@kyliekristenjx: 🇦🇪🇸🇦 #fyp #viral #kimk #foryoupage

kyliekristenjx
kyliekristenjx
Open In TikTok:
Region: GB
Saturday 10 January 2026 17:07:04 GMT
7458289
1349886
1732
43486

Music

Download

Comments

aya.jbli
aya.jbli :
yesss she was armenian tho not arab
2026-01-10 20:05:06
118777
dumptruck521
dumptruck :
I always questioned why she didn’t lean into the Armenian or Arab baddie aesthetic then I saw a tabloid comparing her to jaffar from Aladin they were so cruel/racist abt her looks
2026-01-11 07:41:49
100159
dexelito
Samir :
i love Armenian Kim 😭
2026-07-07 20:39:07
0
barbiedrippin00
Barbiedrippin00 :
Girl she was just on vacation
2026-01-11 17:27:03
23487
ilovelemonssssomuch
🍋Мари🍋🍸 :
Should’ve embraced her roots 💔
2026-01-10 22:31:34
43838
highhhswaggg
a n g e l b l e s s i n g s🪽 :
khadeja kardashian
2026-01-11 00:47:26
8427
pietro__fenoglio
pietro__fenoglio :
it’s so sad that ppl always forget she’s armenian too
2026-01-10 23:02:27
1861
uh.yeeeshuh
eyeshah Ngu :
Don’t forget yall made fun of her for this, calling her Aladdin
2026-01-13 06:39:41
552
soakymilkjuggs
babs :
soo are you saying looking american is bad?
2026-01-12 02:50:19
24
beanerlicious2.0
Beanerlicious :
she should’ve explored her culture and made that mainstream, i don’t care much for the kardashians but if they were educational it would be cool
2026-01-11 08:44:28
13861
maeeemaaae
𝑴 :
armenian baddie
2026-01-11 10:05:07
2920
lifewithmartez
M.M Lifestyle :
the media bully this lady so much especially about her Armenian ft...
2026-01-11 01:41:48
1924
xoxsugarbunnyxox
SugarBunny :
Imagine the different type of impact they would of had if they’d embraced their culture and not siphoned off of black culture
2026-01-11 22:59:44
2192
zoie.herpin
𝑧𝑜𝑖𝑒 ♱⃓ :
Armenian ≠ arab 😭😭😭
2026-01-11 10:28:40
2031
stil.not.funny
Sofia✨ :
It fits her more
2026-07-07 17:08:00
0
glorbatak
𓄲 :
Woah
2026-01-11 08:33:43
1078
_angelaa2098
_angelaa2098 :
People kept calling her Jafar so..
2026-01-13 17:40:44
49
slugg0203
soph :
This was my favourite Kim
2026-01-11 10:37:18
271
yaelgetajob
yaelgetajob ₂₄ :
she was the rich Arab aunt
2026-01-23 13:34:29
176
lily.again
Lilyann 𓆟 :
2026-01-11 22:12:25
64
lulu_belle2474
Lulu :
I hate it when ppl call her a rich white women… like that’s a Rick women but not a white women😭
2026-01-11 19:54:42
26
geoneer
gigi ♱⃓ :
she looks so egyptian too
2026-01-11 15:57:59
27
dani.co.diary
Dani&Co💎 :
This era of Kim was so tea
2026-02-01 00:05:54
7
divinelyjazmynn
Miss Jazmynn :
Omg the leopard print abaya???
2026-01-11 13:12:49
56
To see more videos from user @kyliekristenjx, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Karena anak kami ini sarjana, nakes, dan P3K, jadi kami sepakat untuk mematok mahar buat Syahla. Nominalnya sedikit, kok. Dua ratus juta aja. Itu di luar uang pesta. Ya, kalau ditotal, sekitar tiga ratus lima puluh juta lah. Kecil kan, buat ukuran meminang perempuan terpelajar dan terhormat seperti putri bungsu kami ini?”  “Kenapa, Arka? Apa kamu nggak sanggup?” tekan Pak Drajat dengan senyum kecil yang mengenyek.  “Kalau nggak sanggup, bilang aja dari awal, Mas Arka. Nggak apa-apa, kok. Mumpung belum telanjur jauh. Kan, malu juga, kalau semisal udah lamaran, terus tiba-tiba dibatalin karena duitnya nggak cukup. Dari pihak kami nggak masalah kalau batal dari sekarang. Daripada batalnya pas udah tunangan, kan?” Bu Rika menimpali. Ibunya Syahla yang memang kelihatan judes dan matre sejak setahun lalu aku saling kenal dengan perempuan cantik bertubuh tinggi tersebut.  “Ibu!” Syahla yang duduk di sebelah ibunya langsung menegur keras.   “Syahla, kita harus realistis! Ibu tahu, Arkan ini adalah satu-satunya pacarmu yang paling ganteng yang pernah kamu bawa ke rumah. Tapi, ganteng aja nggak cukup lho, La! Kamu sendiri kan, yang bilang kalau Arka ini pekerjaannya karyawan bank? Seharusnya, karyawan bank itu punya gaji besar, toh? Apa jangan-jangan … Mas Arka ini cuma karyawan kontrak yang gajinya banyak potongan, ya?”   “Bu!” desis Syahla lagi dengan wajahnya yang terlihat geram.  “Jadi gimana, Arka? Kalau kamu udah oke, besok duit 350 juta itu sudah harus diantar ke rumah.” Pak Drajat memberi ultimatum—membuatku makin geli saja mendengarnya.  “Pak Yogo, Bu Suci, gimana ini? Kok, dari tadi jenengan berdua cuma diam aja, ya? Syok ya, dengar jumlah maharnya?”   Belum sempat kami bertiga menjawab, mendadak muncul seorang perempuan berwajah ayu dengan stelan baju kurung satin berwarna burgundy. Kepalanya berbalut pasmina yang rapi warna putih gading. Di tangannya ada nampan berisi beberapa gelas minuman yang sepertinya jus jeruk dingin.  “Permisi,” ucap gadis itu pelan.  Ada bekas luka bakar yang membuat punggung tangannya berbeda dari tangan kebanyakan orang. Bahkan beberapa jarinya tampak tak lagi memiliki kuku.   “Kecuali kalau Mas Arka mau sama dia! Ini Shenina—kakaknya Syahla. Kalau Mas Arka mau ngelamar dia, ngasih 10 juta juga kami terima! Umurnya udah 30 tahun. Nggak laku-laku karena cuma tamatan SMA, itu juga ijazahnya paket C. Kerjaannya juga cuma di rumah aja. Nggak punya keterampilan, sih! Bisanya cuma nyuci, gosok, sama ngosek WC tok!”   Dan aku benar-benar kaget saat tahu kalau Syahla memiliki seorang kakak bernama Shenina. Setahun mengenalnya, dia selalu bilang kalau dirinya adalah anak tunggal. Tidak punya kakak dan adik. Jadi … Syahla berbohong kepadaku?   “Nina! Kamu ini apa-apaan, sih? Bikin malu aja! Siapa yang suruh kamu keluar segala?!”   “Ma-maaf,” gagap Nina dengan wajah pucat pasinya. “Maaf ya, Mas. Saya bereskan,” sambungnya lagi sembari menarik beberapa lembar tisu dan mengelap permadani yang basah karena tumpahan jus jeruk yang diberi es batu tersebut.  “Emang gak pinter anaknya, Bu, Pak. Maaf, ya. Jadi bikin malu begini,” ucap Bu Rika ketus.  “Eh, nggak bodoh kok, Bu. Anaknya baik gini, jangan dibilang gitu,” sanggah ibuku cepat. “Nggak apa-apa, Nduk. Sini, Ibu bantuin,” ucap ibuku.  “Pergi sana kamu, Nin! Nggak usah muncul-muncul lagi!” sentak Syahla.  “Pak Drajat, jadi serius, kalau ngelamar Nina cuma perlu sepuluh juta aja?” Aku mendadak menyela ucapannya Syahla.   “Maksudmu apa, Mas Arka?!” bentak Syahla.  “Aku mampunya cuma sepuluh juta, La. Mungkin, cocoknya aku sama kakakmu aja. Kamu terlalu tinggi buat aku yang bukan siapa-siapa ini.”  “Arka!” desis ibuku pelan sambil mencengkeram lengan kiriku erat.  “Bismillah, Bu. Kita telanjur datang ke sini. Sayang kalau aku nggak meminang salah satu di antara mereka. Aku yakin untuk mempersunting Shenina dengan modal sepuluh juta—seperti yang Pak Drajat syaratkan. Ibu ridho ya, Bu?” Baca ceritanya di KBM App Judul: Lamaran Ditolak Satu Miliar Bertindak Penulis: Meisya Jasmine
“Karena anak kami ini sarjana, nakes, dan P3K, jadi kami sepakat untuk mematok mahar buat Syahla. Nominalnya sedikit, kok. Dua ratus juta aja. Itu di luar uang pesta. Ya, kalau ditotal, sekitar tiga ratus lima puluh juta lah. Kecil kan, buat ukuran meminang perempuan terpelajar dan terhormat seperti putri bungsu kami ini?” “Kenapa, Arka? Apa kamu nggak sanggup?” tekan Pak Drajat dengan senyum kecil yang mengenyek. “Kalau nggak sanggup, bilang aja dari awal, Mas Arka. Nggak apa-apa, kok. Mumpung belum telanjur jauh. Kan, malu juga, kalau semisal udah lamaran, terus tiba-tiba dibatalin karena duitnya nggak cukup. Dari pihak kami nggak masalah kalau batal dari sekarang. Daripada batalnya pas udah tunangan, kan?” Bu Rika menimpali. Ibunya Syahla yang memang kelihatan judes dan matre sejak setahun lalu aku saling kenal dengan perempuan cantik bertubuh tinggi tersebut. “Ibu!” Syahla yang duduk di sebelah ibunya langsung menegur keras. “Syahla, kita harus realistis! Ibu tahu, Arkan ini adalah satu-satunya pacarmu yang paling ganteng yang pernah kamu bawa ke rumah. Tapi, ganteng aja nggak cukup lho, La! Kamu sendiri kan, yang bilang kalau Arka ini pekerjaannya karyawan bank? Seharusnya, karyawan bank itu punya gaji besar, toh? Apa jangan-jangan … Mas Arka ini cuma karyawan kontrak yang gajinya banyak potongan, ya?” “Bu!” desis Syahla lagi dengan wajahnya yang terlihat geram. “Jadi gimana, Arka? Kalau kamu udah oke, besok duit 350 juta itu sudah harus diantar ke rumah.” Pak Drajat memberi ultimatum—membuatku makin geli saja mendengarnya. “Pak Yogo, Bu Suci, gimana ini? Kok, dari tadi jenengan berdua cuma diam aja, ya? Syok ya, dengar jumlah maharnya?” Belum sempat kami bertiga menjawab, mendadak muncul seorang perempuan berwajah ayu dengan stelan baju kurung satin berwarna burgundy. Kepalanya berbalut pasmina yang rapi warna putih gading. Di tangannya ada nampan berisi beberapa gelas minuman yang sepertinya jus jeruk dingin. “Permisi,” ucap gadis itu pelan. Ada bekas luka bakar yang membuat punggung tangannya berbeda dari tangan kebanyakan orang. Bahkan beberapa jarinya tampak tak lagi memiliki kuku. “Kecuali kalau Mas Arka mau sama dia! Ini Shenina—kakaknya Syahla. Kalau Mas Arka mau ngelamar dia, ngasih 10 juta juga kami terima! Umurnya udah 30 tahun. Nggak laku-laku karena cuma tamatan SMA, itu juga ijazahnya paket C. Kerjaannya juga cuma di rumah aja. Nggak punya keterampilan, sih! Bisanya cuma nyuci, gosok, sama ngosek WC tok!” Dan aku benar-benar kaget saat tahu kalau Syahla memiliki seorang kakak bernama Shenina. Setahun mengenalnya, dia selalu bilang kalau dirinya adalah anak tunggal. Tidak punya kakak dan adik. Jadi … Syahla berbohong kepadaku? “Nina! Kamu ini apa-apaan, sih? Bikin malu aja! Siapa yang suruh kamu keluar segala?!” “Ma-maaf,” gagap Nina dengan wajah pucat pasinya. “Maaf ya, Mas. Saya bereskan,” sambungnya lagi sembari menarik beberapa lembar tisu dan mengelap permadani yang basah karena tumpahan jus jeruk yang diberi es batu tersebut. “Emang gak pinter anaknya, Bu, Pak. Maaf, ya. Jadi bikin malu begini,” ucap Bu Rika ketus. “Eh, nggak bodoh kok, Bu. Anaknya baik gini, jangan dibilang gitu,” sanggah ibuku cepat. “Nggak apa-apa, Nduk. Sini, Ibu bantuin,” ucap ibuku. “Pergi sana kamu, Nin! Nggak usah muncul-muncul lagi!” sentak Syahla. “Pak Drajat, jadi serius, kalau ngelamar Nina cuma perlu sepuluh juta aja?” Aku mendadak menyela ucapannya Syahla. “Maksudmu apa, Mas Arka?!” bentak Syahla. “Aku mampunya cuma sepuluh juta, La. Mungkin, cocoknya aku sama kakakmu aja. Kamu terlalu tinggi buat aku yang bukan siapa-siapa ini.” “Arka!” desis ibuku pelan sambil mencengkeram lengan kiriku erat. “Bismillah, Bu. Kita telanjur datang ke sini. Sayang kalau aku nggak meminang salah satu di antara mereka. Aku yakin untuk mempersunting Shenina dengan modal sepuluh juta—seperti yang Pak Drajat syaratkan. Ibu ridho ya, Bu?” Baca ceritanya di KBM App Judul: Lamaran Ditolak Satu Miliar Bertindak Penulis: Meisya Jasmine

About