Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@nanoon789:
NewNoonz
Open In TikTok:
Region: TH
Saturday 10 January 2026 05:27:40 GMT
6829
451
4
19
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.15MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.15MB
)
Watermark .mp4 (
2.4MB
)
Music .mp3
Comments
Mohd Faizul900 :
wow ❤️
2026-02-01 19:47:18
1
เต่าน้อย :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-01-10 05:31:06
1
月の砂漠 :
🥰💞💖
2026-01-10 06:01:41
1
Jim🏴🇬🇧Gà-Tơ🇻🇳 :
🥰👌♥️
2026-01-11 00:57:57
1
To see more videos from user @nanoon789, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Đồ lam thiết kế vải ánh kim ♥️#dolamdichua #dolam #phapphuc #thinhhanh #gaming
Hea🥹🫀🫶#starvideo #videostaredit #videostar #fvpシ #fenian @E. 🇮🇹 @RiFaT🇮🇹 @🫧:)𝐎𝐫𝐮(:⚡ @✨Kashu🎀 @SeFaT🏴☠️
@PAULO VIEIRA @TV Globo #paulovieiracy #avisalaqueeuvou #fyp
ASMR POV: you work at a bakery making salt breads from start to finish A shift @cantoastbakery RECIPE (scaled down to make 15 x 70g salt breads): Water 249g (some as ice) Poolish 193g Strong bread flour 368g T45 flour 124g Milk powder 28g Salt 13g Sugar 49g Yeast (dry) 9g Butter 41g TOTAL 1073g POOLISH: Water 145g Bread flour 145g Yeast (dry) 1g Mix and leave in the fridge overnight before using. MIX: Mix all the ingredients (except butter) for 10 minutes Autolyse/rest for 10 minutes Add butter and mix for another 15-20 minutes Or until strong and dough temp at 22-24C Proof at 25-28C for 60-90 minutes Portion into 70g and shape into tadpoles Rest in the fridge for at least 30 minutes Roll and shape with butter block (13-15g) Proof at 25-28C for 60-90 minutes or until over doubled in size Preheat oven to 230C, add steam, turn down to 180C and bake 4 minutes Turn the tray and bake another 4-5 minutes or until golden brown Happy baking ✨ #london #londonbaker #saltbread
Membalas @sagita8373 BLOKIR SAJA! GAK SEMUA ORANG PANTAS PUNYA AKSES KE HIDUP LO! Dari Ruang Refleksi Rey Inspire — Si Penikmat Kopi Pahit di Jum'at pagi ini. Ada komentar menarik dari seorang perempuan bernama Sagita di salah satu postingan gue. "Saya pasti blokir orang-orang yang toxic dan mengganggu hidup saya. Izinnnn." Gue baca komentarnya sambil menyeruput kopi hitam. Lalu gue tersenyum. Dalam hati gue bilang, "Nah, ini baru perempuan yang paham bahwa menjaga ketenangan hidup jauh lebih penting daripada mempertahankan pertemanan yang cuma bikin sakit kepala!" Ladies... Gue mau ngomong sedikit pedas hari ini. Gak semua orang yang berteman dengan lo benar-benar senang melihat kehidupan lo berjalan baik. Ada yang rajin menyapa, tapi diam-diam mengumpulkan cerita untuk dijadikan bahan gosip. Ada yang manis di kolom komentar, tapi paling bersemangat membicarakan keburukan lo di belakang. Ada yang pura-pura memberikan dukungan, padahal hatinya panas setiap kali melihat lo berhasil. Dan ada pula yang mengaku sahabat, tetapi menjadikan rahasia pribadi lo sebagai bahan hiburan di lingkar pertemanannya. Lucunya, manusia seperti ini sering merasa dirinya paling tulus! Not everyone who smiles at you is happy for you. Some people are just waiting for your downfall. Mau di TikTok, Facebook, WhatsApp, lingkungan kerja, atau kehidupan sehari-hari, manusia beracun bisa ditemukan di mana saja. Mereka gak selalu datang membawa permusuhan. Kadang justru datang membawa kalimat, "Gue ngomong begini karena gue peduli sama lo." Padahal setelah itu, hidup lo malah penuh drama, prasangka, dan kegaduhan yang gak pernah lo undang. Gue kasih tahu sesuatu. Lo gak punya kewajiban mempertahankan pertemanan hanya karena pernah dekat, pernah saling curhat, atau sudah berteman bertahun-tahun. Lamanya pertemanan bukan jaminan ketulusan. Banyaknya komentar bukan bukti kepedulian. Dan seringnya seseorang menghubungi lo bukan berarti dia punya niat baik. Tapi jangan juga sembarangan memberi label toxic kepada orang yang berbeda pendapat atau berani mengingatkan kesalahan lo. Teman sejati terkadang menyampaikan kebenaran yang pahit. Sedangkan teman beracun sengaja menciptakan kepahitan agar lo kehilangan ketenangan. Know the difference between honest criticism and emotional manipulation. Ladies... Kalau seseorang terus-menerus merendahkan lo, menyebarkan fitnah, membocorkan rahasia, atau sengaja mengusik ketenangan hidup lo, setelah batasan lo jelaskan, buat apa masih dipertahankan? Takut kehilangan teman? Percayalah, kehilangan satu teman yang beracun jauh lebih baik daripada kehilangan kedamaian diri sendiri. Protecting your peace is not arrogance. It's self-respect. Blokir kalau memang diperlukan. Batasi akses mereka. Berhenti menjelaskan kehidupan pribadi kepada orang yang cuma ingin menjadikannya bahan pembicaraan. Karena semakin dewasa, lo akan memahami satu hal: Lingkar pertemanan yang kecil tetapi tulus jauh lebih berharga daripada ribuan pengikut yang penuh kepalsuan. Dan satu pesan terakhir dari gue, si penikmat kopi pahit... Kopi pahit masih bisa gue nikmati setiap pagi. Tapi manusia yang mulutnya manis sementara kelakuannya penuh racun? Maaf, gue gak menyediakan kursi untuk mereka di meja kehidupan gue. Choose peace over popularity. Choose genuine people over fake friendships. 📖 SHE WAS NEVER YOUR FRIEND Tentang Teman yang Diam-Diam Mengincar dan Merusak Hubunganmu. Buat lo yang ingin lebih memahami bahaya pertemanan beracun, manipulasi, kepedulian palsu, dan pentingnya menjaga batasan dalam kehidupan sosial, gue juga punya e-book refleksi berjudul "She Was Never Your Friend". yang gue tulis 6 bulan lalu. Kisah utamanya mengangkat pengkhianatan dalam hubungan, pelajaran tentang mengenali teman palsu juga relevan untuk kehidupan sosial kita. Rey Inspire Emotional Healing Author Digital Storyteller | Relationship Observer | Founder Ruang Refleksi Rey Inspire #toxicrelationship #circle #pertemanan #blokir #selfhelp
Ada aja tingkah adek sanah inii 🤣🤣🤏🏻 #nurhasanah #anakistimewa #anakspecial #viral
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy