@hachi.wonder.play: PART 1| Poke in Fun Princesses #pokeart #princesses #funartist

Hachi
Hachi
Open In TikTok:
Region: PH
Tuesday 13 January 2026 13:38:50 GMT
17672
279
5
33

Music

Download

Comments

banz4500
Banz :
ganda
2026-01-13 23:15:32
1
user4020327659083
user4020327659083 :
😂
2026-05-01 06:30:03
0
soinsdebeaute08
Divas😝🫦💕 :
🥺🥺🥺
2026-05-23 19:59:26
0
To see more videos from user @hachi.wonder.play, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aksi demonstrasi yang diwarnai insiden saling dorong terjadi saat kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid ke Tolitoli, Kamis (4/6). Rekaman peristiwa itu jadi perbincangan di media sosial. Aksi digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Lingkungan (AMMPLI) yang menyoroti maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Tolitoli. Insiden bermula saat Anwar menghampiri demonstran dan mengulurkan tangan kepada koordinator lapangan, Yogi Sananta.  Namun Yogi ingin mendahulukan penyampaian tuntutan sebelum berjabat tangan. “Bukan ingin bersikap tidak sopan. Tapi ini bentuk kesepakatan dari massa aksi dan aliansi, agar lebih fokus kepada tuntutan,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tolitoli itu. Sikap itu diambil karena aksi-aksi sebelumnya tidak ditanggapi. “Aksi kami soal tambang ilegal ini tidak didengarkan oleh pemerintah setempat,” ujarnya. “Pada aksi sebelumnya, kami bersikap ramah, tapi malah dituduh setingan dan pasukan nasi bungkus.” AMMPLI menyoroti aktivitas PETI di Lingadan, Malempa, Oyom, dan Basidondo. Aktivitas PETI, kata mereka, bikin laut keruh dan mencemari irigasi. AMMPLI mendesak penghentian aktivitas PETI. “Atau dilegalkan sekalian, bila berkontribusi untuk warga dan daerah. Asal jangan tutup mata pada PETI,” ujar Yogi.   Sementara itu, Gubernur Anwar menyatakan persoalan tersebut telah terselesaikan. “Sebelum meninggalkan Tolitoli, beberapa pimpinan demo sudah menemui saya. Mereka meminta maaf, dan saya juga menyampaikan permintaan maaf,” katanya.
Aksi demonstrasi yang diwarnai insiden saling dorong terjadi saat kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid ke Tolitoli, Kamis (4/6). Rekaman peristiwa itu jadi perbincangan di media sosial. Aksi digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Lingkungan (AMMPLI) yang menyoroti maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Tolitoli. Insiden bermula saat Anwar menghampiri demonstran dan mengulurkan tangan kepada koordinator lapangan, Yogi Sananta. Namun Yogi ingin mendahulukan penyampaian tuntutan sebelum berjabat tangan. “Bukan ingin bersikap tidak sopan. Tapi ini bentuk kesepakatan dari massa aksi dan aliansi, agar lebih fokus kepada tuntutan,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tolitoli itu. Sikap itu diambil karena aksi-aksi sebelumnya tidak ditanggapi. “Aksi kami soal tambang ilegal ini tidak didengarkan oleh pemerintah setempat,” ujarnya. “Pada aksi sebelumnya, kami bersikap ramah, tapi malah dituduh setingan dan pasukan nasi bungkus.” AMMPLI menyoroti aktivitas PETI di Lingadan, Malempa, Oyom, dan Basidondo. Aktivitas PETI, kata mereka, bikin laut keruh dan mencemari irigasi. AMMPLI mendesak penghentian aktivitas PETI. “Atau dilegalkan sekalian, bila berkontribusi untuk warga dan daerah. Asal jangan tutup mata pada PETI,” ujar Yogi. Sementara itu, Gubernur Anwar menyatakan persoalan tersebut telah terselesaikan. “Sebelum meninggalkan Tolitoli, beberapa pimpinan demo sudah menemui saya. Mereka meminta maaf, dan saya juga menyampaikan permintaan maaf,” katanya.

About