Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@colgateph: You’re missing out if you haven’t tried this! #ColgateOpticWhite #ColgatePurple #PurpleSerum
Colgate Philippines
Open In TikTok:
Region: PH
Monday 19 January 2026 13:15:00 GMT
33297
19
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.46MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.56MB
)
Watermark .mp4 (
1.61MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @colgateph, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Excuse me !! Toronto 🍁 got 00:00 as a surprise song 💜😭 So happy and got goosebumps at the same time to witness this. #Jimin #BTS #bts_worldtour_arirang_toronto #BTSJIMIN #bts_worldtour_arirang
Porsche Cayenne GTS Coupé @Porsche USA #pushgift #cayenne #gts #coupe #porsche #foryoupage #explorepage #ahycars #allblack #2025PorscheCayenneGts #Porsche #PorscheCayenne #baby #newmom #CayenneCoupe #2025PorscheCayenne #Cayenne #CarGirl #foryou
#cute #couple
POV {5} : Keesokan paginya di kelas XI-IPA 2, kamu duduk dengan wajah ketat dan bertopang dagu, masih menyimpan sisa kekesalan akibat kelakuan Juhoon di bus yang bikin kamu kesal. Di sebelahmu, Juhoon duduk dengan mode cupu andalannya—bahu membungkuk, memeluk buku tulis, dan kacamata tebal yang melorot di hidung. Suara ketukan sepatu fantofel yang nyaring membuat kamu mendongak. Fani dan Selly sudah berdiri di depan meja mereka dengan tangan bersedekap. Tatapan kedua cewek populer itu turun, menatap Juhoon dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan ekspresi penuh penghinaan yang sangat kentara. "Lo seriusan masih betah sebangku sama makhluk ginian?" celetuk Fani sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh murid lain yang baru berdatangan. "Gue liat-liat dari kemarin lo kayak pawang monyet, harus nuntun ke sana-kesini. Manja banget sih jadi cowok." Selly mendengus geli, membetulkan letak tas branded-nya di bahu. "Iya nih. Muka doang cowok, tapi mentalnya lembek amat kayak kerupuk kesiram kuah bakso. Gak malu apa ya, numpang di rumah orang terus bikin repot anak perempuannya? Kalau gue jadi lo sih, udah gue usir ke dari rumah." Kamu hanya diam, tidak berniat membela Juhoon karena kamu sendiri sebenarnya setuju dengan ucapan teman-temanmu. Kamu hanya membuang muka, berpura-pura sibuk merapikan pulpennmu untuk menjaga gengsimu di depan geng cantik kamu. Mendengar rentetan sindiran tajam itu, Juhoon langsung melancarkan akting terbaiknya. Tubuh kurusnya yang terbungkus sweater rajut longgar itu dibuat bergetar hebat. Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam hingga poni mangkoknya menutupi seluruh matanya yang mulai berkaca-kaca. "M-maaf... maaf ya Fani... Selly..." cicit Juhoon dengan suara yang sengaja dibuat bergetar parah, menahan isak tangis yang dibuat-buat. "Aku... aku emang penakut dan selalu ngerepotin Y/n... Maaf kalau aku bikin kalian risih..." Jemari Juhoon yang meremas ujung sweater rajutnya tampak gemetaran, memperlihatkan gestur seorang korban perundungan yang sangat rapuh dan tertekan akibat disudutkan di depan kelas. "Ih, baperan amat! Digituin doang mau nangis. Cowok apaan coba," cibir Fani malas, lalu melenggang pergi bersama Selly menuju barisan depan setelah puas melayangkan serangan verbal mereka. Kamu mengembuskan napas kasar. Melihat Juhoon yang mendadak menye-menye ingin menangis lagi, kejengkelanmu yang tertahan sejak semalam langsung memuncak. "Udah lah, Jju! Gak usah cengeng! Malu-maluin gue tahu gak!" ketus kamu tajam, memukul meja kelas dengan pelan untuk meluapkan kekesalanmu. Juhoon tidak menjawab. Dia tetap menunduk kaku, membiarkanmu memarahinya di dalam kelas yang mulai ramai. Namun, begitu kamu memalingkan wajahnya kembali ke arah jendela, transformasi dingin terjadi di balik tundukan kepala Juhoon. Isak tangis dan getaran di tubuhnya menguap habis dalam sekejap. Di balik helaian poni mangkok yang menyembunyikan wajahnya, sepasang mata elang Juhoon berkilat penuh amarah yang sangat pekat dan mematikan. Rahangnya mengeras kencang. Juhoon tidak peduli dengan ejekan Fani dan Selly terhadap dirinya, karena bagi Juhoon mereka berdua hanyalah serangga kecil yang tidak penting. Namun, fakta bahwa kamu ikut memarahinya dan tidak membelanya sama sekali di depan umum benar-benar memicu rasa posesif dan obsesi gelapnya yang terdalam. Juhoon paling tidak suka jika kamu berpihak pada orang lain selain dirinya. Tangan kanan Juhoon perlahan turun ke dalam saku celananya, menggenggam ponsel utamanya dengan cengkeraman yang sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Jari-jarinya mengetikkan sebuah perintah pesan singkat dengan kecepatan tinggi ke ruang obrolan privat bersama Elian dan Tian. Juhoon: "Fani sama Selly baru aja cari masalah sama gue di kelas. El, Tian, hancurin bisnis butik dan salon milik nyokap mereka berdua siang ini juga. Pastiin mereka dapet panggilan dari orang tua mereka sebelum jam istirahat pertama." (💬+) #POV #juhoon #cortis #foryou
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy