 peserta yang berperan sebagai "prajurit tomat". Usai prosesi penyerahan atribut, kedua kubu saling berhadapan. Aba-aba diberikan, dan satu per satu tomat mulai melayang di udara. Tak lama kemudian, hujan tomat memenuhi arena. Kepala, wajah, hingga tubuh peserta menjadi sasaran lemparan tanpa sedikit pun menyisakan amarah. Di tengah gelak tawa, batas antara kawan dan lawan seolah lenyap. Semua larut dalam kegembiraan hingga musik Sunda kembali mengiringi tarian massal sebagai penutup festival. Ketua Pelaksana Rempug Tarung Adu Tomat, Acep Unan, mengaku bersyukur tradisi tersebut akhirnya bisa kembali digelar setelah terakhir berlangsung pada 2019. "Alhamdulillah setelah enam tahun vakum, terakhir di tahun 2019. Baru kita adakan lagi di tahun 2026, dan luar biasa antusiasmenya," ujar Acep saat ditemui. Menurutnya, pandemi COVID-19 membuat tradisi tahunan itu terhenti. Karena itulah, kerinduan masyarakat terhadap pesta rakyat tersebut terasa begitu besar ketika kembali digelar tahun ini. Sebanyak 1,5 ton tomat busuk digunakan dalam festival. Tomat yang dipakai bukan hasil panen berkualitas, melainkan buah yang sudah tidak layak jual sehingga tidak mengganggu pasokan komoditas. Selengkapnya di Ayobandung.com Reporter: Restu Nugraha

About