@volleytokmom2629: #powder #settingpowder #pressedpowder #makeup #skincare

🌸The Steph tok 🌸
🌸The Steph tok 🌸
Open In TikTok:
Region: US
Monday 12 January 2026 21:17:35 GMT
597
25
9
0

Music

Download

Comments

carriebeamer2024
carriebeamer :
I love that this controls oil! Fantastic price!
2026-01-13 01:31:11
1
andreanolen22
Andrea❤️🤍💙 :
Oil control, and sweat proof! Sign me up!
2026-01-13 03:06:13
1
shortbgirl86
ShortBGirl :
how amazing
2026-01-12 22:33:08
1
_jesschase
Jessica Chase :
It looks so good on you!
2026-01-12 22:06:46
1
To see more videos from user @volleytokmom2629, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Seorang mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur, Jakwan Fali, mengaku mengalami tindakan kekerasan fisik dan intimidasi saat diamankan aparat kepolisian dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (15/6/2026). Pengakuan tersebut disampaikan Jakwan usai dibebaskan oleh pihak kepolisian di sela konferensi pers yang digelar GMNI.  Ia mengaku mendapat perlakuan yang tidak semestinya saat berada dalam pengamanan aparat. “Untuk kekerasan sih cuman diajakin berantem doang. Tapi berantemnya cuman ya layaknya polisi kalau enggak ada media,” ujar Jakwan kepada awak media. Menurut Jakwan, dirinya diamankan ketika hendak melakukan aksi pembakaran ban bersama rekan-rekannya sebagai bagian dari simbol protes dalam demonstrasi mahasiswa.  Setelah diamankan, ia mengaku mengalami tekanan dan perlakuan fisik dari oknum aparat. Meski demikian, Jakwan akhirnya dibebaskan dan kembali bergabung dengan massa aksi yang masih bertahan di kawasan depan Gedung DPR/MPR RI. Sementara itu, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, mengecam tindakan aparat terhadap anggotanya. Ia menilai pengamanan yang dilakukan berlebihan karena massa aksi tidak melakukan perusakan fasilitas umum. GMNI Jakarta Timur menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut dan meminta aparat penegak hukum menghormati hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum.  Organisasi itu juga mendesak adanya evaluasi terhadap tindakan aparat selama pengamanan demonstrasi berlangsung. Video: Jiddan/Metropolitan #metropolitanid #demomahasiswa #kekerasanaparat #gmnijaktim
Seorang mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur, Jakwan Fali, mengaku mengalami tindakan kekerasan fisik dan intimidasi saat diamankan aparat kepolisian dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (15/6/2026). Pengakuan tersebut disampaikan Jakwan usai dibebaskan oleh pihak kepolisian di sela konferensi pers yang digelar GMNI. Ia mengaku mendapat perlakuan yang tidak semestinya saat berada dalam pengamanan aparat. “Untuk kekerasan sih cuman diajakin berantem doang. Tapi berantemnya cuman ya layaknya polisi kalau enggak ada media,” ujar Jakwan kepada awak media. Menurut Jakwan, dirinya diamankan ketika hendak melakukan aksi pembakaran ban bersama rekan-rekannya sebagai bagian dari simbol protes dalam demonstrasi mahasiswa. Setelah diamankan, ia mengaku mengalami tekanan dan perlakuan fisik dari oknum aparat. Meski demikian, Jakwan akhirnya dibebaskan dan kembali bergabung dengan massa aksi yang masih bertahan di kawasan depan Gedung DPR/MPR RI. Sementara itu, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, mengecam tindakan aparat terhadap anggotanya. Ia menilai pengamanan yang dilakukan berlebihan karena massa aksi tidak melakukan perusakan fasilitas umum. GMNI Jakarta Timur menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut dan meminta aparat penegak hukum menghormati hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Organisasi itu juga mendesak adanya evaluasi terhadap tindakan aparat selama pengamanan demonstrasi berlangsung. Video: Jiddan/Metropolitan #metropolitanid #demomahasiswa #kekerasanaparat #gmnijaktim

About