Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@rowan.style: The perfect spring decor, tulip lights 🥹 so cute #tulip #tulips #tulipseason #tuliplight #lights
Rowan_Style
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 15 January 2026 17:40:00 GMT
295341
3025
2
383
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.6MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.38MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
Story Teller.X :
Beautiful
2026-01-23 09:53:29
2
Ward w Tabkha :
😍😍😍
2026-01-22 03:41:45
1
To see more videos from user @rowan.style, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
lines..💔😔 #pashtopoetry #pashtoshayari #foryoupage❤️❤️ #unfreezemyacount #heaven_607
Air Mata di Atas Kanvas Usang: Tembok Kalabahi Berbisik Tentang Kedamaian Di Kota Kalabahi. Di sudut jalan yang biasanya bising oleh raung knalpot dan teriakan amarah, muncul aroma cat semprot bercampur dengan bau tanah kering. Di sana, beberapa anak muda berdiri tegak dengan kuas gemetar di tangannya. Mereka adalah sebagian dari sekian banyak seniman muda Alor yang memilih menyuarakan luka lewat warna, bukan lewat hantaman batu. Salah satu diantara mereka menatap jemarinya yang belepotan cat biru langit. Air matanya menetes tanpa suara, jatuh tepat di atas kaleng cat plastik di pelukannya. Pikirannya melayang pada malam jahanam seminggu lalu. Malam di mana sahabat masa kecilnya, merenggang nyawa di jalanan ini akibat luka dalam sebuah tawuran antargeng remaja yang tak pernah ia mengerti apa ujung pangkalnya. Ia dan almarhum sahabatnya itu berbeda agama. Perbedaan itu tak pernah menjadi sekat di antara mereka sejak kecil. Mereka biasa berbagi tawa, memancing bersama di pesisir pantai, makan sepiring bersama, saling meminjam jaket, hingga memanggil orang tua satu sama lain dengan sebutan yang sama "Bapa dan Mama". Namun malam itu, fanatisme buta dan amarah kelompok yang tak berakal telah merebut sahabatnya dari dunia ini. Almarhum tewas di tangan sesama anak muda Alor. Dengan hati yang hancur berkeping-keping, Ia menaiki anak tangga steger bambu yang reyot. Setiap pijakan terasa berat, seberat beban duka yang menghimpit dadanya. Di hadapannya kini terbentang dinding beton kusam yang perlahan mulai hidup oleh guratan warna. Ia mulai mengayunkan kuasnya dengan sisa-sisa tenaga yang ada. Bersama kawan-kawan komunitas Alor Mural Crew, mereka menuangkan kepedihan mendalam yang selama ini luput dari pandangan dan apresiasi para penguasa daerah. Di atas tembok itu, mereka melukis sebuah mimpi yang robek: "KITA DENG KITA JADI, STOP BIKIN KACAU! TARAMITI TOMINUKU." Tangannya bergetar hebat saat ia mewarnai sketsa sekelompok remaja yang sedang saling merangkul, berdiri tegak di antara siluet kubah Masjid dan menara Gereja. Ilustrasi itu bukan hanya gambar. Itu adalah jeritan batin. Itu adalah gambaran dirinya dan sahabatnya yang kini telah tiada. "Mengapa kita harus saling menumpahkan darah di atas tanah yang sama?" bisiknya lirih, suaranya tercekat di tenggorokan. Air matanya kian deras mengalir, membasahi pipinya yang kusam oleh debu jalanan. "Kita meminum air dari tanah yang sama, menatap langit Alor yang sama, namun mengapa parang dan batu yang kita berikan pada saudara sendiri?" Melalui setiap semprotan cat bertuliskan "TUAN TOLONGLAH TUAN, PERANG DIHENTIKAN", para pemuda kreatif ini sedang mengetuk pintu hati setiap remaja di Kabupaten Alor yang saat ini mungkin masih menyimpan dendam di dalam dada mereka. Mereka ingin mengingatkan bahwa keindahan Alor bukan terletak pada siapa yang paling kuat di jalanan, melainkan pada jalinan persaudaraan yang erat dan kokoh—seperti indahnya selembar Tenun Alor yang ditenun dengan penuh kesabaran, menyatukan benang-benang perbedaan menjadi sebuah mahakarya yang dikagumi dunia (sebagaimana indahnya dedikasi yang dibagikan melalui instagram @TenunDariAlor). Wahai saudara-saudaraku, para remaja dan pemuda di seluruh pelosok Kabupaten Alor... Berhentilah sejenak. Lepaskan batu di tanganmu, turunkan parang yang kau genggam. Lihatlah ke dalam mata ibumu, lihatlah gurat kesedihan di wajah ayahmu. Apakah kemenangan semu dari sebuah tawuran sebanding dengan air mata darah keluarga yang kehilanganmu? Apakah rasa bangga kelompokmu layak dibayar dengan nyawa saudaramu sendiri? Ingatlah semboyan leluhur kita: Taramiti Tominuku. Kita ini satu ikat, satu persaudaraan. Ketika kau melukai saudaramu—baik dia berbeda suku maupun berbeda agama—kau sedang merobek tenun kedamaian yang telah dijaga dengan darah dan keringat oleh para pendahulu kita. Tembok-tembok di Kota Kalabahi ini kini telah berbicara. Mereka tidak lagi bisu. Mereka bersaksi atas duka, mereka memohon atas nama kedamaian. #kalabahi❤️🌈alor🌈ntt #alor #nttpride
Paris Saint-Germain F.C. Ventures Into #NFTs And The #Metaverse #WatcherGuru
Salon Capri
✨✨✨ #guineapigs #guineapigsoftiktok
Will kill Orolbai in a rematch btw #UFC #mma #urosmedic #recommendations #rek @Uros Medic
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy