Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@pooh_khong: เอาเเล้วน้องชอบเเบบเชื่อฟัง#ฟีด #fyp
หลวงตาพารับประทาน
Open In TikTok:
Region: TH
Wednesday 31 December 2025 10:37:02 GMT
1576149
150875
1154
97522
Music
Download
No Watermark .mp4 (
5.92MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2MB
)
Watermark .mp4 (
6.21MB
)
Music .mp3
Comments
เท็นๆที่เล่นแบดและบาส 🏸\•°^°• :
ไอ้เหี้ยกูรั่วเลย5555
2025-12-31 10:38:43
14755
Nick (^-^) :
กูชื่อนิก
2026-01-01 04:51:00
6223
สั ส :
กุสงสารเด็ก
2026-01-01 04:26:02
2188
я тайский✓ :
แล้วตั้งโปรไฟล์คาคาชิ🥀
2026-01-01 07:35:04
962
∆PP∆π :
น้องหลังจากรู้ว่านิกคืออ่ะไร:
2026-07-29 06:31:46
156
kkluaar :
larp
2026-07-02 06:59:46
5
★wнιтᴇ✯ ッ 🤍🩵 Ⓥ②✞ :
คนแถวนั้น:
2026-01-01 12:34:04
474
Nalinメ :
น้องหลังรู้ว่ามันคืออะไร:
2026-01-04 08:55:58
217
นิก ครับ :
เอ้า
2026-01-01 10:00:44
165
รักผิวแทน :
คนคิดโฆษณาหลังมันดัง:
2026-01-05 09:43:09
296
หมีเนย :
เริ่ดค่ะ
2026-01-03 11:36:15
9
วอดส์? :
น้อง
2026-01-01 12:55:42
27
🩵PEACH_Pro🩷 :
เมื่อน้องรู้เรื่องนี้
2026-01-13 14:01:34
68
🗻 :
รู้เลยเชื่อฟัง
2026-05-24 14:12:38
21
チャイパッ :
น้อง:
2026-01-01 22:47:39
28
💫Jade the st@r⭐️ :
น้อง:
2026-01-02 15:39:25
7
i love you :
หยุดดิ๊5525152555252542525
2026-01-01 13:16:49
15
J o จ ง :
น้อง :
2026-01-01 18:13:30
7
12 :
น้องตอนโต
2026-01-02 01:18:19
7
ไอมีนาหมดใจ🫠🙁 :
นิกก้า หรอครับ
2026-01-03 16:21:39
14
VÈAR :
สภาพ กุตอนนี้
2026-01-01 16:31:09
8
มิวเยิฟแมว :
ทำไมน้องไม่คุมเกม
2025-12-31 12:45:50
17
umbrella🏖️ :
น้องนิกกล้ามากที่จะเชื่อฟัง🥰
2026-01-01 07:05:58
68
To see more videos from user @pooh_khong, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Ends soon
mss qaada 7+7 =14 jir dad wate A10 A15 #ciyaalxamar #fyppppppppppppppppppppppp #skfreestyle #soomalitiktok #mriqaada
Tóc thật là tóc đen không dùng được? #milourking #makesense
Lena duduk di kursi island kitchen dengan raut kusam. "Bosan... Tidak ada biskuit cokelat..." gumam Lena pelan, perutnya berbunyi nyaring. Miu yang menyeduh teh melirik Lena. Miu terdiam sejenak, lalu meletakkan sekotak biskuit cokelat dan sebotol susu stroberi di depan Lena. TAK. Lena mendongak kaget, menatap biskuit di depannya dengan mata berbinar. "Wah! Biskuit cokelat! Dan minuman merah manis!" Lena menatap Miu dengan binar gembira yang tak tertahankan. "Miu! Kau membelikan ini untukku, ya?!" Wajah Miu seketika memerah tipis. Ia segera memalingkan wajahnya, berdeham canggung sambil memegang cangkir tehnya. "Jangan percaya diri. Itu... cuma sisa stok kantor yang kubawa pulang. Daripada kadaluarsa, lebih baik kau habiskan." Lena terkekeh geli. "Sisa stok kantor mana ada yang dusnya masih disegel rapi begini? Miu bohong!" "Chai Lena!" gertak Miu dengan nada berpura-pura galak. "Makan saja tanpa banyak bicara!" Lena tersenum amat manis. Ia membuka kotak biskuit itu dan mengunyahnya penuh nikmat. "Terima kasih, Presdir Miu!" Di kantor pusat Grup F siang harinya, Orm melangkah masuk ke ruang kerja Miu membawa laporan harian. Orm menghentikan langkahnya di dekat meja kerja, memperhatikan Miu yang sedang sibuk menandatangani dokumen. "Presdir Miu..." panggil Orm pelan. "Ada apa, Orm?" sahut Miu tanpa mendongak. "Jarak meja Mbak Lena... sepertinya tidak sampai dua meter dari meja Anda." Miu seketika menghentikan pulpennya. Ia mendongak, melihat Lena yang sedang tertidur pulas di sofa sudut ruangan—hanya berjarak sekitar satu meter setengah dari meja kerjanya. Miu berdeham canggung, berusaha memasang raut wajah sedingin mungkin. "Sofa di sana memang tempatnya. Aku malas memindahkannya." Orm tersenum menggodanya. "Tapi kemarin Anda menyuruh saya mengukur batas dua meter dengan penggaris, Presdir. Kenapa sekarang dibiarkan tidur sedekat itu?" "Orm," pangkas Miu dengan tatapan tajam, meski rona merah samar mulai muncul di pipinya. "Fokus pada laporanmu atau kupotong bonus bulananmu." "Baik, Presdir!" sahut Orm cepat, terkikik pelan sebelum berbalik meninggalkan ruangan. Miu menyandarkan punggungnya ke kursi kerja. Matanya tertuju pada sosok Lena yang tertidur lelap di sofa. Rambut panjang Lena sedikit berantakan menutupi pipinya. Tanpa sadar, Miu bangkit dari kursinya, melangkah pelan mendekati sofa. Ia berdiri tepat di samping Lena, melanggar batas dua meternya sendiri. DEG-DEG! Getaran hangat yang familier kembali meletup lembut di dalam dada Miu, berasal dari serpihan permata Avelune di jantungnya. Miu menatap wajah polos Lena yang tenang saat tidur. Rasa hangat yang tak terelakkan merayapi benak Miu. Dengan gerakan yang sangat perlahan dan lembut, tangan Miu terulur, merapikan helai rambut yang menutupi wajah Lena. "Siapa sebenarnya kau..." bisik Miu lirih. "Kenapa setiap kali melihatmu, dadaku terasa begitu hangat dan ingin melindungimu?" Tiba-tiba, mata Lena terbuka. Lena mengedipkan mata, mendapati wajah Miu begitu dekat dengan jemari lembut Miu masih menyentuh pipinya. Miu tersentak kaget, hendak menarik tangannya kembali dengan panik. Namun, dengan gerakan cepat, Lena menangkap pergelangan tangan Miu, menggenggamnya hangat. "Miu..." gumam Lena dengan suara serak khas bangun tidur, tersenum amat tulus. "Kau menyentuh pipiku..." Wajah Miu seketika membara merah padam sampai ke ujung telinga. "I-Ini tidak seperti yang kau bayangkan!" gagap Miu panik, mencoba menarik tangannya. "Ada nyamuk di pipimu! Aku cuma mau menepuknya!" "Nyamuk di Avelune tidak sehalus usapan tangan Miu," goda Lena lembut, perlahan bangkit duduk tanpa melepaskan genggaman tangannya. Lena menatap mata Miu yang panik dengan pandangan hangat. "Ingatanmu mungkin belum kembali... tapi hatimu menyukaiku lagi, kan?" Miu membeku di tempatnya. Jantung di balik dadanya berdetak begitu kencang, membuat kepalanya pusing oleh getaran cinta yang tak bisa lagi disangkalnya. #miunatsha #lenamiu #lenaschuett #gl #fyp
𝐒𝐡𝐚𝐡 𝐃𝐚𝐰𝐨𝐨𝐝’𝐬 𝐒𝐮𝐩𝐫𝐞𝐦𝐚𝐜𝐲😎🔥🙌#foryou #foryoupage #dramaedits #pakistanidrama #nashtar
#kidstersenyum
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy