@ajengseptianiiiii: Rekomendasi hotel di lampung, akar hotel lampung atau Sheraton lampung ini cocok bgt buat liburan keluarga lohh, vibe nya kayak lg liburan di bali ini bikin hotel ini jd spesial, akar hotel bisa jd pilihan staycation akhir tahun kamu , !! Yuk booking kamarnya skrg klik tag lokasi d hawah ininuntuk booking kamarnya yaa #akarhotel #sheratonhotel #hotellampung #euphoridayhosell #promohoteltanggalkembar

ajengseptianiiiii
ajengseptianiiiii
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 25 December 2025 23:05:15 GMT
42778
311
10
127

Music

Download

Comments

puszsary
puszsary :
ka include sarapan?
2026-04-24 02:24:57
0
pinkkgf
situmorangelma :
Wih bagus ya ka
2026-03-10 11:40:23
1
maya_yaa4
bang daus12 :
hotel ini hampir sama berdiri ya dengan hotel sahid. resort yg luas
2026-06-23 16:23:24
0
anyakkajaa
a :
😂😂😂
2026-06-22 06:28:56
0
To see more videos from user @ajengseptianiiiii, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Kamu dan Juhoon tidak pernah akur. Kalau Juhoon memancing keributan, maka kamu akan meledak. Begitulah hukum Newton ketiga jika diibaratkan pada hubungan Juhoon dan kamu.  ​Bagi SMA Garuda Bangsa, pemandangan di depan mading sekolah pagi ini adalah tontonan yang jauh lebih menarik daripada apapun.  Di sisi kiri. Berdiri Juhoon. Cowok itu adalah definisi dari kata sempurna yang menyebalkan bagimu. Tinggi 180 cm, kapten tim basket dengan rekor tak terkalahkan musim lalu, dan memiliki wajah simetris yang selalu terlihat tenang tanpa ekspresi. Dia sedang memegang botol air mineral dengan santai, menatap lurus ke depan mading.  Di sisi kanan ada kamu. Ketua cheerleader yang energinya tak habis-habis. Rambutmu dikuncir tinggi, rok mini seragam pemandu sorakmu bergerak seiring dengan langkah kakimu yang menghentak kesal. Wajahmu yang cantik saat ini ditekuk, matamu mendelik tajam melirik Juhoon.  ​
#pov : Kamu dan Juhoon tidak pernah akur. Kalau Juhoon memancing keributan, maka kamu akan meledak. Begitulah hukum Newton ketiga jika diibaratkan pada hubungan Juhoon dan kamu. ​Bagi SMA Garuda Bangsa, pemandangan di depan mading sekolah pagi ini adalah tontonan yang jauh lebih menarik daripada apapun. Di sisi kiri. Berdiri Juhoon. Cowok itu adalah definisi dari kata sempurna yang menyebalkan bagimu. Tinggi 180 cm, kapten tim basket dengan rekor tak terkalahkan musim lalu, dan memiliki wajah simetris yang selalu terlihat tenang tanpa ekspresi. Dia sedang memegang botol air mineral dengan santai, menatap lurus ke depan mading. Di sisi kanan ada kamu. Ketua cheerleader yang energinya tak habis-habis. Rambutmu dikuncir tinggi, rok mini seragam pemandu sorakmu bergerak seiring dengan langkah kakimu yang menghentak kesal. Wajahmu yang cantik saat ini ditekuk, matamu mendelik tajam melirik Juhoon. ​"Juhoon! Lo pasti sengaja, kan?!" pekikmu, suaramu yang melengking sukses membuat beberapa siswa yang lewat langsung menoleh. ​Juhoon tidak berkedip. Dia hanya menurunkan botol minumnya, lalu menatapmu dari atas ke bawah dengan pandangan datar yang paling kamu benci. "Sengaja apa?" ​"Ya sengaja mindahin jadwal latihan tim basket ke jam empat sore! Lo tahu sendiri kan, jam segitu itu jadwal anak cheers pakai lapangan utama!" Kamu bersedekap, dadamu kembang kempis menahan dongkol. "Gue ada koreo baru buat minggu depan, dan lo malah nyabotase lapangan!" ​Juhoon menghela napas pendek. Dia maju satu langkah, membuat jarak di antara kalian mengikis. ​"Pertama, itu keputusan pelatih, bukan gue," ucap Juhoon, suaranya berat, tenang, dan sialnya terdengar sangat tegas. "Kedua, tim basket mau tanding minggu depan. Sementara cheers? Kalian cuma perlu latihan lompat-lompat sama teriak-teriak doang, kan? Bisa di aula belakang." ​"Apa lo bilang?!" pekikmu, jarimu menunjuk tepat ke depan hidung Juhoon. "Lompat dan teriak-teriak doang? Lo pikir mertahanin keseimbangan di atas piramida manusia itu gampang, hah?!" ​Juhoon tidak membalas lagi. Dia hanya menepis pelan jarimu dari depan wajahnya, memberikan satu tatapan dingin terakhir, lalu berbalik pergi meninggalkanmu yang masih menghentakkan kaki dengan wajah merah padam. ​"Awas ya lo, Juhoon! Gue sumpahin bola basket lo kempes pas tanding!" teriakmu frustrasi. ​Seluruh sekolah tahu kalian bermusuhan. Yang seluruh sekolah tidak tahu adalah, jendela kamar kalian berdua juga saling berhadapan, hanya berjarak lima meter, dipisahkan oleh halaman samping rumah kalian yang bertetangga. Dan perang yang sesungguhnya baru dimulai saat matahari tenggelam. ♡♡♡ ​Rumah keluarga Juhoon dan keluargamu bergaya minimalis modern yang serupa, membuat balkon kamar kalian di lantai dua berhadapan langsung tanpa penghalang. Sejak kecil, tempat ini adalah medan perang kalian. ​Pukul sembilan malam. Kamu sedang rebahan di kasur sambil memakai masker wajah berwarna hijau saat sebuah suara ketukan keras terdengar di kaca jendelamu. ​Tuk! Tuk! ​Kamu mendengus. Kamu tahu persis itu bukan suara burung. Itu adalah suara kelereng atau gundu yang dilempar dari balkon sebelah. Dengan malas, kamu bangkit, membuka pintu geser balkon, dan langsung disambut oleh sosok Juhoon yang sedang berdiri bersandar pada pagar pembatas balkon seberang. ​"Heh! Lo mau mecahin kaca kamar gue, ya?!" serumu setengah berbisik, tidak mau membangunkan orang tua kalian. ​Juhoon, yang malam itu hanya memakai kaus oblong hitam dan celana pendek, menaikkan sebelah alisnya melihat wajah hijaumu. "Muka lo kenapa? Mau audisi jadi Shrek?" ​"Ini masker greentea, kocak!" Kamu mengusap wajah gemas. "Mau apa lo? Kalau mau bahas soal lapangan tadi sore, gue tetep nggak mau ngalah!" ​Juhoon mendengus pelan, lalu melemparkan sebuah buku catatan tebal menyeberangi jarak lima meter itu. Dengan cekatan, efek refleks seorang cheerleader, kamu menangkapnya. ​"Apaan nih?" ​(comsec+++) #JUHOON #fyp #alternativeuniverse #xcyzba

About