@s45334640: #songchallenge #creatorsearchinsights #fypシ゚viral🖤tiktok☆♡🦋myvideo #newtemplates💙 #onemillionaudition

Suna 🌸
Suna 🌸
Open In TikTok:
Region: LK
Thursday 15 January 2026 14:59:24 GMT
3593
528
16
5

Music

Download

Comments

To see more videos from user @s45334640, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov: Jalanan terlalu ramai akan kendaraan yang berlalu lalang dengan suara bising yang menemani. Kamu berdiri di pinggir jalan—sementara kepala menoleh kesana-kemari ingin menyeberang. Akan tetapi rasa ragu berulang kali membuat kakimu tertanam di tempat. Sedangkan di seberang sana, gerbang sekolah menengah atas terbuka pelan. Para siswa berhamburan keluar penuh semangat. Suasana semakin ramai dimana para kendaraan berhenti menunggu penumpang, bahkan macet. Kamu melirik arloji, sebentar lagi kelas akan mulai. Resah dan takut bercampur. Sampai tiba-tiba kamu merasa totebag-mu ditarik. Matamu membulat terkejut, apalagi melihat seorang remaja laki-laki berseragam SMA berdiri tepat di sebelah. Tanpa mengatakan apapun ia menuntunmu menerobos kendaraan yang tengah melintas dengan menarik tasmu.  Waspada tentunya ada, takut jika barang-barangmu dicopet. Akan tetapi, semua kekhawatiran itu hanyalah angin lalu. Sesampainya di seberang sana napas lega akhirnya terhembus juga. Kamu ingin berterimakasih, tetapi bocah itu sudah berbalik pergi. Alhasil kamu hanya bisa menatap punggungnya yang perlahan hilang ditelan ramainya manusia sekitar. Backpack yang tersampir satu sisi, baju yang cukup kusut tanpa disisip dengan rambut acak-acakan membuat bocah itu tampak lebih mencolok. Seharian itu kamu disibukkan dengan kegiatan perkuliahan. Bahkan ketika sampai di rumah pun, matamu masih terpaku pada layar putih laptop. Wajah sudah letih, mata menjadi berat. Kepalamu turun perlahan menyentuh permukaan meja. Di tengah lamunan, pikiran kembali di saat langkahmu dituntun seorang anak SMA tadi siang. “Sok iye banget tuh bocah,” celetukmu tanpa sadar sudut bibir membentuk senyuman. Keesokan harinya, sama hal seperti kemarin kamu masih berdiri di pinggir jalan karena entah kenapa jalanan hari ini terlalu ramai. Lalu pandanganmu jatuh pada anak lelaki kemarin. Ia berjalan mendekatimu dari arah seberang, lalu tangannya terulur lagi. “Kayaknya kaka butuh bantuan lagi deh,” ucapnya cukup keras—berusaha menembus bisingnya jalanan. Kamu tak langsung meraih tangannya, sebaliknya malah menatap bingung. Lelaki itu akhirnya berinisiatif menangkap pergelangan tanganmu. “Udah gede kok nggak bisa nyeberang.” Celetukannya membuat keningmu berkerut. Bukan marah, melainkan malu. Sesampainya di seberang dia tak langsung berbalik pergi seperti kemarin. Dia berdiri di hadapanmu sambil menengadahkan telapak tangannya ke arahmu. “Duit?” tanyamu bingung. “Hah....enggak! Ig nya dong, kak.”  Ada rasa geli menggelitik dadamu, melihat bocah dengan usia yang sepertinya tiga tahun lebih muda darimu mencoba untuk dekat. “Sebelum aku kasih tau, nama kamu siapa?”  “Panggil aja Jungwon,” jawabnya dengan posisi tangan masih sama. Alih-alih memberikan apa yang ia minta, kamu hanya mengangguk dan berbalik pergi. Jungwon—remaja itu mematung. Tangannya spontan jatuh ke sisi tubuh tetapi manik-manik indah itu terus menatap punggungmu. “Aku tunggu besok, kak!” teriaknya dengan suara keras. Semenjak hari itu, Jungwon sudah seperti pengawalmu saat ingin menyeberang. Awalnya dia terus menuntut akun Instagrammu, akan tetapi karena tak kunjung diberi ia akhirnya menyerah. Perlahan kehadirannya membuatmu semakin nyaman, bahkan malah selalu menunggunya di seberang jalan.  Akan tetapi, suatu hari Jungwon tak kunjung datang. Para siswa yang berhamburan juga mulai berkurang. Kamu bingung, ditambah lagi dia tak muncul selama berbulan-bulan. Rasa penasaran dan sesuatu yang aneh menyesakan dada. Kamu tak bohong lagi. Kamu merindukannya. Enam bulan kemudian, kamu berjalan menuju lift kampus. Saat masuk ke dalam, tubuhmu seketika membeku melihat seseorang yang familiar. Jungwon. Tapi kali ini ia hadir bukan lagi dengan seragam SMA—tapi setelan kasual khas anak kuliahan. Kemeja hitam polos dengan lengan yang digulung asal, rambut lebih rapi membuat dadamu berdebar kencang.  ( Lanjut di komentar ) #povs #jungwon #enhypen #fyp
Pov: Jalanan terlalu ramai akan kendaraan yang berlalu lalang dengan suara bising yang menemani. Kamu berdiri di pinggir jalan—sementara kepala menoleh kesana-kemari ingin menyeberang. Akan tetapi rasa ragu berulang kali membuat kakimu tertanam di tempat. Sedangkan di seberang sana, gerbang sekolah menengah atas terbuka pelan. Para siswa berhamburan keluar penuh semangat. Suasana semakin ramai dimana para kendaraan berhenti menunggu penumpang, bahkan macet. Kamu melirik arloji, sebentar lagi kelas akan mulai. Resah dan takut bercampur. Sampai tiba-tiba kamu merasa totebag-mu ditarik. Matamu membulat terkejut, apalagi melihat seorang remaja laki-laki berseragam SMA berdiri tepat di sebelah. Tanpa mengatakan apapun ia menuntunmu menerobos kendaraan yang tengah melintas dengan menarik tasmu. Waspada tentunya ada, takut jika barang-barangmu dicopet. Akan tetapi, semua kekhawatiran itu hanyalah angin lalu. Sesampainya di seberang sana napas lega akhirnya terhembus juga. Kamu ingin berterimakasih, tetapi bocah itu sudah berbalik pergi. Alhasil kamu hanya bisa menatap punggungnya yang perlahan hilang ditelan ramainya manusia sekitar. Backpack yang tersampir satu sisi, baju yang cukup kusut tanpa disisip dengan rambut acak-acakan membuat bocah itu tampak lebih mencolok. Seharian itu kamu disibukkan dengan kegiatan perkuliahan. Bahkan ketika sampai di rumah pun, matamu masih terpaku pada layar putih laptop. Wajah sudah letih, mata menjadi berat. Kepalamu turun perlahan menyentuh permukaan meja. Di tengah lamunan, pikiran kembali di saat langkahmu dituntun seorang anak SMA tadi siang. “Sok iye banget tuh bocah,” celetukmu tanpa sadar sudut bibir membentuk senyuman. Keesokan harinya, sama hal seperti kemarin kamu masih berdiri di pinggir jalan karena entah kenapa jalanan hari ini terlalu ramai. Lalu pandanganmu jatuh pada anak lelaki kemarin. Ia berjalan mendekatimu dari arah seberang, lalu tangannya terulur lagi. “Kayaknya kaka butuh bantuan lagi deh,” ucapnya cukup keras—berusaha menembus bisingnya jalanan. Kamu tak langsung meraih tangannya, sebaliknya malah menatap bingung. Lelaki itu akhirnya berinisiatif menangkap pergelangan tanganmu. “Udah gede kok nggak bisa nyeberang.” Celetukannya membuat keningmu berkerut. Bukan marah, melainkan malu. Sesampainya di seberang dia tak langsung berbalik pergi seperti kemarin. Dia berdiri di hadapanmu sambil menengadahkan telapak tangannya ke arahmu. “Duit?” tanyamu bingung. “Hah....enggak! Ig nya dong, kak.” Ada rasa geli menggelitik dadamu, melihat bocah dengan usia yang sepertinya tiga tahun lebih muda darimu mencoba untuk dekat. “Sebelum aku kasih tau, nama kamu siapa?” “Panggil aja Jungwon,” jawabnya dengan posisi tangan masih sama. Alih-alih memberikan apa yang ia minta, kamu hanya mengangguk dan berbalik pergi. Jungwon—remaja itu mematung. Tangannya spontan jatuh ke sisi tubuh tetapi manik-manik indah itu terus menatap punggungmu. “Aku tunggu besok, kak!” teriaknya dengan suara keras. Semenjak hari itu, Jungwon sudah seperti pengawalmu saat ingin menyeberang. Awalnya dia terus menuntut akun Instagrammu, akan tetapi karena tak kunjung diberi ia akhirnya menyerah. Perlahan kehadirannya membuatmu semakin nyaman, bahkan malah selalu menunggunya di seberang jalan. Akan tetapi, suatu hari Jungwon tak kunjung datang. Para siswa yang berhamburan juga mulai berkurang. Kamu bingung, ditambah lagi dia tak muncul selama berbulan-bulan. Rasa penasaran dan sesuatu yang aneh menyesakan dada. Kamu tak bohong lagi. Kamu merindukannya. Enam bulan kemudian, kamu berjalan menuju lift kampus. Saat masuk ke dalam, tubuhmu seketika membeku melihat seseorang yang familiar. Jungwon. Tapi kali ini ia hadir bukan lagi dengan seragam SMA—tapi setelan kasual khas anak kuliahan. Kemeja hitam polos dengan lengan yang digulung asal, rambut lebih rapi membuat dadamu berdebar kencang. ( Lanjut di komentar ) #povs #jungwon #enhypen #fyp

About