Qs ch+ell :
Allah itu ada. Kehadiran-Nya tak tampak oleh mata, tak terdengar oleh telinga, tak terjamah oleh indera manusia. Namun, bagi hati yang bersih dan jiwa yang tunduk, kehadiran-Nya lebih nyata daripada dunia yang kita lihat. Allah tidak bisa dilihat karena Dia bukan makhluk. Bila Dia dapat dilihat, maka Dia akan serupa dengan ciptaan-Nya, dan Allah Mahasuci dari segala bentuk penyerupaan.
Bahkan para malaikat yang paling taat pun tidak mampu melihat-Nya. Tidak ada mata yang mampu menatap Zat-Nya. Tidak ada telinga yang sanggup mendengar suara-Nya. Bukan karena Dia lemah untuk menampakkan diri, melainkan karena kemuliaan dan keagungan-Nya melampaui batas kemampuan makhluk. Allah tidak menyerupai manusia, tidak berbicara dengan suara, tidak memiliki rupa, tidak berbatas arah, tidak bisa diukur oleh ruang dan waktu. Jika Dia memiliki suara, apa bedanya dengan hewan? Jika Dia memiliki bentuk, apa bedanya dengan manusia?
Allah adalah satu-satunya yang tidak ada awal dan tidak ada akhir. Dia tidak membutuhkan apapun. Dia tidak lahir, tidak diciptakan, tidak berubah, dan tidak bisa dibayangkan oleh akal manusia. Karena Dia adalah Pencipta segala yang bisa dibayangkan. Ia tak terikat oleh waktu yang Ia ciptakan, tak terbatas ruang yang Ia bentuk. Segala sesuatu tunduk kepada-Nya — langit, bumi, waktu, ruh, dan segala yang hidup.
Lihatlah gunung yang kokoh, laut yang luas, langit yang terbentang — semua itu adalah tanda. Dengarkan hembusan angin, percikan air terjun, dan desir dedaunan — semua itu adalah isyarat. Tapi itu bukan Allah. Itu hanyalah ciptaan-Nya. Kita tidak melihat-Nya, tapi kita melihat karya-Nya. Kita tidak mendengar-Nya, tapi kita mendengar pesan-Nya dalam wahyu.
Allah itu Esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Tiada bandingan. Tiada yang menyerupai-Nya dalam dzat, sifat, dan perbuatan. Dia yang menciptakan segala yang ada, dan tidak ada satu pun makhluk yang bisa menciptakan-Nya. Dia tidak membutuhkan pujian kita, tapi kita yang membutuhkan rahmat-Nya.
Iman kepada Allah bukan tentang melihat, tapi tentang meyakini. Tauhid bukan hanya pengakuan lisan, tapi keyakinan yang meresap hingga ke dalam darah dan hati. Hanya orang-orang yang hatinya hidup yang bisa merasakan ☺
2025-12-26 06:32:07