@fatima.printing: طباعه صور كافه القياسات والاحجام ع الخشب مع الاكساء ركزولي ع دقه واللمعة والجودة كادر نسائي فقط يتم حذف جميع الصور بعد الطباعة متوفر توصيل لكافه محافضات العراق #النجف_الاشرف #طباعه ع الخشب

fatima printing
fatima printing
Open In TikTok:
Region: IQ
Monday 22 December 2025 09:01:18 GMT
10513
80
10
54

Music

Download

Comments

user3463381018677
🧁🌷 كيك وطباعه فُلّه 🌷🧁 :
طابعه كانون ٣٤١٦ تشتغل قياس A3
2026-06-28 09:30:06
0
hqz_.86
hqz_.86 :
ايه الرزق أن شاء الله
2025-12-25 14:08:02
0
phzqm
PHZQM :
ماشاء الله
2026-01-02 17:19:33
0
phzqm
PHZQM :
💜💜💜💜
2026-01-02 17:19:38
0
phzqm
PHZQM :
🥰🥰🥰
2026-01-02 17:19:36
0
laylaqq2001
laylaqq2001 :
🥰🥰
2025-12-25 17:25:32
0
hqz_.86
hqz_.86 :
🤩🤩
2025-12-25 14:07:56
0
hqz_.86
hqz_.86 :
🥰🥰🥰🥰
2025-12-25 14:07:54
0
as_sad11
شغف زهره 🥀 :
🥰🥰🥰
2025-12-22 12:32:48
0
phzqm
PHZQM :
🥰💜
2026-01-02 17:19:43
0
To see more videos from user @fatima.printing, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Otoritas keamanan pangan dan kesehatan Eropa melaporkan wabah infeksi salmonella yang dikaitkan produk mi instan berbumbu. Sebanyak 106 kasus telah dikonfirmasi di 14 negara, dengan mayoritas yang terpapar adalah anak-anak dan dewasa muda. Berdasarkan pernyataan European Food Safety Authority (EFSA) dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), dari total kasus yang teridentifikasi, sedikitnya 49 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Dikutip dari AP News, kedua lembaga tersebut menyebut produk mi instan berbumbu menjadi sumber paling mungkin dari wabah lintas negara yang hingga kini masih berlangsung.
Otoritas keamanan pangan dan kesehatan Eropa melaporkan wabah infeksi salmonella yang dikaitkan produk mi instan berbumbu. Sebanyak 106 kasus telah dikonfirmasi di 14 negara, dengan mayoritas yang terpapar adalah anak-anak dan dewasa muda. Berdasarkan pernyataan European Food Safety Authority (EFSA) dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), dari total kasus yang teridentifikasi, sedikitnya 49 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Dikutip dari AP News, kedua lembaga tersebut menyebut produk mi instan berbumbu menjadi sumber paling mungkin dari wabah lintas negara yang hingga kini masih berlangsung. "Produk mi berbumbu merupakan sumber yang paling mungkin dari wabah infeksi yang masih berlangsung di berbagai negara, dengan bukti yang mengaitkan kasus-kasus tersebut pada produk dari merek yang sama," tulis EFSA dan ECDC. Meski tidak menyebut nama merek secara langsung, kedua lembaga mengatakan kasus infeksi berkaitan dengan bakteri Salmonella Stanley yang terhubung dengan produsen di Ukraina. Belakangan, perusahaan Reva Foods mengungkap adanya dugaan temuan bakteri Salmonella Stanley pada salah satu batch mi instan yang dipasarkan di kawasan Baltik. Produk tersebut diproduksi oleh Euro Food Service, produsen mi asal Ukraina. Perusahaan menyatakan telah melakukan investigasi internal dan menarik batch produk yang diduga terkontaminasi dari peredaran. Selain itu, Reeva Foods juga memperketat pengawasan melalui pengujian laboratorium independen, audit regulasi, pemantauan lingkungan produksi, hingga penerapan langkah-langkah pencegahan tambahan. "Keselamatan konsumen adalah prioritas utama kami," demikian pernyataan perusahaan. Baca artikel detikHealth, selengkapnya pada link di atas! Video: Ilustrasi Canva Creator: Prastiwi #detikcom #mieinstan #salmonela

About