@mohamed.junior.ou8: #football #crampons @Café cacao❤️⚽️🇧🇫

Mohamed junior 🇧🇷💫🪄🎩
Mohamed junior 🇧🇷💫🪄🎩
Open In TikTok:
Region: BF
Monday 22 December 2025 20:42:33 GMT
399
75
5
3

Music

Download

Comments

leprodige211
leprodige21 🌲🌲⚽⚽ :
😂😂😂
2025-12-22 21:02:07
0
azizsco.dabon
Azisco la Magie :
forcément
2025-12-22 22:27:21
0
esaieguira
E. GUIRA⚽10🇧🇫✍️ 🙏✈️🇦🇷🇪🇸 :
Wow 🥰
2025-12-23 20:48:03
0
To see more videos from user @mohamed.junior.ou8, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Udara yang dihirup masyarakat Jambi hari ini bukan lagi sekadar persoalan kabut asap, tetapi sudah menjadi alarm. Pada Rabu (7/10), salah satu stasiun pemantauan di Jambi mencatat AQI US 593, masuk kategori berbahaya. Di saat yang sama, kabar tentang titik api, lahan terbakar, hingga kualitas udara yang memburuk terus muncul. Pada 6 Oktober, Posko Satgas Karhutla mencatat 144 hotspot di Jambi. Keresahan masyarakat pun semakin terlihat. Poster digital “Darurat Udara Bersih, Pray for Jambi” telah dibagikan hingga 25,2 ribu kali. Angka tersebut bukan sekadar jumlah pembagian. Itu menjadi gambaran keresahan ketika kabut asap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat sudah mendengar tentang satgas, pemadaman, patroli, water bombing, hingga berbagai upaya penanganan. Tetapi pertanyaan yang kini lebih penting bukan lagi apa yang sedang dilakukan pemerintah. Kapan hasilnya bisa dirasakan masyarakat? Sebab udara tidak sehat tidak bisa diselesaikan dengan konferensi pers. Masker dapat membantu mengurangi paparan, tetapi tidak memadamkan api. Imbauan mengurangi aktivitas di luar ruangan dapat melindungi masyarakat, tetapi tidak menghilangkan sumber asap. Di tengah kondisi itu, ada pihak lain yang juga tidak boleh luput dari sorotan, mereka yang menyalakan api. Pelaku pembakaran tidak boleh berlindung di balik alasan bahwa api hanya berada di lahannya sendiri. Asap tidak mengenal sertifikat tanah. Satu keputusan membakar lahan dapat membuat masyarakat luas menerima akibat yang tidak mereka pilih. Anak-anak menghirup udara tercemar, orang tua membatasi aktivitas, sementara pekerja tetap harus keluar rumah. Bagi pemerintah, ukuran keberhasilan penanganan bukan hanya berapa banyak titik api dipadamkan atau berapa banyak personel dikerahkan. Ukuran akhirnya adalah apakah masyarakat kembali mendapatkan udara yang sehat.  Jambi sudah terlalu sering menjadi halaman berita tentang kebakaran. Sekarang, masyarakat membutuhkan berita yang berbeda, tentang kapan udara kembali sehat. Karena 25,2 ribu kali pesan tentang udara bersih dibagikan bukan sekadar untuk dibaca. #socialoud #jambi
Udara yang dihirup masyarakat Jambi hari ini bukan lagi sekadar persoalan kabut asap, tetapi sudah menjadi alarm. Pada Rabu (7/10), salah satu stasiun pemantauan di Jambi mencatat AQI US 593, masuk kategori berbahaya. Di saat yang sama, kabar tentang titik api, lahan terbakar, hingga kualitas udara yang memburuk terus muncul. Pada 6 Oktober, Posko Satgas Karhutla mencatat 144 hotspot di Jambi. Keresahan masyarakat pun semakin terlihat. Poster digital “Darurat Udara Bersih, Pray for Jambi” telah dibagikan hingga 25,2 ribu kali. Angka tersebut bukan sekadar jumlah pembagian. Itu menjadi gambaran keresahan ketika kabut asap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat sudah mendengar tentang satgas, pemadaman, patroli, water bombing, hingga berbagai upaya penanganan. Tetapi pertanyaan yang kini lebih penting bukan lagi apa yang sedang dilakukan pemerintah. Kapan hasilnya bisa dirasakan masyarakat? Sebab udara tidak sehat tidak bisa diselesaikan dengan konferensi pers. Masker dapat membantu mengurangi paparan, tetapi tidak memadamkan api. Imbauan mengurangi aktivitas di luar ruangan dapat melindungi masyarakat, tetapi tidak menghilangkan sumber asap. Di tengah kondisi itu, ada pihak lain yang juga tidak boleh luput dari sorotan, mereka yang menyalakan api. Pelaku pembakaran tidak boleh berlindung di balik alasan bahwa api hanya berada di lahannya sendiri. Asap tidak mengenal sertifikat tanah. Satu keputusan membakar lahan dapat membuat masyarakat luas menerima akibat yang tidak mereka pilih. Anak-anak menghirup udara tercemar, orang tua membatasi aktivitas, sementara pekerja tetap harus keluar rumah. Bagi pemerintah, ukuran keberhasilan penanganan bukan hanya berapa banyak titik api dipadamkan atau berapa banyak personel dikerahkan. Ukuran akhirnya adalah apakah masyarakat kembali mendapatkan udara yang sehat. Jambi sudah terlalu sering menjadi halaman berita tentang kebakaran. Sekarang, masyarakat membutuhkan berita yang berbeda, tentang kapan udara kembali sehat. Karena 25,2 ribu kali pesan tentang udara bersih dibagikan bukan sekadar untuk dibaca. #socialoud #jambi

About