@larismanis_30: BANTING HARGA DIAKHIR TAHUN BURUAN CEKOUT SEKARANG!!! #HEION #lionsmane #HERBAL

Larismanis3
Larismanis3
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 31 December 2025 08:22:54 GMT
208
1
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @larismanis_30, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pekerja Bangunan di Kudus Ternyata Penulis 100 Kitab Ulama! Namanya Tak Ingin Dikenal, Karyanya sudah diterbitkan sampai ke Mesir. Di jaman yang semua berlomba pamer prestasi dan mengejar sorotan, ada sosok luar biasa dari desa di Kudus yang memilih jalan sunyi.   Namanya Supriyanto, atau lebih dikenal sebagai Mbah Riyan. (Nama keilmuan: Ibnu Harjo Al Jawi)   Beliau lulusan LIPIA Jakarta tahun 2013. Sejak mahasiswa, ketelitiannya dalam tahqiq kitab—meneliti, memverifikasi keaslian, dan meluruskan naskah warisan ulama—sudah dipuji para dosen. Ilmunya tinggi, tapi hatinya tak pernah tergiur jabatan atau popularitas.   Selepas kuliah, beliau mengabdi mengajar dan mengelola perpustakaan pesantren di Sukabumi. Malam-malam dihabiskan di antara ribuan kitab lama, merapikan naskah yang sudah lusuh, membandingkan berbagai salinan, dan meluruskan bagian yang keliru tersalin.   Hasil kerja kerasnya? Lebih dari seratus kitab berhasil beliau selesaikan. Sebagian besar adalah karya ulama Nusantara yang hampir hilang ditelan zaman, bahkan ada yang sudah diterbitkan hingga ke Mesir dan negara lain.   Beberapa Kitab Hasil Tahqiq Beliau:   ✅ Is’af Al-Mutholi’ – Karya Syaikh Mahfudz Al-Tarmasy Al-Jawy ✅ Tahqiq Al-Kalimat fi Al-Ushul Al-Fiqhiyyat – Karya Syaikh Abul Hasan Al-Bakri Al-Syafi’iy ✅ Al-Taufiq Al-Jaliy – Karya Syaikh Abdul Ghoni Al-Nabulisy (terbit di Mesir) ✅ Fathul Majid Fi Bayan Al-Taqlid – Karya Syaikh Ahmad Dahlan Al-Pacitaniy ✅ Dan puluhan karya ulama besar lainnya   Tujuannya cuma satu: menjaga agar warisan ilmu para leluhur tetap utuh dan bisa dipelajari dengan benar oleh generasi mendatang.   Namun saat pulang ke Kudus, tak ada yang tahu siapa beliau sebenarnya. Warga lebih mengenalnya sebagai pekerja serabutan, bahkan kuli bangunan yang sehari-hari mengangkat batu dan mengaduk semen.   Beliau sangat menjaga kesederhanaan, tak ingin dipuji, dan berprinsip:
Pekerja Bangunan di Kudus Ternyata Penulis 100 Kitab Ulama! Namanya Tak Ingin Dikenal, Karyanya sudah diterbitkan sampai ke Mesir. Di jaman yang semua berlomba pamer prestasi dan mengejar sorotan, ada sosok luar biasa dari desa di Kudus yang memilih jalan sunyi. Namanya Supriyanto, atau lebih dikenal sebagai Mbah Riyan. (Nama keilmuan: Ibnu Harjo Al Jawi) Beliau lulusan LIPIA Jakarta tahun 2013. Sejak mahasiswa, ketelitiannya dalam tahqiq kitab—meneliti, memverifikasi keaslian, dan meluruskan naskah warisan ulama—sudah dipuji para dosen. Ilmunya tinggi, tapi hatinya tak pernah tergiur jabatan atau popularitas. Selepas kuliah, beliau mengabdi mengajar dan mengelola perpustakaan pesantren di Sukabumi. Malam-malam dihabiskan di antara ribuan kitab lama, merapikan naskah yang sudah lusuh, membandingkan berbagai salinan, dan meluruskan bagian yang keliru tersalin. Hasil kerja kerasnya? Lebih dari seratus kitab berhasil beliau selesaikan. Sebagian besar adalah karya ulama Nusantara yang hampir hilang ditelan zaman, bahkan ada yang sudah diterbitkan hingga ke Mesir dan negara lain. Beberapa Kitab Hasil Tahqiq Beliau: ✅ Is’af Al-Mutholi’ – Karya Syaikh Mahfudz Al-Tarmasy Al-Jawy ✅ Tahqiq Al-Kalimat fi Al-Ushul Al-Fiqhiyyat – Karya Syaikh Abul Hasan Al-Bakri Al-Syafi’iy ✅ Al-Taufiq Al-Jaliy – Karya Syaikh Abdul Ghoni Al-Nabulisy (terbit di Mesir) ✅ Fathul Majid Fi Bayan Al-Taqlid – Karya Syaikh Ahmad Dahlan Al-Pacitaniy ✅ Dan puluhan karya ulama besar lainnya Tujuannya cuma satu: menjaga agar warisan ilmu para leluhur tetap utuh dan bisa dipelajari dengan benar oleh generasi mendatang. Namun saat pulang ke Kudus, tak ada yang tahu siapa beliau sebenarnya. Warga lebih mengenalnya sebagai pekerja serabutan, bahkan kuli bangunan yang sehari-hari mengangkat batu dan mengaduk semen. Beliau sangat menjaga kesederhanaan, tak ingin dipuji, dan berprinsip: "Biarlah karyanya yang dikenal, bukan namanya." Bahkan saat mendapat penghargaan resmi dari MUI, beliau memilih tak hadir di acara itu. Sosok Mbah Riyan mengingatkan kita: Kemuliaan ilmu tak butuh panggung gemerlap. Kemuliaan sejati ada pada keikhlasan menjaga amanah, meski tak ada yang tahu siapa pelakunya. Mbah Riyan membuktikan: orang yang benar-benar berilmu, justru makin rendah hati. ✅ Jika kamu terharu dengan kesederhanaan beliau. ✅ Jika kamu bangga ada ulama yang rela tak dikenal demi menjaga agama. Bagikan kisah ini, agar menjadi teladan bagi kita semua. Komentar di bawah: Apa yang paling membuatmu kagum dari sosok Mbah Riyan? #mbahriyan #mbahriyankudus #ibnuharjoaljawi #tahqiqturots #tahqiqkitab

About