@lbdiep.p: #tetlaphaicomatemade #matemade #tuibesam

𝓓
𝓓
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 10 January 2026 03:09:37 GMT
7819
293
10
37

Music

Download

Comments

user02.tiktok
user02.tiktok :
Vk béo😻😻😻
2026-01-10 03:25:25
0
jeninguyen.mje
jeninguyen.mje :
vãi nho vợ
2026-01-10 04:47:50
0
phto.uyn_
Tố Uyên :
Thích túi matemade nhất
2026-01-10 06:58:58
0
ytrengg
bông hoa đẹp nhứt :
cảm ơn matemade
2026-01-10 05:27:50
0
duong_12120
duong_12120 :
Đẹp gái quớ
2026-01-10 05:38:24
0
user02.tiktok
user02.tiktok :
Di khap the gian khong ai dep bang vk🥰🥰🥰
2026-01-10 03:26:27
0
user02.tiktok
user02.tiktok :
Vk la mot doa hoa hong💐💐💐
2026-01-10 03:26:14
0
ytrengg
bông hoa đẹp nhứt :
cưới à
2026-01-10 04:55:47
0
huyhoang.lee
GaCon :
Cảm ơn matemade
2026-01-10 05:13:38
0
user02.tiktok
user02.tiktok :
Vk la mot doa hoa hong💐💐💐
2026-01-10 03:25:32
0
user02.tiktok
user02.tiktok :
🔛🔝🔛🔝🔛🔝
2026-01-10 03:26:04
0
To see more videos from user @lbdiep.p, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kelola Bantuan Pusat Senilai Rp7 Miliar: Jalankan Progul Bajak Sawah Gratis, Bupati Welly Suhery Resmi Kukuhkan Brigade Alsintan Kabupaten Pasaman Pasaman, Diskominfo – Sektor pertanian sebagai tulang punggung utama perekonomian di Ranah Pasaman terus mendapat sokongan fasilitas modern demi memangkas beban biaya operasional petani. Bupati Pasaman Welly Suhery, S.T., memimpin langsung upacara pengukuhan Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Kabupaten Pasaman yang digelar di tengah pelaksanaan apel organik aparatur sipil negara (ASN) di Halaman Kantor Bupati Pasaman, Lubuksikaping. Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati H. Parulian, Sekretaris Daerah Yudesri, jajaran Staf Ahli, Kepala OPD, hingga Wali Nagari se-Kabupaten Pasaman. Brigade Alsintan yang berada di bawah naungan Dinas Pertanian ini dibentuk sebagai motor penggerak utama dalam mengoptimalkan implementasi Program Unggulan (Progul) Layanan Bajak Sawah Gratis bagi jemaah petani. Bupati Welly Suhery memaparkan bahwa sektor pertanian menyumbang 46,18 persen terhadap PDRB daerah dan menampung 55,5 persen angkatan kerja. Mengingat biaya pengolahan lahan menyedot hingga 35 persen modal petani, Progul Bajak Gratis hadir sebagai solusi konkret. Efektivitas brigade ini didukung penuh oleh alokasi bantuan Alsintan Kementan RI tahun 2026 senilai Rp7 miliar yang terdiri dari puluhan unit traktor roda empat, traktor crawler, traktor roda dua, pompa air, hingga hand sprayer guna mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) menuju swasembada pangan Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan (06/07/26). Baca selengkapnya di www.pasamankab.go.id
Kelola Bantuan Pusat Senilai Rp7 Miliar: Jalankan Progul Bajak Sawah Gratis, Bupati Welly Suhery Resmi Kukuhkan Brigade Alsintan Kabupaten Pasaman Pasaman, Diskominfo – Sektor pertanian sebagai tulang punggung utama perekonomian di Ranah Pasaman terus mendapat sokongan fasilitas modern demi memangkas beban biaya operasional petani. Bupati Pasaman Welly Suhery, S.T., memimpin langsung upacara pengukuhan Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Kabupaten Pasaman yang digelar di tengah pelaksanaan apel organik aparatur sipil negara (ASN) di Halaman Kantor Bupati Pasaman, Lubuksikaping. Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati H. Parulian, Sekretaris Daerah Yudesri, jajaran Staf Ahli, Kepala OPD, hingga Wali Nagari se-Kabupaten Pasaman. Brigade Alsintan yang berada di bawah naungan Dinas Pertanian ini dibentuk sebagai motor penggerak utama dalam mengoptimalkan implementasi Program Unggulan (Progul) Layanan Bajak Sawah Gratis bagi jemaah petani. Bupati Welly Suhery memaparkan bahwa sektor pertanian menyumbang 46,18 persen terhadap PDRB daerah dan menampung 55,5 persen angkatan kerja. Mengingat biaya pengolahan lahan menyedot hingga 35 persen modal petani, Progul Bajak Gratis hadir sebagai solusi konkret. Efektivitas brigade ini didukung penuh oleh alokasi bantuan Alsintan Kementan RI tahun 2026 senilai Rp7 miliar yang terdiri dari puluhan unit traktor roda empat, traktor crawler, traktor roda dua, pompa air, hingga hand sprayer guna mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) menuju swasembada pangan Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan (06/07/26). Baca selengkapnya di www.pasamankab.go.id
Beredar luas potongan video yang seolah menarasikan Presiden Prabowo meremehkan kesulitan warga desa terkait kenaikan kurs dollar. Tiba-tiba banyak pihak menggoreng isu ini, membenturkannya dengan fakta di lapangan seperti mahalnya harga pupuk, pakan ternak, hingga mengecilnya ukuran tahu dan tempe. Mari kita luruskan dengan kepala dingin. Pemerintah sangat memahami bahwa hantaman naiknya mata uang asing dirasakan langsung ke urat nadi perekonomian, termasuk di desa. Modal petani dan peternak yang membengkak bukanlah ilusi, melainkan realita yang sedang dicarikan jalan keluarnya secara nyata. Faktanya, ucapan Presiden sengaja dipotong dan dipisahkan dari konteks acara utamanya. Pernyataan itu ditegaskan di sela-sela peresmian ribuan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Niatnya sama sekali BUKAN untuk mengecilkan penderitaan rakyat, melainkan untuk mendeklarasikan bahwa pemerintah telah membangun sistem pertahanan agar ekonomi desa tidak lagi mudah dipermainkan oleh pihak luar! Kopdes dirancang khusus sebagai payung pelindung. Sistem ini memotong rantai distribusi kartel yang panjang dan mahal, sehingga kebutuhan pokok dan sarana tani bisa disalurkan langsung dari sumbernya dengan harga yang jauh lebih wajar. Badai ekonomi global saat ini memang sedang kencang. Lewat guncangan ini, kaki kita mungkin terasa basah terkena genangan airnya. Namun, percayalah, pemerintah memastikan bahwa kepala dan badan rakyat desa tetap bernaung aman di bawah tameng ekonomi yang kokoh ini. Jangan biarkan gorengan media dan potongan video memecah fokus kita. Saatnya kita kawal bersama Koperasi Desa sebagai benteng kemandirian sejati! 🇮🇩☂️🌾 #PrabowoSubianto #FaktaBicara #KoperasiDesa #TamengRakyat #PetaniSejahtera #AntiHoax #KedaulatanPangan #IndonesiaMaju #BerpihakPadaRakyat #DesaMandiri
Beredar luas potongan video yang seolah menarasikan Presiden Prabowo meremehkan kesulitan warga desa terkait kenaikan kurs dollar. Tiba-tiba banyak pihak menggoreng isu ini, membenturkannya dengan fakta di lapangan seperti mahalnya harga pupuk, pakan ternak, hingga mengecilnya ukuran tahu dan tempe. Mari kita luruskan dengan kepala dingin. Pemerintah sangat memahami bahwa hantaman naiknya mata uang asing dirasakan langsung ke urat nadi perekonomian, termasuk di desa. Modal petani dan peternak yang membengkak bukanlah ilusi, melainkan realita yang sedang dicarikan jalan keluarnya secara nyata. Faktanya, ucapan Presiden sengaja dipotong dan dipisahkan dari konteks acara utamanya. Pernyataan itu ditegaskan di sela-sela peresmian ribuan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Niatnya sama sekali BUKAN untuk mengecilkan penderitaan rakyat, melainkan untuk mendeklarasikan bahwa pemerintah telah membangun sistem pertahanan agar ekonomi desa tidak lagi mudah dipermainkan oleh pihak luar! Kopdes dirancang khusus sebagai payung pelindung. Sistem ini memotong rantai distribusi kartel yang panjang dan mahal, sehingga kebutuhan pokok dan sarana tani bisa disalurkan langsung dari sumbernya dengan harga yang jauh lebih wajar. Badai ekonomi global saat ini memang sedang kencang. Lewat guncangan ini, kaki kita mungkin terasa basah terkena genangan airnya. Namun, percayalah, pemerintah memastikan bahwa kepala dan badan rakyat desa tetap bernaung aman di bawah tameng ekonomi yang kokoh ini. Jangan biarkan gorengan media dan potongan video memecah fokus kita. Saatnya kita kawal bersama Koperasi Desa sebagai benteng kemandirian sejati! 🇮🇩☂️🌾 #PrabowoSubianto #FaktaBicara #KoperasiDesa #TamengRakyat #PetaniSejahtera #AntiHoax #KedaulatanPangan #IndonesiaMaju #BerpihakPadaRakyat #DesaMandiri

About