gus krisna :
Setidaknya sudah tidak mengganggu dia lagi. Sudah tidak ada pesan yang dikirim hanya karena rindu yang tiba-tiba datang. Sudah tidak ada alasan untuk mencari perhatian yang sebenarnya tidak lagi diinginkan. Semua dipendam sendiri, walaupun sebenarnya masih peduli, masih sayang, dan masih berharap… meskipun tahu harapan itu tidak akan kembali.
Sekarang memilih diam, bukan karena perasaan ini sudah hilang, tapi karena sadar diri. Sadar kalau kehadiran hanya menjadi gangguan. Sadar kalau yang diperjuangkan ternyata tidak lagi memperjuangkan. Rasanya berat, apalagi saat terbiasa menjadikan dia sebagai tujuan pulang, sebagai alasan untuk bertahan. Tapi mau bagaimana lagi, memaksa tetap tinggal hanya akan membuat diri sendiri terlihat lebih tidak berharga.
Biarlah dia bahagia dengan pilihannya, walaupun bukan lagi bersama. Biarlah kenangan tetap tinggal di tempatnya, tanpa harus mengulang semuanya. Dan walaupun di sini masih sama, masih dengan perasaan yang belum berubah, setidaknya sudah belajar untuk tidak mengganggu hidupnya lagi.
Karena kadang, mencintai tidak harus memiliki. Kadang, mencintai cukup dengan mengikhlaskan… walaupun itu menyakitkan. :)
2026-02-15 05:39:50