@majorpets0: #major #pets #viralvideo

Major pets🐇🕊️
Major pets🐇🕊️
Open In TikTok:
Region: PK
Monday 19 January 2026 07:51:08 GMT
30190
2159
78
10

Music

Download

Comments

ayesha569hotmail.com
Ayesha.lahore👑🎉 :
major pads zindabad
2026-02-16 05:17:37
0
user7957467966218
sultan pets 🐇 :
❤❤❤
2026-02-20 13:25:01
0
fighter.pigeonszafar
Fighter pigeons :
mashaAllah❤
2026-01-19 16:07:10
1
noorzaman5017
BÊWÂFÂ💔DÛÑÎÂ🇯🇵💖🇵🇰 :
bahi 15Admi chat pa shoq ke rhn ho 🌺🌺🌺🌺🌺
2026-01-20 12:50:28
1
waheedshah552
Syed Waheed Shah555 :
♥️♥️♥️
2026-01-19 13:17:15
1
zafarzaman
Zafar Zaman Chugtai :
❤❤
2026-01-19 15:53:18
1
ali_malik_321
ali_malik_321 :
♥️
2026-01-20 03:11:33
1
kabootar.baz.0786
خودار شہوانئ✌️💯 :
♥♥♥
2026-01-20 03:21:41
1
ajab.ali928
Ali🇵🇰 :
😍
2026-01-19 09:00:00
1
muhammadmudasir133
Muhammad Mudasir :
🥰🥰🥰
2026-01-20 03:27:06
1
zeeshanyousafze27
❣️zeeshanyousaf❣️ :
🥰✌
2026-01-20 02:54:18
1
zonaibdon
Zaibi Mehar 💫✨ :
❤❤❤
2026-01-19 17:56:37
1
sohail.abbas069
Sohail Abbas :
🥰🥰🥰
2026-01-19 23:55:36
1
fighter.pigeonszafar
Fighter pigeons :
🔥🔥
2026-01-19 16:07:06
1
kabootar.baz.0786
خودار شہوانئ✌️💯 :
❣️❣️❣️
2026-01-20 03:21:41
1
userpqtsimmbz8
Noman ali :
😎😎😎
2026-01-19 15:47:07
1
malikbrand333yyy1
Malik Brand333 :
👌👌👌👌👌👌👌👌
2026-01-19 17:30:24
1
user28561525
Umar chandio :
💖💖💖
2026-01-19 10:25:04
1
ramzankhan3806
🫀ظالم شخص،،آ🫀 :
🥰🥰🥰
2026-01-19 13:21:10
1
hadi.qureshi04
Hadi Qureshi 772 :
🥰🥰🥰
2026-01-19 16:21:18
1
hajiazam64
sab ki Jan کدی نمبر ۸۸⁸0۴ :
🥰🥰🥰
2026-01-19 16:15:08
1
adnan_malik_101
⚜️DERWAISH✨ :
❤️❤️❤️
2026-01-20 05:03:32
1
asadmalik_467
🕊️🥷شوق کبوتر بازی کا🥷🕊️ :
🥰🥰🥰
2026-01-21 02:02:51
1
user897663474
Salman Ali :
❤❤❤
2026-01-21 08:08:59
1
ali.hasan12080
Ali hasan :
🥰🥰🥰
2026-01-21 05:32:15
1
To see more videos from user @majorpets0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Likuifaksi Palu 2018—Pada sore hari, Jum'at, 28 September 2018 terjadi gempa dahsyat bermagnitudo sekitar M7.5 dengan pusat relatif dangkal di barat laut Kota Palu; gempa ini terjadi pada pukul sekitar 18:00 waktu setempat dan dalam hitungan menit memicu gelombang tsunami yang menyapu bagian pesisir Palu dan Donggala. Perpaduan getaran kuat, kedangkalan pusat gempa, dan keterdekatan ke teluk membuat tsunami terbentuk sangat cepat untuk menyapu daratan—sehingga banyak orang tidak sempat untuk mengungsi. Proses likuifaksi yang menghancurkan kawasan permukiman seperti Petobo, Balaroa, dan Jono Oge terjadi ketika tanah berbutir halus yang jenuh air kehilangan kekuatan akibat guncangan intens; tanah yang tadinya padat berubah berperilaku seperti cair sehingga rumah, jalan, tiang listrik, dan pohon seakan “terapung” lalu terbawa aliran lumpur ke arah yang serupa gelombang. Studi-studi lapangan menunjukkan faktor pemicu bukan hanya kekuatan gempa, tetapi juga kondisi tanah alluvial yang lunak, muka air tanah yang tinggi karena irigasi dan pola pengairan lahan, serta ketebalan sedimen lunak—kombinasi ini membuat area datar di pinggir sungai dan teluk sangat rentan terhadap aliran tanah jarak jauh. Dampak langsung di lapangan terbilang sangat masif, ribuan rumah dan fasilitas hancur atau terkubur oleh aliran lumpur; ratusan hingga ribuan orang tew45 di lokasi-lokasi yang tertimbun seperti Petobo dan Balaroa; puluhan ribu orang mengungsi; dan infrastruktur penting—jalan, jembatan, dan jaringan air—rusak parah sehingga penyaluran bantuan mengalami kesulitan.  Beberapa fakta mengejutkan yang muncul setelah kajian adalah: pertama, aliran tanah di beberapa lokasi bergerak sangat jauh — ratusan hingga lebih dari seribu meter—meskipun lerengnya sangat landai. Kedua, praktik irigasi dan pengelolaan air di dataran alluvial sebelum gempa ternyata menaikkan muka air tanah dan secara tidak sengaja meningkatkan kerentanan terhadap likuifaksi. Ketiga, banyak korban terjebak bukan hanya karena runtuhan bangunan tetapi karena rumah-rumah “terapung” dan terbenam dalam lumpur seperti gelombang, suatu pola kegagalan tanah yang tidak biasa dilihat dalam banyak bencana gempa sebelumnya. Video: Journalya #bencanaalam #gempa #likuifaksi #palu #palusulteng
Likuifaksi Palu 2018—Pada sore hari, Jum'at, 28 September 2018 terjadi gempa dahsyat bermagnitudo sekitar M7.5 dengan pusat relatif dangkal di barat laut Kota Palu; gempa ini terjadi pada pukul sekitar 18:00 waktu setempat dan dalam hitungan menit memicu gelombang tsunami yang menyapu bagian pesisir Palu dan Donggala. Perpaduan getaran kuat, kedangkalan pusat gempa, dan keterdekatan ke teluk membuat tsunami terbentuk sangat cepat untuk menyapu daratan—sehingga banyak orang tidak sempat untuk mengungsi. Proses likuifaksi yang menghancurkan kawasan permukiman seperti Petobo, Balaroa, dan Jono Oge terjadi ketika tanah berbutir halus yang jenuh air kehilangan kekuatan akibat guncangan intens; tanah yang tadinya padat berubah berperilaku seperti cair sehingga rumah, jalan, tiang listrik, dan pohon seakan “terapung” lalu terbawa aliran lumpur ke arah yang serupa gelombang. Studi-studi lapangan menunjukkan faktor pemicu bukan hanya kekuatan gempa, tetapi juga kondisi tanah alluvial yang lunak, muka air tanah yang tinggi karena irigasi dan pola pengairan lahan, serta ketebalan sedimen lunak—kombinasi ini membuat area datar di pinggir sungai dan teluk sangat rentan terhadap aliran tanah jarak jauh. Dampak langsung di lapangan terbilang sangat masif, ribuan rumah dan fasilitas hancur atau terkubur oleh aliran lumpur; ratusan hingga ribuan orang tew45 di lokasi-lokasi yang tertimbun seperti Petobo dan Balaroa; puluhan ribu orang mengungsi; dan infrastruktur penting—jalan, jembatan, dan jaringan air—rusak parah sehingga penyaluran bantuan mengalami kesulitan. Beberapa fakta mengejutkan yang muncul setelah kajian adalah: pertama, aliran tanah di beberapa lokasi bergerak sangat jauh — ratusan hingga lebih dari seribu meter—meskipun lerengnya sangat landai. Kedua, praktik irigasi dan pengelolaan air di dataran alluvial sebelum gempa ternyata menaikkan muka air tanah dan secara tidak sengaja meningkatkan kerentanan terhadap likuifaksi. Ketiga, banyak korban terjebak bukan hanya karena runtuhan bangunan tetapi karena rumah-rumah “terapung” dan terbenam dalam lumpur seperti gelombang, suatu pola kegagalan tanah yang tidak biasa dilihat dalam banyak bencana gempa sebelumnya. Video: Journalya #bencanaalam #gempa #likuifaksi #palu #palusulteng

About