@23p21sh: اگر دیدارِ رویِ محبوب نصیبِ سرنوشتِ من شود، جانِ خویش را با شوق بر خمِ زلفِ او می‌آویزم #شعر_فارسی #23p21sh #foryou #افغانستان #fypシ゚

23p21sh
23p21sh
Open In TikTok:
Region: ES
Sunday 11 January 2026 19:26:08 GMT
26464
1414
20
88

Music

Download

Comments

loy.pukhtoon2
♛𝑺𝑼𝑳𝑻𝑨𝑵♛ :
*میگه گر وصف دیدار یار نصیبم نگردد* خود را بر زلف خم شده اش دار میزنم*K💔🫠
2026-02-19 19:55:44
0
arsalan_p.j.r
👑PANJSHIRI👑 :
اشتباه گفتی او شعر میگه گر وصل روی یار نگردد نصیب من خود را به زلف خم شده اش دار میزنم
2026-01-14 14:17:34
1
afghan_15664
afghan_15664 :
شعر هایی سعدی هم عجب شعر هایست 🫶❤️
2026-01-11 19:30:21
2
javid__kunduzi
تیت قندوزی🦅 :
یاک سر به پیج من هم بزنین
2026-03-06 15:07:33
0
zar.iiiii
zar.iiiii :
name song sha megi !?
2026-01-12 17:07:57
0
e_foo267
efoo🌙🤎 :
چقدر زیبا گفت
2026-01-13 18:50:28
0
sultanafzali1
Sultan :
چقدر ادیت خوب کدی ای ویدو را
2026-01-13 19:57:45
1
hotak_11
👑Abdul Qayum Hotak😊 :
🥰🥰🥰
2026-02-24 18:57:23
0
muhammad.naim.akba
Muhammad Naim Akbari :
🥰🥰🥰
2026-01-25 18:56:19
0
najibullaharash
ĐŘ…Ñąĵɛɛ :
❤❤❤
2026-02-02 09:23:51
0
userijt0d18ai5
Vadod 🪩🪩🪩 :
🥀🥀🥀
2026-02-01 20:26:31
0
hares.mohammadi59
𝓗𝓪𝓻𝓲𝓼 𝓜𝓸𝓱𝓪𝓶𝓶𝓪𝓭𝓲 :
🥰🥰🥰
2026-02-01 06:44:29
0
zxc0772402227
🍂🕊🍂 :
❤️❤️❤️
2026-02-08 19:39:07
0
samim5035
صمیم چهاردی :
🥰🥰🥰
2026-01-19 14:04:50
0
n0.love224
🦢 :
❤️‍🩹🙂‍↔️
2026-01-17 00:13:13
0
kunduzi121212
ســـمـــMــــو 🖤 :
♥♥♥
2026-01-12 14:55:31
0
userahmadqais511
🦅قیس🥷 اوزبیک🤘 :
❤️❤️❤️
2026-01-12 10:26:00
0
asmatjan367
Asmatjan36 :
❤️❤️❤️
2026-01-12 04:36:46
0
user8032565316727
𝓕𝓪𝔀𝓪𝓭 𝓢𝓪𝓭𝓪𝓽 :
🥰🥰🥰
2026-04-11 19:51:33
0
To see more videos from user @23p21sh, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“The Pied Piper” versi [Brothers Grimm - Hameln]   Pada tahun 1284, seorang pria asing dan misterius datang ke kota Hameln. Ia mengenakan pakaian berwarna-warni dan dikenal sebagai penangkap tikus karena ia berjanji akan membebaskan kota dari wabah tikus dan mencit dengan imbalan sejumlah uang.  Penduduk kota setuju membayarnya. Maka pria itu memainkan serulingnya. Tak lama kemudian, semua tikus dan mencit keluar dari rumah-rumah dan mengikuti alunan musiknya. Setelah memastikan semuanya mengikuti dirinya, ia berjalan keluar kota menuju Sungai Weser. Semua tikus itu terjun ke sungai dan tenggelam.  Namun setelah kota terbebas dari tikus, warga Hameln menyesali janji mereka dan menolak membayar sang peniup seruling. Pria itu pun pergi dengan penuh kemarahan.  Pada tanggal 26 Juni tahun yang sama, ia kembali ke Hameln. Kali ini ia mengenakan pakaian pemburu dengan topi merah aneh dan wajah muram. Saat warga sedang berada di gereja, ia kembali memainkan serulingnya di jalan-jalan kota.  Tetapi kali ini bukan tikus yang keluar, melainkan anak-anak. Banyak anak laki-laki dan perempuan berusia di atas empat tahun mengikuti suara seruling itu, termasuk putri wali kota. Mereka dibawa melewati gerbang Ostertor menuju sebuah bukit, lalu menghilang di dalamnya.  Hanya dua anak yang kembali karena mereka tidak dapat mengikuti rombongan: satu anak buta sehingga tidak tahu ke mana anak-anak lain pergi, dan satu lagi bisu sehingga tidak bisa menceritakan apa yang terjadi. Ada juga seorang anak kecil yang selamat karena kembali untuk mengambil jaketnya.  Total 130 anak hilang.  Jalan tempat anak-anak itu lewat kemudian dikenal sebagai “Bungelose”, jalan sunyi tempat musik dan tarian dilarang. Bahkan rombongan pengantin yang melewati jalan itu harus menghentikan musik mereka.  Bukit tempat anak-anak menghilang disebut Poppenberg. Beberapa orang percaya anak-anak itu dibawa ke sebuah gua dan muncul kembali di Transylvania.  Penduduk Hameln mencatat peristiwa itu dalam buku sejarah kota mereka dan terus mengenangnya selama bertahun-tahun #enggisartchives #lukisan #sejarah #cerita
“The Pied Piper” versi [Brothers Grimm - Hameln] Pada tahun 1284, seorang pria asing dan misterius datang ke kota Hameln. Ia mengenakan pakaian berwarna-warni dan dikenal sebagai penangkap tikus karena ia berjanji akan membebaskan kota dari wabah tikus dan mencit dengan imbalan sejumlah uang. Penduduk kota setuju membayarnya. Maka pria itu memainkan serulingnya. Tak lama kemudian, semua tikus dan mencit keluar dari rumah-rumah dan mengikuti alunan musiknya. Setelah memastikan semuanya mengikuti dirinya, ia berjalan keluar kota menuju Sungai Weser. Semua tikus itu terjun ke sungai dan tenggelam. Namun setelah kota terbebas dari tikus, warga Hameln menyesali janji mereka dan menolak membayar sang peniup seruling. Pria itu pun pergi dengan penuh kemarahan. Pada tanggal 26 Juni tahun yang sama, ia kembali ke Hameln. Kali ini ia mengenakan pakaian pemburu dengan topi merah aneh dan wajah muram. Saat warga sedang berada di gereja, ia kembali memainkan serulingnya di jalan-jalan kota. Tetapi kali ini bukan tikus yang keluar, melainkan anak-anak. Banyak anak laki-laki dan perempuan berusia di atas empat tahun mengikuti suara seruling itu, termasuk putri wali kota. Mereka dibawa melewati gerbang Ostertor menuju sebuah bukit, lalu menghilang di dalamnya. Hanya dua anak yang kembali karena mereka tidak dapat mengikuti rombongan: satu anak buta sehingga tidak tahu ke mana anak-anak lain pergi, dan satu lagi bisu sehingga tidak bisa menceritakan apa yang terjadi. Ada juga seorang anak kecil yang selamat karena kembali untuk mengambil jaketnya. Total 130 anak hilang. Jalan tempat anak-anak itu lewat kemudian dikenal sebagai “Bungelose”, jalan sunyi tempat musik dan tarian dilarang. Bahkan rombongan pengantin yang melewati jalan itu harus menghentikan musik mereka. Bukit tempat anak-anak menghilang disebut Poppenberg. Beberapa orang percaya anak-anak itu dibawa ke sebuah gua dan muncul kembali di Transylvania. Penduduk Hameln mencatat peristiwa itu dalam buku sejarah kota mereka dan terus mengenangnya selama bertahun-tahun #enggisartchives #lukisan #sejarah #cerita

About