Mukti Damar :
Manusia lupa bahwa alam tidak pernah membutuhkan manusia untuk bertahan. Sejak jutaan tahun lalu, bumi tetap hidup tanpa kota, tanpa mesin, tanpa keserakahan. Tapi manusia tidak akan bertahan sehari pun tanpa air, tanpa udara bersih, tanpa tanah yang subur. Namun kesombongan membuat manusia merasa sebagai pemilik, bukan penumpang. Ketika sungai mengering, manusia menyalahkan kemarau. Ketika banjir datang, manusia menyebutnya bencana. Ketika udara mematikan, manusia berkata itu takdir. Padahal semua itu adalah hasil dari tangan manusia sendiri—tangan yang menebang, membakar, membuang, dan merusak tanpa pernah belajar berhenti.Alam tidak pernah kejam. Alam hanya bekerja sesuai hukum keseimbangannya. Yang kejam adalah manusia yang mengambil tanpa memberi, yang menguras tanpa merawat, yang menuntut tanpa bertanggung jawab. Saat alam mulai lelah, manusia menyebutnya murka. Padahal itu hanyalah akibat dari keserakahan yang terus dipelihara. Suatu hari, mungkin air bersih akan menjadi barang mewah. Udara segar akan menjadi kenangan. Hutan hanya tersisa dalam foto dan cerita. Dan saat itu tiba, manusia baru sadar bahwa ia tidak sedang melawan alam—melainkan sedang mengakhiri dirinya sendiri..m
2025-12-29 00:11:24