:
harusnya kita cukup kenal sebagai teman sekelas saja. cukup saling pinjam pulpen tanpa harus saling menyimpan rasa. harusnya kita berhenti di batas itu, di ruang yang sama, tanpa cerita yang terlalu dalam. tapi kita melangkah lebih jauh dari yang seharusnya. dari sekadar teman ngobrol jadi tempat pulang. dan di situlah semuanya mulai berubah. aku sakit liat tingkah kamu yang makin hari makin jauh, makin dingin, seolah aku cuma salah satu orang di ruangan itu. candaanmu ke orang lain terasa biasa saja di mata mereka, tapi entah kenapa di dadaku rasanya beda. aku cemburu pada hal hal yang bahkan mungkin tak pantas untuk dicemburui. aku terluka oleh hal hal kecil yang mungkin menurutmu sepele. dan kamu pun pasti sakit lihat sikapku. aku yang jadi mudah marah, mudah diam, mudah berubah. aku yang kadang terlalu banyak menuntut dimengerti tanpa benar benar mencoba memahami. mungkin di matamu aku terlihat berlebihan. mungkin kamu lelah menghadapi emosiku yang naik turun. kita sama sama terluka oleh versi diri masing masing. kamu sakit lihat aku yang tak lagi ringan, dan aku sakit lihat kamu yang tak lagi peka. kita berdiri di kelas yang sama, tapi rasanya seperti ada jarak panjang di antara dua meja yang sebenarnya cuma terpaut beberapa langkah. harusnya kita cukup jadi teman sekelas saja. cukup tau nama, cukup tau nilai, cukup tau hobi. tanpa perlu tau cara masing masing menangis diam diam. tanpa perlu tau betapa ego kita sama sama tinggi dan keras kepala. sekarang setiap tatap mata terasa canggung. setiap senyum terasa dipaksakan. kita sama sama tau ada yang berubah, tapi tak ada yang cukup berani untuk memperbaiki atau benar benar melepaskan. mungkin memang kita tak ditakdirkan lebih dari sekadar cerita singkat di satu tahun ajaran. mungkin kita hanya pelajaran tentang batas, tentang ego, tentang bagaimana dua orang bisa saling sayang tapi tetap saling menyakiti. kalau waktu bisa diulang, mungkin aku akan memilih untuk tetap duduk di bangkuku, tersenyum seperlunya, dan tidak perlu melangkah lebih jauh dari kata “teman.” karena ternyata, menjadi lebih dari itu membuat kita sama-sama sakit.
2026-02-20 15:44:41